Google Adsense

Belvita, Sarapan Praktis Bergizi




Sunil Tadar, President Director Mondelez dalam pembukaan acara Biscuit Belvita Breakfast di Hotel Sangriala, Jakarta (22 Nov 2016) mengatakan: "Mondelez berkomitmen  menciptakan produk yang sesuai dengan perubahan gaya hidup dan kebutuhan akan kesehatan serta kesejahteraan konsumen. BelVita Breakfast adalah contoh dari usaha untuk memahami kebutuhan masyarakat akan biskuit sarapan yang bergizi, mudah, dan lezat untuk menjadi bagian dari sarapan yang seimbang, dirancang terutama untuk menekan waktu konsumen di pagi hari yang sibuk.



Gaya hidup masyarakat telah mengubah prilaku keseharian termasuk prilaku sarapan pagi. Kesibukan, jarak antara rumah ke tempat kerja atau ke sekolah, kemacetan membuat aktifitas sarapan pagi banyak dilakukan di atas kendaraan. Demi apa? demi nggak terlambat sampai di sekolah atau di tempat kerja. Repot nggak sih sarapan pagi di atas kendaraan? Saya ibu dua anak. Sebelum saya berhenti bekerja, saya sempat mejalani memberikan sarapan anak-anak di atas mobil. Bahkan pakai kaos kaki dan sepatupun di mobil. Jadi kalau ditanya repot? Maka jawabnya repot.

Karena itu pilihan sarapannya yang simple, seperti nasi goreng atau roti. Ketika saya sudah berhenti bekerja, saya bisa memiliki waktu lebih banyak. Sehingga anak-anak dan suami bisa sarapan di rumah dengan komposisi, nasi, sayur dan lauk. Sebelumnya di awali dengan segelas susu. saya masih memberikan susu dua kali sehari, bangun tidur dan jelang tidur. Sarapannya terkesan berat, ya? Ya karena saya tidak mau anak-anak memulai hari tanpa energi yang cukup.




Cantik itu sehat. Sehat itu enak, ya cuma Belvita. biscuit yang terbuat dari bulir gandum utuh dan mempunyai dua vatian rasa. Duh kok kesannya ngiklan banget ya? Tapi ini saya menulis dengan serius, kalau kalian pernah mencoba Belvita pasti sependapat dengan saya, rasanya enak. Saat ini banyak orang mulai sadar pentingnya mengkonsumsi makanan sehat bergizi dengan komposisi seimbang. Tapi percaya atau nggak, kenyataannya prakteknya nggak begitu. Kita masih mencintai kebiasaan jelek tapi asyik. Salah satunya cemilan gorengan. Pisang goreng, tahu goreng, bakwan goreng, ubi goreng dll.

Salah nggak? Siapa yang berhak menilai? Kebanyakan masyarakat kita tahu, mana yang sehat dan mana yang tidak sehat. sayangnya semua itu baru sampai tahapan pengetahuan. Sekadar tahu belum sampai pada tahap melakukan. Padahal gaya hidup saat ini menjadi indikasi munculnya beberapa penyakit bukan karena faktor keturunan. Tapi karena gaya hidup, seperti diabetes, misalnya.



Saya memberikan sarapan berat Karena saya tidak mau, anak-anak kekurangan gizi lantaran tidak cukup sayur. Sayur adalah salah satu sumber vitamin dan mineral yang tidak terlalu disukai anak-anak.

Saya termasuk Ibu yang sangat keras mewajibkan anak-anak makan sayur. Dulu saya berpikir, kok saya kejam betul. Tapi daripada memberikan anak-anak suplemen food atau vitamin dalam bentuk tablet saya meyakini sayur tetap pilihan terbaik.


Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, SpGK dari Indonesian Nutrition Association., mengatakan: "Sebagai contoh, sarapan seimbang yang sehat terdiri dari sereal whole grain, buah-buahan. Jika dulu kita mengenal konsep 4 sehat dan 5 sempurna kini menjadi beragam, bervariasi dan berimbang. Maksudnya, apa yang dikonsumsi harus beragam, terdiri dari bermacam-macam pilihan baik jenis, variasi dan komposisi. Misalkan karbohidrat tidak selalu harus nasi. Anak-anak perlu mengenal jenis karbohidrat yang lain, semisal, singkong, ubi, kentang, gandum. Begitu juga sumber protein bisa dari hewani dan nabati. Bisa daging (ayam, ikan, sapi.kambing.domba) atau tahu dan tempe. Berimbang, jumlah yang dikonsumsi disesuaikan kebutuhan tiap orang sesuai usia dan berat badannya. Menurut Academy Nutrition and Dietetics, "mengkonsumsi sarapan" merupakan salah satu dari jajaran 16 Tips Kesehatan pada tahun 2016. 



Ahli Gizi, Prof. Hardinsyah, Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia, mengungkapkan fakta:  “satu dari tiga orang dewasa Indonesia yang tinggal di kota-kota besar melewatkan sarapan mereka. Hanya 8.1% dari wanita mengonsumsi sarapan yang seimbang. Ssarapan dengan pola diet seimbang, sekitar 55% energi berasal dari makanan berkarbohidrat, tinggi akan serat dan rendah akan index glikemik.

Gandum utuh termasuk jenis karbohidrat  yang mulai dipopulerkan. Sebenarnya kita sudah lama mengkonsumi gandum dalam bentuk yang halus, kita kenal dengan sebutan terigu. Berbagai roti dan kue biasa menggunakan terigu. Gandum utuh biasa ada pada serealia. Beberapa produsen mulai memproduksi produk menggunakan gandum utuh, seperti biscuit belvita.

Di atas saya sudah menyinggung perubahan prilaku gaya hidup berdampak pada kesehatan. Termasuk perubahan pola sarapan atau pola makan secara keseluruhan. Ada banyak manfaat yang berasal dari gandum utuh, di antaranya adalah mengurangi risiko penyakit degeneratif kronis seperti penyakit jantung, Diabetes Mellitus tipe 2, kanker kolorektal, serta untuk mengelola berat badan.

Penyakit jantung, Diabetes Mellitus tipe 2, adalah penyakit-penyakit yang disebabkan prilaku  gaya hidup, termasuk pola makan. Gandum utuh sangat baik bagi tubuh karena mengandung zat bioaktif dalam jumlah tinggi. Seperti serat, vitamin, mineral, antioksidan dan zat fitokimia. Kandungan tersebut mampu memperlambat proses naiknya glukosa dalam darah serta membuat rasa kenyang lebih lama. Itu sebabnya makanan yang terbuat dari gandum utuh baik buat pasien jantung koroner atau diebetes tipe 2.


Pada acara bertajuk Biscuit Belvita Breakfast, dihadiri juga  Andra Alodita, fotografer & lifestyle blogger Indonesia. Ibu muda yang masih memiliki bayi ini, tetap telihat cantik dan energic. Dalam kesempatan itu, Andra mengatakan: Pentingnya sarapan bergizi, lezat dan praktis. 

Andra merasa sangat terbantu dalam menyiapkan sarapan bagi dirinya dan suami, dengan adanya biscuit Belvita.

"Adanya makanan dengan kandungan gandum utuh dalam hal ini biscuit Belvita membuat pagi saya menjadi lebih mudah dan lebih produktif" Ujar Andra

Gaya hidup mobile membuat sarapanpun on the go. Biscuit Belvita mejadi solusi sehat. Bukan cuma buat Andra tapi juga buat saya dan anda yang ingin mendapatkan tubuh sehat dengan cara yang yang enak.

.








CSR SKV Grup: Bentuk Syukur dan Peduli Sesama



18 Nov 2016 adalah hari ulang tahun ke 67, Haji, Syahrir Karim Vasandani, pendiri dan pemilik Toko Bursa Sajadah. Berkaitan dengan hal tersebut SKV Group dalam program Corporate Social Responsibilty (CSR) mengadakan bakti sosial di panti-panti sosial,  secara serempak di 7 kota, tempat keberadaan toko Bursa Sajadah. Kota-kota tersebut adalah: Jakarta, Bandung, Bekasi, Bogor, Surabaya, Malang, dan Solo.
Perwakilan Bursa Sajadah Jakarta
 Saya berkesempatan menjadi saksi kegiatan di Jakarta. Bertempat di Panti Asuhan Muslimin Jaya Putri, Jalan Saharjo Bedeng,/Swadaya III – Jakarta Selatan. Saya bersama beberapa blogger mengikuti kegiatan Bakti Sosial. Blogger hadir beberapa jam sebelum acara dimulai. Ini menunjukan kamipun peduli.
Adik-adik Penghuni Panti


Kegiatan diisi dengan sambutan perwakilan Bursa Sajadah lalu dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Pengelola Panti. Kemudian ramah tamah, yang diisi dengan unjuk pembacaan ayat hafalan oleh adik-adik Panti. Kami para blogger diberikan kesempatan menilai, siapa yang terbaik membaca ayat hafalannya. Dan yang berani membacakan ayat hafalan, mendapat hadiah dari Bursa Sajadah.


Lalu dilanjutkan pemberian bingkisan dan makan siang secara simbolis kepada adik-adik penghuni panti juga kepada para blogger.


Sesudah pemberian bingkisan, pihak Bursa Sajadah masih menantang adik-adik Panti dengan beberapa pertanyaan. Yang bisa menjawab dengan benar mendapatkan hadiah.



Berikut daftar panti tempat dilaksanakannya CSR SKV Grup.

1. Panti Asuhan Muslimin Jaya Putri, Jalan Saharjo Bedeng,/Swadaya III – Jakarta Selatan.
2. Panti Asuhan Yatim Piatu, Yayasan Pesantren, Al Atiqiyah, Jalan Malabar Ujung No. 64.
3. Rumah Yatim Jalan Veteran No. 57.
4. Panti Asuhan Baitul Maal Hidayatullah, Jalan Mulyasari No. 398 Surabaya.
5. Rumah Setia, Senyum Yatim Indonesia, Jalan Kencur No. 125 Laweyan Solo.
6. Yayasan Al Ikhlas, Jalan Jati Selatan No. 50. Malang
7. Panti Asuhan Anak Al Hilal Jalan Peta 156/95 bandung dan di Jalan Veteran, Bandung


Dalam pres release, Haji Syahrir Karim Vasandani mengatakan: “Kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan sebagai salah satu wujud nyata tanggung jawab sosial dengan memberikan santunan kepada mereka yang kurang mampu,”

Heera Syahir Karim Vasandani, CEO Bursa Sajadah Aarti Jaya. Mengharapakan melalui program ini, dapat memberikan dampak positif bagi anak-anak yang disantuni demimembantu memenuhi kebutuhan keseharian mereka. Kegiatan ini, sekaligus untuk menjalin silaturahmi dan menciptakan nilai kebersamaan dengan masyarakat di lingkungan sekitar dimanapun Toko Bursa Sajadah berada,”

Heera Syahir Karim Vasandani, melanjutkan: Kegiatan bakti sosial SKV Grup, bukan kali pertama digelar, sebelumnya SKV Berbagi juga telah memberikan bantuan kepada anak yatim dan hafiz quran pada Ramadhan lalu. Kegiatan ini, selanjutnya akan terus dikembangkan dan menjadi program rutin SKV Berbagi. Setidaknya bisa dilaksanakan rutin setiap minggunya.

Kegiatan Bakti Sosial di tutup dengan foto bersama


Para blogger meninggalkan Panti dan berkumpul di Bursa Sajadah Jakarta di Jalan Saharjo. Memasuki Bursa Sajadah walau sedang direnovasi, terasa menyenangkan. Di lantai dasar, penuh dengan aneka sajadah dan jajanan/makanan/minuman khas oleh-oleh haji. Dan saya tidak menduga, blogger diijinkan mencicipi beberapa produk.



Disalah satu sudut rak yang memajang aneka kacang, coklat dan biscuit. 

Lalu saya dan kawan-kawan blogger diajak ke lantai 2. Wah, aneka busana baik untuk beribadah haji, pakaian sehari-hari atau pakaian untuk jamuan resmi, terdisplay dengan cantik. Tersedia juga gamis, hijab, Alquran, kosmetik dan parfum non alkohol.

Rasa lapar saya hilang, berganti dengan keasyikan melihat barang-barang yang tersedia di Bursa Sajadah. Menurut info dari Store Manager Bursa Sajadah Jakarta, Ibu Herlina, saat ini ada sekitar 7.000 item yang dijual. Ada dua brand milik sendiri yaitu Arofah dan SKV. Produk yang dijual Bursa Sajadah diimport langsung, kemudian di repack. Untuk memudahkan pelanggan, Bursa Sajadah juga melayani pembelian secara on line. Bahkan tak segan-segan diberika diskon khusus bagi pelanggan termasuk memberikan kartu keanggotaan.

Fungsi kartu keanggotaan selain mendapat potongan harga antara 5-10 %, anggota juga selalu akan mendapatkan SMS broadcast tentang semua program Bursa Sajadah.

Pemandangan lantai dua dari arah pintu masuk/lift


Perlengkapan muslim


Oleh-oleh adalah tanda kasih yang di bawa pulang untuk dibagikan pada orang-orang terkasih. Saat ini ada semacam etika yang mulai disebarkan di media sosial, bahwasannya kita tidak baik atau kurang etis jika meminta oleh-oleh dari seseorang yang pulang dari bepergian. baik bepergian beribadah atau bepergian untuk melakukan perjalanan.

Sayangnya kebiasaan membawa dan membagikan oleh-oleh sudah menjadi semacam budaya pada masyarakat Indonesia. Membagi oleh-oleh dianggap sebagai berbagi rasa syukur. Walau tidak sedikit yang tujuan riya. Ya, untuk menunjukan, eh gue baru pulang dari Eropa loh. Dan mulailah ia berbagi gantungan kunci atau sepotong coklat. Salahkah? Ya enggak. Hak setiap orang berbagi dan berniat. Demikian juga orang yang pulang dari berhaji. Keluarga dan kerabat banyak yang menantikan buah tangan yang asli dibeli di Mekah atau Medinah.

 Kembali bicara oleh-oleh dari berhaji atau mencari perlengkapan muslim, kini sangat mudah. Ada Toko Bursa Sajadah yang sudah berdiri sejak tahun 80 an. dan memiliki 8 cabang di 7 kota. Pembatasan jumlah barang bawaan di pesawat terbang dan sisi kepraktisan adalah dua hal yang memberi peluang besar Bursa Sajadah menekuni bisnis perlengkapan muslim dan oleh-oleh haji. Jadi jika ada yang kangen dengan oleh-oleh haji atau ingin berbagi tanda kasih, silakan datang langsung atau beli secara on line. Bursa Sajadah dengan senang hati melayani. 





Mensyukuri Hidup, Kunci Usia Cantik Saya.

Menikmati travel bersama Dia,
special man.

Saya baru saja menikmati berkah dengan mengulang tahun kelahiran. 20 Nov 2016 #51pas. Jika dilihat dari rentang usia kehidupan masyarakat perempuan Indonesia, usia saya termasuk lumayan, ibarat matahari jelang senja. Ibu saya, tahun 2016 berusia 87 tahun. Beliau dalam keadaan sehat. Memang kemampuannya   inderanya  sudah menurun. Menurut saya, wajar.  Usia tua itukan tidak bisa dihindari. Kesehata bisa dijaga, kulit tubuh dan kulit wajah bisa dirawat agar mencegah penuaan dini sehingga tetap berkilau, segar tanpa keriput. Tapi kemampuan indera manusia tetap ada batasannya.


Akankah saya sampai seusia Ibu saya? Itu misteri Illahi. Haknya pemilik kehidupan. Bisa melewati usia setengah abad saja, sesuatu yang terus menerus saya syukuri. Karena, saya tidak pernah tahu, bisa tiba di usia #51Pas. Dengan fakta dan kenyataan saya istri dan Ibu dari sepasang anak yang sudah menikah 20 tahun, ini pencapaian yang luar biasa. Perasaan dan jiwa saya tetap merasa muda. Siapapun boleh mempunyai perasaan yang sama. Karena tua itu pasti, berjiwa muda itu, pilihan.
Bersama si Bungsu
yang di dalamnya, saya melihat diri saya


Saya memilih tetap berjiwa muda karena saya masih “menikmati” hidup. Saya menikmati aktifitas saya sebagai istri dan ibu. Saya menikmati menjadi perempuan, saya menikmati menjadi Oma muda dari cucu-cucu yang aslinya cucu dari kakak saya no 1 dan 2. Yah, dari kedua kakak saya, saya Oma muda dengan 9 cucu. Saya menikmati sebagai blogger. Ada yang kerap bertanya, kok gayanya kayak anak muda?

Bicara gaya penampilan sehari-hari bukan saya ingin seperti anak muda. Saya mengutamakan kenyamanan. Hmmm, ini jadi semacam buka rahasia. Tak apalah, toh saya sudah sampai pada #UsiaAnugerah yang belum tentu, semua orang akan tiba di usia seperti saya saya. #51Pas. Karena apa? Karena tidak ada seorangpun yang tahu, kapan usia hidupnya di dunia akan berakhir.

Balik, soal penampilan. Saya memiliki banyak kelemahan karena saya sadar diri, fisik tidak memiliki standar cantik yang biasa digunakan kebanyakan orang. Tapi saya suka humor, saya suka tertawa, saya suka bercanda. Dan fakta membuktikan wajah yang ceria dan riang selalu terlihat menarik. Karena saya sadar diri, saya bukan sosok yang lemah lembut, maka saya selalu memakai busana yang casual dan simple yang memudahkan saya bergerak. T-shirt dan jeans selalu menjadi pilihan.


Ketika saya memutuskan menjadi fulltime blogger dan kerap menggunakan t-shirt dan jeans, ada sentilan yang terdengar di telinga saya.  “Mba Icha, kemana-mana cuma pakai t-shirt dan jeans”. Saya bertanya dalam hati, ada yang salah dengan t-shirt dan jeans? Setelah 18 tahun mengikatkan diri pada perusahaan dengan menjadi buruh White Collar, t-shirt dan jeans adalah busana yang paling nyaman. 18 tahun menjadi pekerja yang terikat jam kerja pk. 08.30-17.30, entah berapa banyak busana kantor yang saya beli dan saya miliki, termasuk tas dan sepatu. Salahkah saya ketika memutuskan berhenti berkantor dan memerdekakan diri dengan menjadi blogger, termasuk memerdekakan diri dari busana kerja formal?

Tapi hidup memang tidak bisa tidak peduli dengan omongan orang. Bisa jadi jika kita menyikapi dengan positif, hasilnya akan positif juga. Saya mulai membedakan busana jika datang acara gathering blogger berdasarkan tempat acara dan sifat acara. Jika santai, saya tetap menggunakan t-shirt dan jeans tapi jika formal, di hotel  berbintang 5, saya memilih yang agak formal. Salah satunya membungkus diri dengan blazer. Selain memberi citra formal, blazer sangat bermanfaat memberi kehangatan. Tahukan pendingin ruangan di hotel nggak bisa di kecilkan seperti di kamar tidur pribadi? 

Ya, banyak yang mengira dengan menggunakan blazer karena saya ingin terlihat formal, padahal salah satunya untuk menahan dingin. Nggak sedikit saya perhatikan kawan-kawan blogger yang kedinginan jika berada di hotel. Saya sadar diri,  sudah memasuki  #UsiaAnugerah #51Pas,  yang menurut saya setingkat lebih tinggi dari #UsiaCantik. Umur tidak bisa bohong, kesehatan saya tidak seprima kawan-kawan yang lebih muda. Tapi selalu ada cara untuk tampil tetap prima.

Bicara pencapaian diri dalam #UsiaAnugerah, terbesar adalah ketika saya memutuskan untuk berbagi kegelisahan dan pemikiran-pemikiran saya untuk masa depan. Saat saya memutuskan untuk memberi ruang pada orang lain, memasuki pemikiran dan perasaan saya. Saat saya menyatakan dan mengakui, saya tidak bisa sendiri. Mengakui, saya membutuhkan orang lain sesungguhnya beban yang sangat berat.

Saya terlahir sebagai anak ke 7 dari 11 bersaudara yang semuanya perempuan. Almarhum Ayah saya berlatar belakang militer (TNI AD) Ibu saya guru, Mandiri dan berdisplin adalah dua ajaran yang menjadi pegangan saya dan saudara-saudara. Kami diajar untuk tidak bergantung pada orang lain dan harus bisa mencari solusi dari setiap permasalahan yang kami hadapi. Kondisi ini yang juga membuat hubungan kami kakak-beradik sangat lekat. Bonding kami sangat kuat karena kami menjadikan pertemuan antar kakak-adik bukan sekadar ajang silaturahmi tapi ajang diskusi, membantu setiap persoalan agar tak perlu melibatkan orang luar. Termasuk dalam hal ekonomi.

Berlatar belakang foto keluarga besar


Ajang silaturahmi kakak-beradik menjadi ajang diskusi pertukaran informasi. Oh ya kami ber 11 semua pernah bekerja berkantor dan kini kami semua sudah menikah. Maka masalah kantor/pekerjaan, keluarga, rumah tangga dan anak mendominasi diskusi-diskusi kami.  Hubungan kami sangat dekat, satu terlukai maka kami semua terlukai. Begitulah kondisinya ketika rumah tangga (RT), kakak pertama gagal. Saat itu saya masih duduk di SMP, saya tidak tahu penyebabnya, tapi meninggalkan trauma yang dalam. (Saat itu, kakak saya yang menikah baru 2) Itu juga menjadi alasan, lama saya baru memutuskan membuka diri dan bersedia membagi perasaan saya dengan orang lain.

Saya menikah di usia yang sudah matang, 31 th. Setelah berjuang melawan ketakutan-ketakutan masa lalu (Kegagalan RT kakak pertama) Ketika saya memutuskan memberi ruang, pada seorang laki-laki untuk masuk dalam kehidupan saya pribadi, saya menyadari itu tahapan pencapaian tertinggi pertama. Bukan hal mudah berbagi perasaan termasuk berbagi cerita pribadi. Ternyata, pada saat saya mampu membuka diri, sejujurnya saya harus mengakui ada sebagian beban dalam diri yang terangkat. Semacam ada keringan, yang saya tidak bisa jelaskan. Tapi saya merasa lebih ringan/mudah menjalani kehidupan.

Apakah kehidupan RT saya lancar-lancara saja? Rasanya tidak. Badai dan gelombang yang menghantam bahtera rumah tangga, saat melayari samudera kehidupan, sangat banyak. Tak sekali dua kali bahtera rumah tangga kami, nyaris ternggelam terhempas gelombang besar. Nyaris karam, manakala antara nahoda kapal dan awak kapal tidak menemukan komunikasi yang sejalan guna berdiskusi mencari solusi mengatasi badai dan gelombang. Kelelahan, nyaris membuat saya memilih meninggalkan bahtera rumah tangga. Itu terjadi di tahun ke 7 pernikahan.

Diskusi dengan kakak dan adik, menguatkan dan menyadarkan saya. Tidak setiap persoalan harus dihadapi dengan perpisahan. Memberi  diri, waktu dan ruang untuk berkontemplasi menjadi pilihan. Komunikasi dibangun kembali. Mulai melihat persoalan lebih mendalam. Ternyata cinta dan rasa sayang antar kami lebih kuat. Kesadaran ingin diakui, disayangi, dibutuhkan menjadi dasar untuk saya lebih terbuka dalam mengekspresikan perasaan. Lewat dari tahun ke 10 pernikahan, saya merasa hidup lebih nyaman. Komunikasi kami terbangun lebih terbuka. Memberi kepercayaan dan dipercaya, menjadi semacam kekuatan untuk kami berlomba-lomba melayani.

Akhirnya saya menemuka formula menjalani hidup nyaman. Mensyukuri semua pencapaian diri dalam kehidupan, berpikir dan bersikap positif pada semua situasi dan kondisi, berterima kasih pada orang-orang di sekeliling. (Pada keluarga, kerabat, dan kawan-kawan) Berbagi pada yang membutuhkan, terus berbuat kebaikan termasuk pada alam.

Tak kurang pentingnya adalah menuruni target-target kehidupan. Setiap tahun saya mengevaluasi pencapaian diri, ada target yang terlampau, ada pula yang tidak terlampau. Saya tidak mau stress dengan target-target tersebut. Karena yang mebuat target diri saya sendiri dan saya berani menurunkan target untuk mengurangi tekanan hidup. Tapi setiap tahun saya menarget peningkatan kualitas dari target yang saya tentukan.

Mengelola tekanan hidup menjadi terapi yang ampuh karena kebahagiaan diri, menjadi semacam penangkal segala penyakit. Kita tahu sehat itu bahagia. Perasaan bahagia, juga menjadi indikator menjalani aktifitas tanpa beban. Maka ketika beban itu berkurang, cerialah dan tersenyumlah. Biar dunia ikut tertawa. Karena kenyataannya hidup itu sendiri sebuah persoalan, bagaimana kita mengahadpi persoalan dan mencari solusi dari tiap persoalan yang akan mendewasakan kita.
Kami ber 10 dengan Mami
satu kakak saya sedang di Bali.
Ini HUT Mami ke 82

Untuk tetap menjaga penampilan terlihat menarik, saya melakukan sama dengan yang orang lain lakukan. Menjaga kebersihan. Saya melakukkan perawatan kulit wajah mulai memasuki awal usia 20 an. Saya tahu, sedikit perempuan yang menyadari perlunya perawatan kulit wajah. Buat saya tidak terlalu sulit karena saya bersaudara perempuan semua. Sebagai anak ke7, saya memiliki 6 kakak perempuan sebagai contoh. Dari merekalah saya belajar. Sedangkan dari Ibu saya, kami belajar makan sehat. Ibu saya mewajibkan kami mengkonsumsi buah, sayuran dan ikan. Ikan menjadi makan utama karena Ayah dan Ibu saya berasal dari Menado.

Jadi saya sudah menyadari, untuk mendapatkan tubuh sehat termasuk kulit wajah yang sehat, bermula dari keluarga. Ibu dan saudara-saudara saya adalah guru pertama yang mengajari pola hidup bersih dan sehat, sehingga rata-rata kami memiliki kulit wajah yang sehat. Cantik itu sehat.

Mensyukuri Hidup, Kunci Usia Cantik Saya. Maka nikmat Tuhan mana yang harus kita dustakan ketika begitu banyak anugerah kehidupan yang sudah kita miliki? Kepuasan adalah sebuah rasa yang ukurannya relatif. Tiap orang memiliki standar yang tidak sama, demikian juga pencapaian hidup tiap orang berbeda. Maka di #Usia51Pas, yang menjadi prioritas utama saya adalah bagaimana menjalani sisa usia hidup dengan tetap menebar kebaikan. Sehingga jika tiba waktunya menghadapi Sang pemilik Kehidupan, saya memiliki raport yang bisa dipertanggung jawabkan sesuai iman dan perbuatan saya. Mensyukuri #UsiaCantik, adalah merawat apa yang ada dalam diri. Karena terlihat menarik, menjadi semacam hal positif yang bisa ditularkan pada dunia di sekeliling kita. 


“Lomba blog ini diselenggarakan oleh BP Network dan disponsori oleh L’Oreal Revitalift Dermalift.”

49 tahun Indosat Ooredo Setia Pada Pelanggan

CEO Indosat Ooredo Alexander Rusly
saat memberi sambutan
di Syukuran Indosat Ooredo ke 49 tahun

"Indosat Ooredo mengucapkan banyak terima kasih pada para pelanggan yang setia. Indosat bisa menjadi seperti sekarang karena ada pelanggan. Indosat Ooredo tetap berkomitmen memberikan pelayanan yang terbaik dan akan terus melakukan berbagai inovasi untuk memenuhi kebutuhan para pelanggannya" Ucap Alexander Rusly, CEO Indosat Ooredo di pembukaan acara syukuran Indosat Oredo yang ke 49, Senin 21 November 2016.

49 tahun, sebuah perjalanan yang panjang. Berbagai pasang surut persoalan dihadapi Indosat Ooredo. Daya tahan kemampuan manajemen mengelola perusahaan agar terus berkembang menjadi tantangan tersendiri.



CEO Indosat Ooredo, Alexander Rusli memberikan potongan tumpeng
kepada pelanggan yang sudah 19 tahun
menggunakan Indosat Ooredo
CEO Indosat Ooredo, Alexander Rusli memberikan tanda kasih
kepada Valencia M. Randa, pendiri Blood4LifeID

Saat syukuran, juga diundang pelanggan setia, salah satunya sudah menggunakan Indosat selama 19 tahun. Indosat Ooredo mengapresiasi kesetiaan para pelanggan dengan memberikan layanan lebih. Pada kesempatan itu CEO Indosat Ooredo Alexander Rusli memberikan tanda kasih dan potongan nasi tumpeng sebagai sebagai ucapan terima kasih, atas kesetiaan para pelanggan Indosat Ooredo.


Inilah gambar untuk membuka
aplikasi permainan Digital Gerai






Pada kesempatan itu sekaligus diluncurkan aplikasi permainan Digital Gerai. Aplikasi bisa di unduh di apps store. Tapi harus diaktifkannya di gerai Indosat di Jalan Merdeka karena ada gambar sebagai kunci mengaktifkan yang harus di scan. Gambar tersebut ada di lantai gerai Indosat Ooredo di kantor pusat. Kalau sudah undh akan langsung dapat pulsa Rp. 10.000. Permainan ini pasti disukai bagi mereka yang karena keterbatasan (Waktu, dana atau situasi kondisi) tapi ingin jalan-jalan.

 Dengan menggunakan kacamata Virtual yang disambungkan ke gadget, bisa melihat suatu tempat, sebut saja Borobudur. Seolah kita berada di sana. Saat ini baru dikoneksi untuk melihat Monumen Nasional (Monas), Museum Nasional/Museum Gajah dan Yogjakarta/Borobudur. Valencia M. Randa, pendiri Blood4LifeID juga hadir dan mencoba Digital Gerai dengan kacamata VR. Ia terlihat kagum dan merasa senang


CEO Indosat Ooredo, Alexander Rusli berbincang dengan
kepada Valencia M. Randa, usai Ia mencoba Digital Gerai

Acara syukuran ulatah Indosat Ooredo yang ke 49, dilakukan sederhana namun terasa akrab. Bahkan CEO Indosat Ooredo berkenan berfoto selfie dengan para blogger. Menurut beliau, blogger juga punya peran mendukung sosialisasi dan publikasi kegiatan Indosaat Ooredo.  Wuih, saya dan kawan-kawan blogger jadi tersanjung loh. Terima kasih Pak, sudah mengapresiasi kami.


Blogger bersama CEO Indosat Ooredo Alexander Rusli.
Dok: Choirul Huda

Tahun depan Indosat Ooredo akan memasuki tahun emas karena genap berusia 50 tahun. Semoga menjadi masa keemasan Indosat Ooredo, sehingga tetap bersinar dan maju terus.


Blogger




Ikuti Blog Competion Akhir Tahun Berhadiah Total Rp. 30 jt










Masih ingat beberapa waktu lalu, saya infokan bakal ada Blog Competition? Nah silahkan simak deh. Blog Competion ini, khusus bagi mereka yang memiliki Top Level Domain alias domain berbayar yang berakhiran dot com dan dot net. Kok gitu, ya gitu. Karena pihak penyelenggara maunya begitu. Terus yang bukan dot com dan dot net, tidak boleh ikut? Yup. Tidak boleh ikut.

Nah buat kawan-kawan yang masih belum ber TLD, ayo segera ubah. Silahkan beli di  www.dotcomforme.com mumpung ada harga spesial, cuma Rp. 100.000/tahun.


Ok, Buat anda yang ingin tahun, cara mengikuti Blog Competition ini, segera cek di link berikut ya. http://competition.dotcomforme.com


Jadilah yang terbaik, dengan mengikuti banyak kompetisi. Pacu adrenalinmu, untuk terus menerima tantangan. Semoga beruntung.

Yuk, Peduli Lingkungan Untuk Minimalkan Pemanasan Global

Sebagai seorang ecomom, ada baiknya kita update sama perkembangan zaman. Kapan hari saya pernah baca artikel tentang global warming. Asli ya, agak serem juga baca dampak yang bisa ditimbulkan dari gobal warming. Salah satu dampak buruknya adalah terjadi perubahan iklim dan cuaca, gunung es bakal mencair dan es yang mengapung di laut tambah sedikit aja.  It means bumi bakal kena pemanasan global. Aduh, kebayang deh gimana kalo seluruh dunia kena pemanasan global.

Walaupun cuma artikel, tapi ini ngefek banget sama diri saya. Tiba-tiba jadi takut aja kalo apa yang saya lakuin malah menambah dampak global warming. Dari situ deh, saya kepikiran buat mengatasi global warming, minimal dari keluarga saya deh. Ada beberapa rencana yang bakal saya lakuin buat mengatasi global warming, beberapa rencana ada yang udah berjalan sih. Berikut beberapa hal yang udah saya lakuin sama keluarga.

1. Mengajarkan anak-anak untuk cinta lingkungan



 Anak saya dua. Perempuan, kelas 8 dan laki-laki kelas 11. PR banget buat saya ngasih tau mereka tentang pentingnya cinta lingkungan. Dengan kedua anak yang menginjak usia remaja, saya bisa ngobrol dengan mereka sebagai teman. Lewat ngobrol santai, pelan-pelan saya memberi tahu mereka untuk mencintai lingkungan. Misalnya nih, kalo mereka lagi jajan, bungkus makanannya saya suruh buang langsung ke tempatnya. Ya pokoknya as simple as that lah ya. Tapi mereka juga sudah mulai paham, pentingnya menanam pohon loh. Beberapa hal yang saya lakukan:

2. Memberikan contoh




Kita yang ngajak, kita yang ngajarin, ya udah pasti kita juga harus ikut praktekin hidup cinta lingkungan buat mengatasi dampak dari global warming. Salah satu contoh kecil, saya sering banget kalo keluar rumah bawa tumbler sendiri, jadi ga perlu beli air minum kemasan diluar sana. Dirumahpun saya jarang beli minum kemasan,lebih sering bikin minuman sendiri, kayak jus atau es buah gitu. Makanya saya selalu sedia buah-buahan di dalem kulkas yang punya teknologi econavi inverter, energy savingnya bisa menghemat energi dan mendinginkan lebih cepat, jadi kalo bikin jus saya jarang pake es batu, cukup disimpen sebentar dikulkas juga dingin.

3. Kerja bakti keluarga


Beberaa waktu lalu, saya sempet baca artikel tentang tips parenting di ecomom.co.id ternyata ya, banyak juga kegiatan sederhana yang bisa kita lakuin supaya anak aktif. Salah satunya ya dengan ngajak dia bekerja bakti, kasih dia tugas-tugas kecil buat lingkungan, misal nyiram tanaman. Ini juga jadi bagian dalam upaya memberikan anak belajar tanggung jawab.


4. Memberikan barang-barang ramah lingkungan




Saya membiasakan anak-anak membawa handuk kecil/saputangan, tumbler dll. Biar mereka terbiasa aja sih buat lebih ramah lingkungan dengan pake barang-barang yang bisa digunakan terus menerus, bukan barang yang sekali pake terus dibuang, yang bikin sampah didunia ini semakin bertambah.

Kalo emang cinta lingkungan, ayok kita ajak orang-orang terdekat kita buat turut andil dalam usaha mengurangi dampak global warming. Ga usah yang berat-berat, kita bisa mulai dari membuang sampah pada tempatnya. 


Gerakan Indonesia Lawan Diabetes, Hasilkan Rp. 500 jt



Dalam rangka Hari Diabetes Sedunia, sekaligus penutupan Gerakan 50.000 Aksi Ayo #IndonesiaLawanDiabetes, Kalbe Farma Tbk, selaku pencetus ide gerakan tersebut, menyelenggarakan senam bersama di Plaza barat Gelora Bung Karno, Minggu 20 Nov 2016. Gerakan 50.000 Aksi Inonesia Lawan Diabetes di konversi menjadi Rp. 500 jt yang saat itu diserahkan ke pemerintah untuk mengadakan fasilitas kesehatan di wilayah yang membutuhkan. 

Menurut IDF (International Diabetes Federation), 415 juta jiwa telah mengidap penyakit diabetes dan jumlahnya diperkirakan akan meningkat menjadi 642 juta jiwa pada tahun 2040. Sedangkan estimasi jumlah diabetesi di Indonesia adalah 10 – 20 juta jiwa. Sebagian besar orang masih tidak sadar kalau ia merupakan diabetes.

Situasi dan kondisi cukup mengerikan, singkatnya 1 dari 11 orang Indonesia terkena diabetes. Sayangnya orang-orang itu tidak tahu kalau dirinya diabetes. Diabetes adalah ibu dari segala penyakit. Faktanya Diabetes adalah salah satu penyakit tidak menular dengan tingkat kematian tertinggi di dunia.


Dalam Press Conference yang diselenggarakan usai senam bersama , menampilkan  5 pembicara.

1. Dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati, MM selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementrian Kesehatan RI, 
2. Prof. Sidartawan Soegondo, MD, PdD, F.A.C.E
3. Dini Elviraniselaku Group Business Head Kalbe Nutritionals Divison
4. Prof. Dr. Agung Pranoto, dr., M.Kes., Sp.PD., K-EMD., FINASIM selaku Ketua Umum PERSADIA,  
5.Sarah Sechan sebagai Campaign Ambasador Indonesia Lawan Diabetes akan berbagi seputar info tentang pentingnya gaya hidup sehat untuk kelangsungan hidup yang lebih baik. 

Diskusi dipandu Arie Untung. Dengan pembawaan yang penuh humor, Arie memandu dengan santai tapi serius.

Dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati, MM
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular,
Kementrian Kesehatan RI

Dr. Lily Sriwahyuni Sulistyowati, MM Direktur Pencegahan dan Pengendalian PTM (Penyakit Tidak Menular), Kementrian Kesehatan RI, mengatakan: Diabetes penyakit tidak menular yang mematikan, memerlukan perhatian dan penangan yang serius. Karena dari diabetes bisa menjadi penyebab komplikasi dengan penyakit lainnya. Karena itu, penting untuk melawan penyakita diabetes dengan formula CERDIK.

C- Cek kondisi secara berkala

E-Enyahkan asap rokok dan alkohol

R-Rajin aktifitas fisik alias bergerak/berolahraga secara rutin. Minimal 30 menit setiap hari

D-Diest sehat dengan kalori berimbang

I_Istirahat yang cukup

K-Kelola stress dengan baik

Selain itu yang juga harus menjadi pedoman adalah mengikuti pola 3 J.
Memperhatikan Jenis Makanan, Jumlah asupan makanan dan Jadwal makan.


Prof. Sidartawan Soegondo, MD, PdD, F.A.C.E,
Senada dengan Dr. Lily, Prof. Sidartawan Soegondo, MD, PdD, F.A.C.E, mengatakan: Identifikasi awal akan membantu pengobatan. Jadi kalau lapar terus, cepat haus, banyak minum, dan banyak buang air kecil, ini harus di waspadai. Ketiga gejala tersebut, menandakan yang bersangkutan sudah terkena diabetes. Bagi orang awam, rasa lapar yang harus di kenyangkan dan arasa haus yang harus diatasi dengan banyak minum berdampak pada banyak buang air kecil, dianggap wajar. 

Kenyataannya tidak demikian. Karena kalau banyak makan, maka otomatis berat badan bertambah. kenaikan berat badan yang siknifikan mengakibat yang bersangkutan menjadi gemuk, itu gejala awal diabetes.

Diabetes penyakit yang menyengsarakan karena bisa menimbulkan komplikasi berbagai penyakit. Terkena ke mata akan menyebabkan kebutaan, ke jantung akan menyebabkan sakit jantung atau ke kaki bisa diamputasi.

Deteksi dini diabetes dengan mengenali gejalanya yang disebut 3P!
• Polidopsi (sering merasa lapar)
• Polifagi (sering merasa haus)
• Poliuri (sering buang air kecil)



Menurut IDF (International Diabetes Federation), 415 juta jiwa telah mengidap penyakit diabetes dan jumlahnya diperkirakan akan meningkat menjadi 642 juta jiwa pada tahun 2040. Sedangkan estimasi jumlah diabetesi di Indonesia adalah 10 – 20 juta jiwa. Sebagian besar orang masih tidak sadar kalau ia merupakan diabetes.

Dini Elvirani  Group Business Head Kalbe Nutritionals Divison
Dini Elvirani, Group Business Head Kalbe Nutritionals Divison mengatakan: Misi utama Kalbe Farma adalah mengedukasi masyarakat, lewat aktifitas bersama maupun lewat iklan layanan masyarakat. Kami membantu pemerintah agar Indonesia Sehat 2019 bisa terwujud.

Karena itu Gerakan  50.000 Aksi #IndonesiaLawanDiabetes kami konversikan ke rupiah menjadi Rp. 500.jt dan kami serahkan kepada pemerintah sebagai bentuk dukungan untuk mengadakan  fasilitas alat-alat kesehatan yang bisa diteruskan pemerintah pada masyarakat yang membutuhkan


Gerakan 50.000 Aksi #IndonesiaLawanDiabetes juga merupakan rangkaian kegiatan ulang tahun Kalbe Farma yang tahun 2016 genap berusia 50 tahun.


Prof. Dr. Agung Pranoto, dr., M.Kes., Sp.PD., K-EMD., FINASIM selaku Ketua Umum PERSADIA, 
Prof. Dr. Agung Pranoto, dr., M.Kes., Sp.PD., K-EMD., FINASIM, Ketua Umum PERSADIA, mengatakan pentingnya deteksi dini diabetes. Karena jika tidak ditaangani dengan cepat, akan menimbulkan komplikasi pada penyakit lain. Terutama pada orang yang beresiko tinggi. Siapa yang beresiko tinggi, yaitu mereka yang salah dalam menerapkan gaya hidup. Kebanyakan diabetes yang diidap masyarakat adalah diabetes tipe 2 yang disebabkan oleh gaya hidup. Dan yang juga beresiko tinggi akibat faktor keturunanan. Orang dengan riwayat keluarga memeiliki penyakit diabetes, maka dari awal sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan.

.Sarah Sechan  Campaign Ambasador Indonesia Lawan Diabetes


Sarah Sechan  Campaign Ambasador Indonesia Lawan Diabetes, berbagi kisahnya, menjalani aktifitas hidupnya. Ia mulai membiasakan rutin bergerak dan memperhatikan Jenis, Jumlah dan Jadwal makannya. Menurut Sarah, Tubuh kita adalah kendaraan yang membawa kita beraktifitas. Karena diperlukan kendaraan sehat untuk membawa kita beraktifitas. Demikian juga dengan tubuh agar kita nyaman beraktifitas tubuh harus sehat.



Diabetasol adalah salah satu produk Kalbe Farma yang dapat membantu diet orang yang terkena diabetes.