Google Adsense

The Passport, Tempat Nongkrong Cihuy


Berkumpul bersama keluarga, kerabat atau sahabat adalah hal yang menyenangkan. Baik bertukar kabar maupun sekadar berbagi cerita. Tempat berkumpul bisa di mana saja. Baik di rumah atau di mall, khususnya resto atau café. Berdasarkan kebutuhan tersebut, tempat ngumpul terus tumbuh dan bertambah menawarkan banyak kemudahan. Tidak hanya di pusat kota seperti Jakarta, bahkan Tangerang terus bertumbuh dan berkembang.

Bukan tidak mau menerima tamu di rumah, dari sisi kepraktisan bertemu di cafe dan restauran jauh lebih praktis. Nggak repot menyediakan makanan berat atau makanan ringan. Aneka minuman, teh, kopi, panas atau dingin, semua ada. Mggak pusing kebanyakan nanti bersisa atau terlampau sedikit nanti kurang. Pendingin udara memberi kesejukan, desain interior memberi kenyamanan dan nggak repot dengan cuci-cuci piring. Masalah harga? Banyak pilihan dan tentunya: 

"ada rasa ada harga"


Sebagai kota penyangga Ibu Kota DKI Jakarta, Tangerang terus berbenah diri, menawarkan fasilitas yang diperlukan atau diinginkan, masyarakat urban. Gaya hidup masyarakat salah satu dasar membaca apa yang sedang terjadi di masyarakat. Begitulah yang dilakukan perempuan muda yang berkecimpung di dunia kuliner. Sukses lewat resto keluarga Bumbu Pekalongan, Evi melakukan invasi dengan membuka:

The Passport. 
Sebuah tempat nongkrong berkonsep 
cozy and cool.


Saya beruntung menerima undangan untuk mampir dan berkenalan dengan tempat bernama The Passport. Tempatnya tidak terlalu besar, terdiri dari dua lantai. Di lantai pertama sekaligus sebagai tempat produksi makanan dan minuman. Layaknya sebuah toko, begitu saya masuk pintu, langsung dihadapi pada tempat produksi aneka minuman. Cocok juga bilang disebut tempat ngopi walau bukan cuma kopi yang di tawarkan. Mesin-mesin modern terlihat di antara stoples-stoples kopi yang menjadi pajangan, sekaligus persediaan. 



Kopi nusantara mendominasi, 
ketika kopi disiapkan, 
aromanya langsung menyentuh ujung-ujung hidung 
dan mengundang selera.



The Passport menawarkan banyak menu, Ada Western dengan konsep aneka steak. Berbahan Lamb, fish, beef bisa menjadi piihan. Asean  dan Indonesia foodpun ada. Jadi tidak perlu bingung untuk memilih menu karena dijamin, anda pasti akan menemukan menu yang pas di lidah. 

Saya mencoba Norwegian Salmon Steak. Gambar di bawah (kanan bawah) Saya penyuka ikan, makan menu berbahan ikan selalu menjadi pilihan utama. Dengan porsi yang sedang, buat saya cukup. Menghabiskan seporsi orwegian Salmon steak, saya masih menikmati hidangan penutup. Potongan Salmon dengan kombinasi saos yang gurih-gurih sedap, ada sedikit rasa pedas dan itu bukan merica. Mash potatoesnya juga lembut. 



Untuk minuman, nah ini dia. Saya peminum manis. Minuman centil (istilah saya) adalah minuman dengan aneka rasa dan tektur. Saya pecandu soft drink plus es. Nggak afdol kalau nggak dingin. Saya suka kopi bukan kopi berat. Saya suka Ice blend coffee dengan macam-macam rasa. Kalau soft drink centil, mojito saya suka. Pilihan saya, Mojito Lechy. Di mulut sparklingnya berasa banget, potongan buah lecinya juga mantap, saya suka. Ice Avocado coffee juga yummy. 


Soal makanan dan minuman nggak perlu khawatir karena dari sekitar 60 menu yang ditawarkan dijamin nggak bakal komplain soal rasa. Nasi goreng kampung atau aneka pasta, bisa jadi makanan berat sesuai perut dan lidah. Roti Panggang, brownies, Chocho Lava, asli semua meleleh di mulut. 

Dari tadi saya sudah bicara soal gaya hidup dan aneka menu yang pasti bikin ngeces. Lalu bagaimana dengan tempatnya. Hmm The Passport dijamin bikin kamu betah #NongkrongCihuy. Interiornya dibuat sangat instagramable, jadi kamu yang suka eksis di media sosial bisa dengan pasangan, keluarga atau sahabat, bakal nggak bosen postingnya. Nyaris semua sudut menawarkan back ground yang seru. Apalagi wifienya kenceng banget.




Dari hasil ngobrol dengan beberapa kawan, ketika saya tanya, apa sih menurut kamu yang harus ada di sebuah tempat #Nongkrongcihuy?
Farichatul Jannah/Blogger atau biasa saya menyapanya dengan Icha. "3 hal, pertama: jaringan wifinya kecang. Kitakan kalau nongkrong pasti berjam-jam, wifi sudah jadi kebutuhan. Karena nongkrong nggak selalu sekedar nongkrong, bisa juga bekerja. Kedua,  tempat sembahyang/musholah. Karena nongkrongnya lama, otomatis akan melewati waktu salat, maka tempat sembahyang perlu ada. Ketiga, makanan dan minumannya enak.

Andini Harsono/ Blogger, menyetujui pendapat Icha dan  menambahkan perlu menjaga toilet tetap bersih. Kalau saya pribadi melengkapi Icha dan Andini, service atau pelayanan. Waitress perlu tahu menu-menu yang di pesan dan harus memiliki kemampuan menjelaskan. Karena kerap tamu bertanya, apa nih menu yang direkomendasikan? Kemampuan waitress menjelaskan akan sangat membantu dan membuat perasaan tamu menjadi senang. 

Jadi buat kamu yang tinggal di sekitar Tangerang, berbahagialah dengan kehadiran The Passport yang bisa menjadi alternatif piihan #NongkrongCihuy. Eh The passport juga bisa jadi tempat kalau kalian mau buat workshop loh.



5 hal yang wajib ada
di tempat #NongkrongCihuy
1. Jaringan wifi yang kencang
2. Ada tempat sembahyang
3. Makan minum yang enak
4. Toilet yang bersih
5. Pelayanan yang ok.

Mau tahu The Passport, kepo saja di media sosialnya: 



Komitmen RS Husada: Melayani & Tingkatkan Mutu Tiada Henti

Sambutan dr. Erniody SpAn, KIC, M.Kes (Direktur Utama) 



 Jakarta, 8 Februari 2017, saya menghadiri undangan perayaan ulang tahun Rumah Sakit Husada yang ke 92 tahun. Bertempat di Auditorium Sasana Adiwarna, lantai 10 RS. Husada, Jakarta. Dibuka dengan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Mulai dari sambutan ketua panitia Perayaan Ulang tahun RS. Husada ke 92, Sambutan Ketua Perkumpulan Husada dan Sambutan dari Direktur Utama RS. Husada. 

RS. Husada terletak di kawaan Mangga Besar. Sosok bangunan tinggi menjulang, kalau malam, terlihat agak menyeramkan. RS Husada, dulu bernama "Jang Seng Ie",  didirikan pada 28 Desember 1924 oleh dr. Kwa Tjoan Sioe dan beberapa teman sejawat serta pengusaha-pengusaha Tionghoa di Jakarta dalam wadah perkumpulan Jang Seng Ie (sekarang menjadi Perkumpulan Husada).  25 Juni 1971 Gubernur DKI Jakarta menetapkan rumah sakit yang memiliki luas tanah 66.764 m2 ini sebagai Rumah Sakit Umum Pusat bagian Utara. 

RS Husada merupakan rumah sakit tipe B, dengan kapasitas 311 tempat tidur. Rumah sakit yang beroperasi 24 jam ini memiliki fasilitas ruang rawat inap super suite, suite, VIP Superior, VIP Standard, Kelas I, II, III, ruangan anak, ruangan untuk kebidanan dan penyakit kandungan, ruangan perawatan intensif (ICU/ICCU). Selain itu, RS Husada juga mempunyai unit layanan kesehatan unggulan seperti Unit Pelayanan Diabetes Terpadu, Unit Stroke, Unit Hati dan Saluran Cerna, Radiologi Intervensi dan Bedah Laparaskopik.  



Sebelum memberikan sambutan, Direktur Utama RS Husada, Dr. Erniody Sp.An, KIC, M.Kes. memperlihatkan slide yang menampakan bangunan RS. Husada di waktu malam,  kini sudah dilengkapi dengan lampu LED, sehingga terlihat berbeda. Ini bagian dari upaya reborn. Ujar, Dr. Erniody. Pada sambutannya, Dr. Erniody, mengatakan: “Menargetkan RS Husada bisa menjadi rumah sakit berstandar internasional. Untuk bisa mewujudkan itu, sudah pasti akan fokus pada  peningkatkan mutu pelayanan kesehatan  kepada pasien,”.  Dr. Erniode memaparkan program dan investasi peralatan medis yang dimiliki RS. Husada.

Peralatan Laboratorium_Pemeriksaan Hematologi 
Laboratorium RS Husada melayani pemeriksaan : Hematologi, Hemostasis/Koagulasi, BMP (sumsum tulang), Morfologi Darah Tepi, Agregasi Trombosit dan lainnya. Analisa Cairan Tubuh (otak,sendi,pleura, acites) dan lainnya. Kini RS Husada menghadirkan peralatan yang disebut VITEC, Dengan alat VITEC, hasil pemeriksaan dapat diketahui dalam waktu tiga hari lebih cepat dari alat lainnya. Dengan hasil   tes darah yang lebih cepat, maka akan lebih cepat pula pasien bisa ditangani. 


3D Panoramic Dental X-Ray.
Sinar X bukan hal baru di dunia kedokteran, setelah sebelumnya digunakan untuk membantu mendeteksi kesehatan tulang dan paru, kini ada Dental X-ray: Alat diagnostik yang berguna membantu dokter gigi  mendeteksi kerusakan dan/atau penyakit yang tidak terlihat selama pemeriksaan rutin pada gigi. Berikut adalah manfaat dental X-ray: 

- Mengetahui jumlah, ukuran, dan posisi gigi 
- Kehadiran dan tingkat karies gigi (gigi berlubang) 
- Kerusakan gigi (seperti dari periodontitis)
 - Gigi abscessed 
- Rahang retak 
- Maloklusi gigi 
- Kelainan lain pada gigi dan tulang rahang.

Kerap kali masyarakat menganggap sepele perawatan dan pemeriksaan gigi. Padahal gigi tidak sehat dapat menjadi sumber penyakit lainnya. Salah satunya jantung. Kuman-kuman pada gigi bisa masuk ke saluran yang mengarah ke jantung dan kuman gigi bisa tinggal di sana mengganggu kerja jantung. 

Dengan 3D Panorama Dental X-Ray, dokter gigi bisa melakukan pemeriksaan menyeluruh dan menginformasikan pemeriksaan dan perawatan lanjutan bagaimana, yang perlu dilakukaan pasien. Kondisi ini sama seperti pada penggunaan alat VITEC pada uji darah. Kecepatan hasil yang diperoleh akan membantu pasien mendapat pemeriksaan lebih efektif dan perawatan lebih cepat. Dengan begitu, harapannya kondisi kesehatan pasienpun bisa pulih lebih cepat. 



Program Pengembangan di Tahun 2017 
Ambulans transport menjadi ambulans critical 
Klinik Sleep Apnoe 
Husada Heart Centre 
Pusat Bedah minimal invasif 
Pusat Endoskopi 
Brain & Spine Centre 
Pusat Onkologi 

Pusat Onkologi Dalam waktu 6 bulan ke depan, RS. Husada akan mulai mengoperasionalkan Pusat Onkologi. Bekerjasama dengan produsen obat kanker, RS. Husada siap menerima pasien kanker. Selain kesiapan pada perlatan dan obat-obatan, RS. Husada sudah menyiapkan satu bangunan khusus untuk pasien kanker rawat inap yang terletak tepat di samping hutan tropis. Bangunan disiapkan dengan mengambil konsep “rumah”, Di mana pasien yang di rawat bisa merasa “seperti” di rumah karena kamar-kamar disiapkan menghadap taman, di sebelah hutan tropis. Sehingga, jika pasien sedikit lebih sehat, bisa setiap saat berjalan di taman, berjemur matahari, menikmati hijaunya hutan dan suara-suara burung. 

Hutan yang sudah ada sejak tahun 90 an ini adalah salah satu kelebihan yang dimiliki RS. Husada dan tidak dimiliki RS lain. Dengan luas sekitar 6 Ha, bangunan yang ada hanya seluas 3 Ha. Sisanya di tata dan dibiarkan alami. Sehingga kesejukan sangat terasa. Saat saya berkeliling, “berasa” seolah tidak berada di rumah sakit. 

Di hutan kecil di RS. Husada benar-benar alami, beberapa pohon buah tumbuh dengan subur, ada pohon pisang, pohon buah sukun, pohon buah jambu bol, pohon manga, pohon papaya. Hutan kecil yang terlihat cukup rapat itu juga menjadi rumah bagi beberapa jenis burung. 

dr. Dedi Tedjakusnadi, MARS (Direktur Pengembangan) dan dr. Erniody SpAn, KIC, M.Kes (Direktur Utama) 


Menurut Dr. Erniody, selain pada program dan investasi peralatan, RS. Husada menuju perubahan termasuk perubahan manajemen. Perkerutan tenaga medis muda yang handal menjadi prioritas. Saat ini RS. Husada, sudah memiliki banyak dokter muda berkwalitas. Karyawan non medis pun tengah disiapkan lebih baik. 

Ke depannya, RS. Husada ingin menjadi sebuah RS yang dekat dengan pasien. Dr. Erniody mengatakan, nantinya petugas RS. Husada diharapkan  bisa menyapa pasien dengan keramahan teller bank menyapa nasabah. Karena itu terus dilakukan, perubahan budaya kerja menjadi ramah-senyum-cepat-responsif. 

Jujur, saya sudah merasakan kerahaman tersebut. Saya sempat ngobrol santai dengan dokter  bedah syaraf, Dr. Subrady Leo SS, SpBS. Bahkan beliau sempat duduk di sebelah saya saat acara pembukaan. Penampakannya yang mengenakan jas hitam, membuatnya tidak terlihat sebagai dokter. Bahkan dari tutur bicaranya, saya seolah ngobrol dengan kawan dekat. Perbincangan mengenai syaraf tidak terasa berat. Saya menangkap kesan, pemahaman masyarakat yang terstigma membuat seolah dokter syaraf, dokter yang menyeramkan. 

Saya juga sempat berbincang dengan dokter ahli mata. Dr. Liliani SP.Mata. Beliaupun menjelaskan beberapa problem penyakit mata dengan bahasa yang mudah dipahami. Menjawab pertanyaan kami dengan santai dan senyum tak pernah lepa sdari wajhnya. Buat saya, asyik banget, seandainya semua dokter/tenaga medis mau berkomunikasi dengan pasien dengan gaya “kawan”.  

Persoalannya bukan saja mereka dokter-dokter muda yang sudah menjadi ahli tapi kemauan mendengar dan mengerti pasien, terlihat sebagai nilai plus. Karena kadang sebagai pasien,  saya sudah memiliki beban tersendiri atas penyakit yang ada. Kalau dokter ramah dan bersahabat, bisa sedikit mengurangi  beban. 

Ketika baru datang dan akan melakukan regestrasi, saya disapa dengan ramah seorang perempuan yang memperkenalkan diri, sebagai dr. Lipin. Diakhir acara saya baru tahu ternyata beliau Direktur Non-Medis. 

Pelan tapi pasti RS. Husada terus melakukan perubahan dengan mempertahankan komitmen tetap berikan pelayanan dan meningkatkan mutu pelayanan. 

BOARD OF DIRECTOR 
1.        dr. Erniody SpAn, KIC, M.Kes (Direktur Utama) 
2.        dr. Soegiarto Soekidjan, SpKJ, MM (Direktur Medis) 
3.        dr. Lipin, MPH (Direktur Non-Medis) 
4.        dr. Dedi Tedjakusnadi, MARS (Direktur Pengembangan) 


Note:
Artikel ini juga  ada di Kompasiana.

Indosat Ooredo: Era Baru Kebebasan Internet



Teknologi Komunikasi terus berkembang, digitalisasi disemua bidang tidak dapat dihindari. Internet menjadi kebutuhan untuk menjalani kegiatan sehari-hari. Benar adanya, tarif internet kian murah, Indosat Ooredo terus melakukan inovasi untuk memberi kenyamanan berinternet pada pelanggannya. Tahun 2017, Indosat Ooredo mempersembahkan model 4.0 yang digadang sebagai Era Baru Kebebasan Internet.

Saya salah satu blogger yang diundang datang ke  Kantor Pusat Indosat Ooredo, Rabu: 2 Feb 2017. Acara dibuka dengan makan siang yang melimpah dan lezat. pengunjung dimanjakan bukan hanya lewat makanan tapi juga ada foto booth yang langsung bisa disambungkan ke media sosial. Bisa foto sendiri maupun beramai-ramai. Bisa mengaktifkan kartu perdana, bisa konsultasi, pokoknya full service.

Presiden Director & CEO Indosat Ooredo Alexander Rusli, begitu energic menyapa para undangan yang hadir. Berlari dan melompat ke atas panggung, menyapa dan menyampaikan kabar gembira. Beliau menjelaskan dari service awal hadirnya Im3. Sesuai komitmen yang terus meningkatkan kemampuan, akhirnya datang juga tahun 2017 sebagai tahun kebebasan.


Disebut sebagai tahun kebebasan, karena pelanggan memang mendapat kebebasan dalam penggunaan kuota. Jika kuota tak terpakai pada masa penggunaan bisanya hangus jika tiba diakhir  waktu penggunaan, kini tidak lagi. Indosat Ooredo melakukan terobosan baru dengan memberikan fasilitas akumulasi, dimana kuota yang tidak terpakai diakumulasikan ke bulan berikutnya, Service ini disebut Data Rollover. Tanpa daftar lagi, tanpa biaya dan bisa diakumulasikan setahun.

Jelas ini kabar gembira yang benar-benar menawarkan kebebasan berinternet. Pada program sebelumnya Indosat Ooredo sudah memberikan kebebasan bagi pelanggan yang suka mendengar musik maupun menonton video. 

Pelayanan Data Rollover bisa diperoleh semua pelanggan Im3 maupun Mentari, juga pengguna baru maupun pengguna lama, asalkan memiliki paket internet bulanan. Tanpa dikenakan biaya tambahan. Benarlah prediksi beberapa pengamat telekomunikasi, bahwa suatu masa, konsumen akan diuntungkan.


Bukan Indosat Ooredo namanya kalau tidak memberi kejutan pada tamu yang hadir. Di luar dugaan, saat tamu mengabadikan foto, Pak Rusli dan rekan-rekannya melemparkan bola ke arah tamu, para tamu sebagai mengindar, sebagian malah melambungkan bola. Tiba-tiba pembawa acara mengumumkan bola-bola tadi berisi saldo sakuku senilai Rp. 250.000, gelak tawa memenuhi ruangan. Bukan cuma itu, ternyata di bawa kursipun terdapat banyak bola-bola yang berisi saldo internet. Semua senang semua riang. 




In House Training BRId: Menulis Reportase ala Blogger




Sabtu, 27 Januari 2017, bertempat di Wisma RIAT -Rumah Internet ATmanto, di kawasan pangadegan, Jakart Selatan, di gelar In house training: Menulis reportase ala Blogger. Ini adalah kelas pelatihan  yang di gelar Komunitas Blogger Reporter Indonesia. Komunitas Blogger Reporter Indonesia di dirikan Hazmi Srondol, Ani Berta dan beberapa kawan blogger lain. 
Untuk makan siang kegiatan ini,  didukung Jakarta Nasi Tumpeng.

Dengan menggunakan ojek online saya datang. Ketika saya tiba, kawan-kawan sudah banyak yang hadir. Saya bersyukur begitu saya tiba, hujan deras baru turun. Saya terselamatkan. Senang bertemu dengan Admin BRId, Mas Hazmi Srondol, lama saya tidak bertemu. Sebelum acara di mulai, saya dan kawan-kawan dipersilakan melihat-lihat seisi Wisma RIAT, yang nantinya bakal menjadi kantor/markars BRId.

Pembawa acara Hani, menyapa  takzim dengan salam yang baik. Hani menginformasikan kegiatan in house training ini adalah kegiatan pertama. Mengangkat tema: 

Menulis Reportase Ala Blogger.

Selanjutnya sambutan Admin Hazmi Srondol, saya mengenalnya sudah sejak tahun 2012, saat komunitas-komunitas blogger belum sebanyak sekarang. Bersamanya saya pernah ikuta menjadi reporter yang meliput persiapan pilkada DKI. Mampir di Kubu Gerindra, Mampir juga di kubu PDIP. Pokoknya seru. Vlognya bisa dilihat di chanel youtube beliau.



Satu yang saya ingat, beliau mengatakan Blogger memiliki kemampuan paket lengkap yang tidak dimiliki reporter di media mainstream (media massa) Maksudnya? Seorang blogger bisa melakukan 3 pekerjaan sekaligus, menulis, memotret dan membuat video, sedangkan reporter media masaa, biasanya datang dengan tim, minimal dua orang, reporter dan fotographer atau reporter dengan cameramen. hanya blogger yang datang sendiri dan mengerjakan pekerjaan sebagai penulis, tukang foto dan pembuat video.

Sebelum Ani Berta, Co Founder, BRId, blogger yang terkenal dengan pengalaman, kemampuan yang mumpuni juga kebiasaannya yang murah berbagi ilmu. Mendengar penjelasan Teh Ani, begitu biasa orang-orang menyapanya. Saya seperti diingatkan kembali, pelajaran jaman saya kuliah. Saya senang mendengarkan Teh Ani menjelaskan. Gaya berceritanya sangat asyik, membuat yang mendengar tidak bosan. Saya diingatkan kembali, pada dasarnya Menulis reportase ala blogger gak jauh berbeda dengan reportase media mainstream. Dasarnya sama, 5 W 1 H.

Yang membedakan hanya gaya bahasa. Reportase ala blogger menggunakan gaya bahasa pribadi, lebih luwes dan tidak formil. Blogger remaja yang segmen pembaca blognya remaja, boleh menggunakan sebutan gue untuk membahasakan dirinya. Padahal yang seperti itu sangat tidak diperbolehkan di media main stream.

5 w 1 H, sebenarnya pakem, sekaligus batasan yang membuat seorang penulis fokus. Menggunakan pertanyaan dari 5 w 1 H, dengan sendirinya membuat penulisan tersebut lengkap. Teh Ani, juga mengingatkan, kalau menulis laporan atau reportase, jangan mengutip plek keteplek dari press release. Kan blogger sudah datang dan mengikuti, maka apa yang dilihat dan didengar itulah yang di tulis. Press release hanya untuk informasi, nama, gelar dan jabatan nara sumber.

Namanya manusia, yang punya keterbatasan, kita kerap lupa. Makanya mengapa buku catatan dan alat tulis menjadi penting, gunanya untuk mencatat hal-hal penting. Cara lain untuk mengingat adalah dengan melakukan live twet. Kultwet yang kita tulis per 140 karakter, bisa menjadi pengingat. Jangan lupa hastag (#)

Teh Ani, juga mengingatkan ada baiknya tidak menggunakan foto yang dikirm pihak pegundang. Jauh lebih baik menggunakan hasil foto sendiri. Ini yang dimaksud Admin Hazmi Srondol, Blogger wajib memiliki Paket lengkap.

Reportase ala blogger boleh memasukan sedikit opini. Kalau di media main stream menurut Bang Nur Terbit, salah satu blogger yang mantan wartawan dari suratkabar Terbit, gaya penulisan reportase ala blogger, kalau di media mainstream, biasanya masuk kategori feature. Sebuah gaya penulisan yang mengutamakan informasi dengan gaya bahasa berutur atau story telling, mengandalkan fakta tapi tidak mengutamakan unsur "waktu". 

Makanya kalau blogger liputan, masih diperkenankan menuliskan/mempublikasikan tulisannya  h+3. Berbeda dengan media mainstream, kalau masuk kategori news/berita, maka harus segera dipublikasikan, makanya gaya bahasa yang digunakan formal dan tegas. Unsur kecepatan tayang, menjadi nilai lebih.

Secara garis besar, perlaatan yang diperlukan blogger untuk melakukan liputan sama dengan peralatan reporter media massa. Gadget/samartphone, recorder, buku catatan, alat tulis dan camera. Semua itu digunakan blogger yang bersangutan. Kalau repoter media masa, untuk foto dan camera video bisanya adanya, orang kedua.

Teh Ani, lebih banyak menekankan pada pentingnya attitude. Dulu blogger kerap dipandang sebelah mata oleh reporter media mainstream, karena dianggap berisik dan nggak fokus. Sehingga di rasa mengganggu. Karena nggak sedikit blogger yang membawa anak saat hadir di sebuah acara. Teh Ani, mengingatkan untuk, blogger menahan diri dan mengikuti aturan. Jika ada larangan membawa anak, baiknya tidak membawa anak. Jika diberi kesempatan bertanya, perhatikan situasi dan kondisi. Jika sudah ada blogger yang bertanya, berikan kesempatan repoter media mainstream yang bertanya. Datang tepat waktu dan hindari berbicara/berdiskusi sendiri saat mengikuti suatu kegiatan.




Saya tiba bersamaan dengan seorang lelaki muda yang membawa nasi tumpeng kumplit. Hazmi Srondol sempat bercanda dengan bertanya, apakah saya datang dengan lelaki muda tersebut. Ternya lelaki muda tersebut bernama Wahyu Vidyanto, pemilik Jakarta Nasi Tumpeng. Vidy, begitu ia memperkenalkan diri, bercerita mengapa menekuni bisnis kuliner, karena ia percaya setiap orang butuh makan, karena itu bisnis kuliner pasti akan hidup. Tapi bagaimana mengolah dan mengaturnya itu yang perlu diperhatikan dengan serius.

Alasannya menekuni Nasi tumpeng sebagai bisnis, karena ia mencintai Indonesia. Dan meyakini Nasi tupeng sangat Indonesia. Pada acara syukuran, apapun agama dan sukunya, Nasi tumpeng selalu hadir. Ini sekaligus menjawab keprihatinan Vidy ketika melihat banyak orang menjadikan kue  dan tiup lilin di atas kue manjdi bagian dari kegiatan syukuran (terutama ulangtahun) Menurut Vidy, itu bukan budaya Indonesia. Nasi tumpeng walau asalnya dari budaya Jawa, kini sudah menjadi budaya Nusantara.

Inilah 5 hal yang dibagikan Vidy sebagai jawaban mengapa Jakarta Nasi Tumpeng siap bersaing.

1. Rasa yang terjamin. (Enak)
Walau nasi tumpeng berasal dari Jawa tapi Jakarta Nasi Tumpeng sudah disesuaikan dengan lidah orang Jakarta. Saat ini hanya melayani untuk wilayah Jakarta.
2. Keramahan Custumer Service
3. Webside yang user friendly.
Ini penting agar orang mau berlama-lama dan melihat lebih banyak 
4. Layanan gratis ongkos kirim
5. After sales.
Jakarta Nasi Tumpeng, memiliki after sales. 

Kelihatan Vidy sangat memahami apa yang disebut silaturahmi. Tim Jakarta Nasi Tumpeng, sehari sebelum pengantaran, sudah ada yang menghubungi customer pemesan, untuk menginformasikan waktu dan lokasi pengiriman. Sesudah beberapa harui kemudian, ada tim Jakarta Nasi Tumpeng yang akan menghubungi Customer untuk menanyakan, kegiatan, reaksi tamu, situasi acara dan apakah ada komplain. Dengan begitu, bisa direspon dengan cepat. Kebanyakan customer senang bila disapa. Jika anda berminat pesan, silahkan ke 0812-9430-9199











Kalau tidak mengingat waktu, saya percaya peserta tidak mau acara diakhir. Tanya jawab kian intens bahkan Hazmi sempat ikut melengkapi apa yang sudah disampai Teh Ani. Acara yang penuh keakraban diselingi makan siang dan salat. Senang bisa menjadi bagian kegiatan ini, semoga kelas selanjutnya saya bisa bergabung lagi.







Waspada! Masakan Rumah, Bisa Jadi The Silent Killer.

Narasumber, Simphosium


Tepat di Hari Gizi Nasional, saya mendaptkan undangan dari Minyak goreng Sunco untuk menghadiri Simphosium dengan tema; 

Masakan Rumah, The Silent Killer? 

Simphosium digelar: Rabu,25 Januari 2017 di Ballroom Cheers Residental RSPP,Jakarta.
Menghadirkan narasumber:

1.  Dr. Entos Zainal,DCN,SP,MPHM dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi),
2. Theresia Irawati, SKM,M.Kes dari Kasi Kemitraan Subdit Advokasi dan Kemitraan Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat  Kementrian Kesehatan Republik Indonesia,
3. dr. Tirta Prawita Sari dari Ikatan Dokter Indonesia,
4. Brand Ambassador Sunco Christian Sugiono, 
5. Deputy marketing manager Sunco, ibu Mulina Wijaya,

Acara mundur dari jadwal, membuat peserta gelisah. Tapi  MC cantik Tata, mampu mengendalikan hadirin. Tata mengajak beberapa peserta yang hadir untuk bermain sebelum acara utamanya dibuka. Lumayan seru, karena Tata memberi waktu hanya 30 detik untuk peserta berselfie, sebanyak-banyaknya. Peserta di pilih berdasarkan wilayah tinggal, ada yang dari Serang, Bogor, Tangerang, Depok dan Jakarta Utara. Permainan mampu mencairkan kegelisahan peserta yang sudah datang sejak pk. 10.00

Moderator, Muhammad Dzulkifli  membuka dengan mengatakan Tema masih dalam bentuk kalimat tanya. Karena di simphisium ini kita akan membahas hal tersebut. Jujur nih, saya deg-degan, Kalau makanan rumah saja bisa The Silent Killer, mustinya ada yang salah. Selama ini, saya begitu yakin, sebagai istri dan ibu, saya selalu memberikan yang terbaik bagi keluarga. Termasuk dalam hal masakan. Bukan hanya terbuat dari bahan pilihan tapi saya juga sangat memperhatikan kebersihan dalam pengolahan bahan makanan. Agar menghasilkan makanan lezat yang sehat.

Dr. Entos Zainal,DCN,SP,MPHM dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), menjelaskan peranan gizi dalam pertumbuhan otak, sejak masih janin hingga tumbuh kembang anak hingga 1000 hari pertama kehidupannya. Gizi makro (Energi, protein dan lemak) dan Gizi mikro (Vitamin dan mineral) sangat diperlukan.

Saya paham, dalam hal menyanjikan komposisi makanan yang sesuai kebutuhan keluarga. Untuk anak-anak (Usia jelang remaja) yang masih membutuhkan banyak asupan makanan, saya memperhatikan bukan hanya jenis yang dimakan tapi juga hingga jumlah yang dikonsumsi. Sesekali kami juga makan di luar rumah. Membeli dari restoran, kadang di bawa pulang, kadang makan di tempat.

Saat makanan di bawa pulang, terkadang sisa dan saya menyimpannya di lemari pendingin. Lalu jika ingin dimakan, maka dihangatkan kembali. Itu kesalahan besar yang berpotensi menjadi Sillent Killer. Ternyata jenis sayur-sauran termasuk makanan yang tidak boleh dihangatkan. Karena jika dihangatkan, maka kandungan gizinya sudah tidak ada. Kok bisa? Bisa. Karena gizi dalam makanan bisa menguap/hilang dalam proses memasak. Sayangkan kalau makanan tersaji enak tapi tak bergizi.


Christian Sugiono, Brand Ambasador Minyak Goreng Sunco
Hal yang bisa menyebabkan masakan rumah menjadi the silent killer, ketidaktahuan bahan yang akan digunakan. Di pasaran sangat banyak jenis minyak goreng. Sebagai Ibu rumah tangga, saya tahu banget, minyak goreng adalah salah satu penghuni tetap lemari dapur. Dalam proses memasak, minyak goreng, salah satu bahan yang selalu digunakan. Minyak goreng memiliki kandungan lemak. Dalam jumlah terbatas lemak diperlukan tubuh untuk membantu penyerapan vitamin A,D,E dan K.

Sayangnya, masih sedikit yang berpikir, memasak sehat. Soalnya berbanding terbalik dengan perinsip hemat para Ibu rumah tangga. Salah satunya dalam menggunakan minyak goreng, sangat tidak disarankan menggunakan minyak goreng berulang-ulang. Minyak goreng, maksimal digunakan hanya untuk dua kali penggorengan. Karena pemanasan minyak berkali-kali dapat menyebabkan lemak jenuh, sehingga makanan yang dimakan tidak sehat karena dapat menyebabkan penyumbatan aliran darah. Akibatnya terjadi penumpukan lemak dan jalan darah menjadi tersumbat. Ini yang kerap membuat serangan jantung atau tinggi kolesterol.

Menurut Theresia Irawati, SKM,M.Kes dari Kasi Kemitraan Subdit Advokasi dan Kemitraan Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat  Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, saat ini masyarakat sangat dimanjakan dengan gaya hidup yang ada. Segala sesuatu dimudahkan, hingga tidak perlu mengeluarkan banyak energi. Bahkan mau makan apa saja, tinggal tekan hp dalam tangan, makan siap saji bisa segera tersaji.

Padahal kondisi semacam ini membuat, orang tidak banyak bergerak, mengkonsumsi banyak makanan berlemak, akibanya penyakit datang silih berganti seperti Hipertensi, Stroke, Diabetes, Obesitas, Kanker, Lemak Hati dan Serangan Jantung. Semua itu termasuk  penyakit tak menular yang disebabkan pola/gaya hidup yang salah.


Hadir
November tahun 2016, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan RI, meluncurkan GERMAS- Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Pemerintah sudah melihat, gaya hidup masyarakat saat ini cenderung tidak sehat. Jika dibiarkan maka negara akan dirugikan, mengingat penyakit degeneratif karena gaya hidup banyak berdampak pada masyarakat usia produktif.

Karena itu GERMAS, menjadi sebuah Gerakan yang diharapkan bisa mengembalikan pola/gaya hidup masyarakat yang sehat. Ajakan GERMAS, secara garis besar ada 3, Yaitu:
1. Banyak bergerak/Olahraga Teratur
2. Meningkatkan makan sayur dan buah
3. Cek kesehatan secara berkala/rutin

Melengkapi ke 3 hal di atas, hindari rokok dan alkohol, istirahat yang cukup, jaga kebersihan (Cuci tangan, sebelum makan, cuci tangan sesudah BAK dan BAB) dengan sabun termasuk penggunaan jamban.

dr. Tirta Prawita Sari dari Ikatan Dokter Indonesia, menjelaskan seputar  lemak. yaitu, Lemak Tak Jenuh (Unsaturated Fats), Lemak Jenuh (Saturated Fats) dan Lemak Trans. Pada suhu kamar, lemak jenuh dan lemak trans berbentuk padat seperti butter sedangkan lemak tak jenuh biasanya berbentuk cair pada suhu ruangan, contohnya minyak zaitun atau minyak sayur, lemak-lemak tersebut memiliki pengaruh yang berbeda pada tubuh.  Masyarakat seringkali menganggap minyak goreng adalah hal yang tidak berbahaya. Jika digunakan dengan cara dan jumlah yang tepat, Minyak goreng baik untuk tubuh tapi perlakukan yang salah dan dalam jumlah yang banyak, akan membuat minyak goreng menjadi musuh bagi kesehatan.  

Mulina Wijaya, Deputy Marketing Manager Sunco mengingatkan: "Agar terhindar dari penyakit berbahaya, pastikan tidak menggunakan minyak secara berulang-ulang. Jika minyak sudah berubah warna akibat sisa makanan, sebaiknya ganti dengan minyak yang baru. Selain itu, hindari penggunaan suhu terlalu panas saat memasak, karena dapat membentuk radikal bebas yang merugikan kesehatan dan merusak kandungan vitamin dalam minyak goreng.”



Ciri – Ciri minyak goreng baik mudah dikenali, Yaitu: dikit nempel di makanan, bening, tidak mudah beku, nampak lebih encer dan tidak serik di tenggorokan. Minyak goreng yang lebih encer membuat minyak yang menempel di makanan menjadi lebih sedikit, otomatis lebih sedikit juga minyak yang terkonsumsi. Ciri-ciri lainnya, yaitu tidak mudah beku, yang berarti mempunyai kandungan lemak jenuh yang lebih sedikit. Sunco adalah minyak goreng yang baik. Untuk mengetahui lebih jelas, silahkan kunjungi: www.minyakgorengsunco.com

Ciri-ciri minyak goreng yang sudah tidak baik, adalah berubah warna. Perubahan warna pada minyak goreng adalah salah satu tanda minyak mulai mengalami kerusakan / oksidasi. Menghindari penggunaan minyak goreng yang sudah rusak dapat membantu menghindari resiko penyakit kanker.

Untuk mendapatkan resep sehat bagi keluarga silahkan ke www.resepsehat.com:

Yuk, ibu, kita jaga dan berikan yang terbaik bagi keluarga tercinta. Jangan sampai apa yang kita masak menjadi racun bagi keluarga. Sehat itu mahal, maka tak salah jika kita terus belakar dan mencari tahu, agar apa yang kita sajikan di rumah tetap sesuai tujuan, yaitu memberikan makanan yang lezat dan sehat.






Destinasi Wisata Ngehits Lampung: Muncak Teropong Laut



Saat ini, ketinggian suatu tempat menjadi lokasi seru buat foto-foto. Pemilik phobia ketinggian, silakan jadi warga planet lain. Karena nyaris semua tempat wisata di berbagai daerah, menyiapkan spot-spot keren di ketinggian  berlatar belakang hutan, pantai. laut, pulau, jembatan dan lain-lain. Lampung, tak mau kalah. Jika selama ini keindahan pantai yang digaungkan, kini ditambah destinasi wisata ketinggian yaitu MUNCAK TEROPONG LAUT, 




Muncak adalah sebutan kawasan Puncak bagi orang Lampung. Berada di Jl. Bengkulu No.4, Gn. Sari, Engal, Kota Bandar Lampung, Lampung 35118. Sama seperti perjalanan ke wilayah puncak pada umumnya, jalan menanjak, berkelok, kiri atau kanan ada tebing dan jurang. Jalanan relatif bagus, tetapi karena menanjak dan berkelok, dibutuhkan kesabaran, ketelatenan dan perhatian.

Permandangan saat mendekati Muncak

Berjarak tak jauh, hanya sekitar satu jam perjalanan dari penginapan kami-FlipFlop Hostel. Cuaca Lampung yang panas dan kering, sesaat tergantikan dengan cuaca sejuk dan berangin. Ketika tiba di lokasi, dalam hati saya berseru, Puji Tuhan untuk keindahan alam Lampung dan terima kasih, saya dan rombongan #BloggerCihuy boleh tiba dengan selamat. Mendekati Muncak, permandangan indah nampak di depan mata. Guide tour kami, Blogger Ngehits Lampung Indra sudah menginformasikan untuk sabar. Jangan tergiur dengan spot-spot yang terlihat di depan mata. 

Foto di parkiran MUNCAK


Spot yang dimaksud, adalah, menara atau tempat berfoto yang dibangun masyarakat setempat. Di bandrol Rp. 3.000 sd Rp. 5.000 satu wahana tempat berfoto. Harga yang murah. Tapi Indra sudah menginformasikan, jalan sedikit, di atas ada destinasi wisata yang sesungguhnya, dengan Harga Tiket Masuk cuma Rp. 5.000 ada banyak spot foto gratsi yang bisa dimanfaatkan berfoto. Anak-anak tidak bayar.


Tak sampai 100 m kami berjalan, mulai terlihat papan ucapan selamat datang dan penunjuk bertuliskan Muncak Teropong Laut. Di pintu masuk sudah ada penjaga yang memungut bayaran Rp. 5.000/orang. Melewati pintu, sebelah kiri toko penjual jajanan, sebelah kana  tempat duduk santai menghadap ke hutan.
Ingin bersorak dan melompat karena gembira tapi takut malah jatuh. Dengan perasaan yang tak menetu, mata saya menjelajah.



Ada keinginan menjelajai dan berfoto disetiap sudut. Tapi walau pengunjung tak banyak tetap saja harus bergantian. Rombongan #BloggerCihuy saja sekitar 20 orang. Mulai dari foto sendiri atau bersama-sama, sudah menghabiskan banyak waktu. Maka saya cukup puas bisa berfoto secukupnya. Jika ada usia dan kesempatan, semoga bisa kembali dan berfoto disudut yang berbeda.

Rombongan #BloggerCihuy

Bukan pamer kemesraan

Ngeri-ngeri sedap


Saya tidak takut ketinggian, tapi juga bukan orang yang senang di ketinggian apalagi sekedar berdiri di sebuah papan tanpa penjagaan. Takut? Ya. Cuma kok ya merasa rugi kalau tidak ikut kekinian. Bersama pasangan yang sebelumnya saya minta untuk tidak bercanda. Maka bergayalah kami dan diabadikan anak dan beberapa kawan #BloggerCihui. Tersenyum kecut karena memang deg-degan.Berfoto di Muncak Teropong Laut, maka syahlah jadi orang ngehitz karena sudah berfoto di lokasi yang ngehitz.

Happy Family




Blogger Cihuy: Ketagihan Snorkling di Pulau Pahawang




Saya bersama rombongan #BloggerCihuy termasuk suami dan kedua anak, datang mengunjungi Lampung di akhir pekan lalu. Tujuan perjalanan ini berlibur. Ya kami, #BloggerCihuyLiburan #BloggerCihuyGoestToLampung. Pahawang menjadi salah satu tujuan yang ingin kami kunjungi. Foto-foto dan cerita kawan-kawan yang sudah pernah mengunjungi Pahawang sangat menginspirasi kami untuk datang, melihat dan merasakan sendiri atmosfir Pahawang.

Maka catatan ini, saya dedikasikan buat kamu yang menyukai perjalanan. Lampung tidak jauh dari Jakarta dan dapat ditempuh dengan mudah. Dan biayanyanya juga tidak mahal. Kami dan #Bloggerihuy saja sampai di Lampung, masa kalian nggak? 


Kalau kata Blogger Lampung 
DuniIndra: Lampung itu luas dan keren.

Bangun pagi saat berlibur tuh susah banget tapi demi ke Pahawang, senyaman apapun kamar penginapan tidak bisa menahan kami bangun. Tanpa mandi, tepat pukul 06.00 pagi kami meluncur menuju dermaga Ketapang. Kurang lebih berjarak 1 jam perjalanan. Pagi yang menyenangkan, walau saat itu matahari masih agak malu-malu bersinar.


Di dermaga penyebrangan Ketapang


Dari bis, kami sudh bisa melihat pantai dan pulau Pahawang di kejauhan. Bukan hanya anak-anak, saya dan blogger lainpun sama semangatnya dan sama nggak sabarnya. Begitu turun dari minibus, kami berhamburan mencari spot kece untuk berfoto. Sambil menunggu kesempatan menyebrang, kami sarapan pagi. Nasi uduk dan nasi kuning mejadi santapan yang enak banget. Perut wajib terisi kenyang adalah salah satu persyaratan kalau mau berkegiatan termasuk naik kapal ataupun snorkeling.

Mayang Djausal memberikan briefing

Kalau tidak terbiasa, ada baiknya membawa pil anti mabok seperti antimo. Sebenarnya ada beberapa blogger diantara kami yang tidak bisa berenang. Makanya pada cemas. Sebelum naik kapal, kami mendapat briefing langsung dari Mayang Djausal, anggota Lampung Diving Club. Mengenai apa yang tidak boleh dilakukan. Dan Mayang juga menjelaskan cara memakai peralatan snorkeling.  Ada 5 life guard yang menyertai perjalanan kami. Lengkap dengan tim dokumentasi dengan peralatan camera bawah laut, juga drone.

Mayang Djausal dari Lampung Diving Club mencontohkan
pemakaian alat-alat snorkling

Rombongan Blogger Cihuy menyimak briefing di dermaga penyebrangan Ketapang

Mayang Djausal dan Lampung Diving Club akan melakukan diving di spot yang tidak jauh dari tempat kami snorkeling. Bahkan kami makan siang sama-sama dengan tim Lampung Diving Club di Pulau Pahawang besar lalu melanjutkan diving dan snorkeling di spot yang sama. Bedanya para diver menyelam di kedalaman hingga 12 m, kami Cuma dipermukaan dan menimati ikan nemo yang bagus-bagus warnanya. Ada juga cumi-cumi, dan bintang laut.

Menuju spot snorkling



Kebanyakan diantara kami, ini pengalaman pertama bersnorkling, antara takut, dan penasaran tapi pada akhirnya kami semua nyebur ke laut. Ternyata bersnorkling ditengah lautan itu, gila banget. Rasanya sulit dijelaskan.  Dan kami semua memiliki perasaan yang sama, ketagihan. Kamu, kapan ke Pahawang?

Blogger Lampung, Fajrin Herris:
Lampung itu bikin kangen


Gaya dan kerenkan? Blogger Cihuy, gitu loh.










Gaya melompat wajib ada.