Google Adsense

Film, AISYAH, Biarkan Kami Bersaudara: Bangkitkan Semangat Nasionalisme


Film, sebagai sebuah karya seni dapat menjadi tontonan sekaligus tuntunan. Produk hiburan yang diharapkan bisa memberikan semacam pencerahan. Harus saya akui, dada saya bergetar menonton film Aisyah, Biarkan kami bersaudara. Ada rasa marah sekaligus membakar semangat nasionalisme saya. Ini Indonesia dan saya merasa belum melakukan sesuatu untuk Indonesia. Dari sisi judul, saya sudah tergelitik. Masa, bersaudara saja harus izin? Harus minta dibiarkan? Begitu mahalkah harga sebuah hubungan prsaudaraan?

Kalau melihat 20 atau 25 tahun terakhir, Indonesia sarat dengan intrik SARA. Saya sempat merasa gamang dengan kondisi  seperti itu. Dan seribu tanya berloncatan dalam benak ini, mengapa dan mengapa tapi tetap tak terjawab.
Film, Aisyah, Biarkan kami bersaudara , sudah tayang sejak minggu ketiga Mei 2016. Tapi saya baru berkesempatan menonton. Itupun bersama kawan-kawan berbagai komunitas, atas undangan Kementerian Pendidikan. Mungkin karena film ini bercerita tentang perjuangan guru, maka Kemenrtian Pendidikan merasa perlu turut mensosialisasikan, sekaligus sebagai bukti dukungan pada film Indonesia.

Sebelum Film Aisyah, Biarkan kami bersauadara, di tahun yang sama saya juga menonton film yang bertema pendidikan. Tema pendidikan memang sebuah tema universal yang sangat menarik sekaligus menantang untuk diangkat ke layar lebar. Persoalannya adalah, apa pesan yang ingin disampaikan. Kadang terjebak pada tuntutan sebuah karya komersial, membuat pesan utamanya tidak sampai.

Saat film akan di mulai, saya lekat memprhatikan nama-nama pendukung film Aisyah, Biarka Kami bersaudara. Begitu membaca nama Penulis Skenario; Jujur Prananto, sedikit optimis film ini layak di tonton. Jujur Prananto, alumni Istitut Kesenian Jakarta, memulai karyanya sebagai penulis cerita pendek yang banyak masuk dalam kategori Cerpen Pilihan Kompas. Kemudian sejumlah skenario yang ditulisnya mendapatkan pengharga. Skenario  PARMIN mendapat peghargaan dari  Festival Sinetron Indonesia pada tahun 1994. Dan Festival Film Bandung pada tahun 2002, memberikan  penghargaan sebagai skenario terpuji  dari Film Ada Apa Dengan Cinta?

Kehadiran penulis scenario Jujur Prananto, menurut saya adalah salah satu kekuatan dalam film tersebut, selain dari Bintang Utamanya Laudia Cintya Bella. Laudia yang karirnya di mulai lewat sinteron layar tv, kiprahnya makin cemerlang. Ia mampu memerankan sosok guru bersahaja asal Jawa Barat yang ditempatkan di Atambua NTT. Naif, muda, emosional, keras kepala berhasil diekpresikan dengan ciamik.

Seting alam NTT yang indah dari jauh dan gersang dari dekat ikut memperkuat peran bu guru Aisyah. Kehadiran komikus Ge Pamungkas dan Arie Keriting juga menjadi nilai lebih. Demikian juga anak-anak asli yang menjadi  murid, mereka terlihat natural, dengan memerankan sebagai anak murid. Musik pendukung selaras dan harmonis dengan rangkaian gambar. Secara keseluruhan, saya akan memberi nilai 7,5 untuk film ini.

BloggerCihuy bersama Surya Sahetapy, salah satu pemain dalam
Film Aisyah, Biarkan Kami Bersaudara


Kelemahan tidak tampak jelas, namun jika direnungkan, maka yang saya anggap sebagai sebuah kelemahan adalah tema konflik perbedaan agama. Entah mengapa saya merasa tema  konflik beda agama, tidak ok banget. Bukan mau menyangkal tapi saya kira bisa dialihkan. Artinya konflik bisa diambil dari perbedaan budaya jangan dari sisi agama.

Kesulitan masyarakat NTT mendapatkan air bersih harusnya bisa dieksplorasi lagi, sekaligus pesan untuk pemerintah. Masa sih, nggak bisa berbuat sesuatu, Indonesia sudah 71 tahun merdeka. Jago-jago geofisika dan geodesi banyak. Masa membuat sumur air atau apappun itu, nggak bisa?  Saya pernah beberapa kali ke NTT, (Kupang, Waikabubak, Waingapu di Sumba Barat dan Timur) saya tahu betul, sulitnya mendapatkan air, sehingga menjadi sumber/penyebab penyakit.

Selain itu, menghabiskan banyak waktu. Sehingga jangankan belajar, bermainpun tak sempat karena anak-anak harus berjalan berpuluh puluh km untuk mendapatkan air bersih. Ini harusnya diangkat sebagai konflik utama. Bahwa gangguan kegiatan belajar bukan karena perbedaan agama. Dan konflik agama yang diangkat, buat saya sesautu yang basi. Apa anak-anak kita mengerti bahwa konflik yang terjadi adalah akibat miss communication.  Bagaimana kita mau mengedepenkan perbedaan itu indah? Jika yang diangkat konfik budaya dan sifat pribadi-pribadi, saya rasa pesan moralnya bisa lebih mengena.

Karena penempatan Aisyah sebagai pendidik di Atambua memang difasilitasi Yayasan, artinya pihak swasta tapi kalau mau diperdalam, bisa sedikit disampaikan peran kemendikbud dan PGRI di Atambua. Karena Atambua masih Indonesia. Atau apa yang diperlihatkan film, nyata adanya, bahwa Kementrian pendidikan memang belum menyentuh ke sana?  Lalu apa yang sudah dilakukan Kementrian pendidikan Karena jika film adalah tontonan juga tuntunan, jangan biarkan kami hanya meneteskan airmata dan usai film, kamipun bubar begitu saja. Benar rasa nasionalisme saya terbakar, tapi apa yang bisa saya lakukan? Menjadi guru itu, mulia. Usai menonton, Cuma sepotong harapan yang saya langitkan lewat doa, semoga ada banyak guru yang mau mengajar di pelosok-pelosok nusantara dan beda agama bukan ancaman.

Sutradara: Herwin Novianto
Produser: Hamdani Koestoro
Penulis Skenario: Jujur Prananto
Pemain: Laudya Cynthia Bella, Ge Pamungkas, Arie Kriting, Lydia Kandou
Read More

Bekal Persiapan Anak Mengahadapi Persaingan Global.




Menjadi orangtua adalah jabatan hingga usia menutup mata.

Sebelum, menikah ditanya kapan menikah?

Sesudah menikah ditanya kapan mempunyai anak?

Sesudah ada anak, ditanya kapan kasih adik?


Nggak pernah ada yang bertanya, kapan bercerai?
Pertanyaan konyol yang tidak pernah habis. Yang menanyakan lupa, kalau pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak sopan. Karena sejujurnya pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak membutuhkan jawaban. Karena yang bertanya hanya sekedar usil. Masih banyak persoalan yang bisa menjadi bahan diskusi untuk membuka percakapan. Salah satunya, apa yang sudah disiapkan untuk anak-anak .  
Saya berkesempatan hadir di gathering kerja bareng Kumpulan Emak Blogger dengan Asuransi Jiwasraya yang mengangkat "Persiapan Pendidikan Anak Menghadapi Persaingan Global" . Dibuka dengan sambutan dari Mak Icoel, begitu sapaan Sumarti Saelan Ketua Kumpulan Emak Blogger. Lalu dilanjutkan dengan diskusi yang awalnya diantarkan Mira Sahid selaku Founder Kumpulan Emak Blogger. Mira berbagi pengalamannya dalam menghadapi kedua anaknya. Yang sulung mempunyai minat yang berubah-ubah, sementara yang bungsu terlihat lebih stabil. Pada kesempatan inipun Mira ingin mengetahui lebih banyak bagaiman menghadapi kedua anaknya.

Bagi sebagian orang, "Persiapan Pendidikan Anak Menghadapi Persaingan Global" bukan topik baru. Begitu juga awal dugaan saya. Tapi dugaan saya itu keliru. Bahasannya, jauh dari perkiraan. Bahkan tak terpikir. Karena ketika bicara persiapan anak menghadapi persaingan global, maka yang terlintas memberikan anak macam-macam les/pelajaran tambahan demi dan untuk meningkatkan kemampuan si anak. Agar saat terjun ke lapangan, menjadi lebih tangguh dan siap.     

Itu tidak salah. Tapi yang menjadi topik penjelasan Psikolog Elizabet T. Santosa, bukan itu. 

3 hal utama sebelum memberikan anak les/pelajaran tambahan adalah, 

1. Orangtua mendeteksi potensi/kemampuan anak.
Di sini kepekaan dan perhatian sebagai orangtua sangat diperlukan. Karena terkait minat dan bakat anak.
Bicara minat dan bakat anak, maka kepekaan orangtua menjadi kunci. Sejauh mana orangtua berinteraksi dengan anak menjadi kunci jawaban.
minat mi.nat [n] kecenderungan hati yg tinggi thd sesuatu; gairah; keinginan.
Jika orangtua dekat dan peka dengan anak, pasti bisa mengenali minat si anak. Misalnya: Bagaimana reaksi anak jika mendengar musik?
Apakah anak kita penuh rasa ingin tahu sehingga selalu bertanya?
Apakah anak kita tertarik mengenal angka? Bermain di alam, sayang dengan binatang, selalu menjadi pemimpim di antara kawan-kawannya.
Dari hal-hal semacam itu, kita sebagai orangtua bisa mengenali minat anak.

Bagaimana dengan bakat?
Menurut KBBI
ada 6 pengertian. Yang saya maksud di sini adalah pengertian yang kedua.
  • bakat ba.kat [n] (1) alamat (tanda-tanda bahwa sesuatu akan terjadi): -- hujan; (2) dasar (kepandaian, sifat, dan pembawaan) yg dibawa sejak lahir: ia memiliki -- melukis (menyanyi dsb); (3) bekas; kesan; tanda-tanda (luka dsb): -- banjir yg melanda kampung itu masih tampak jelas; -- pasang di panta
Serupa dengan minat, bakat juga dapat dikenali jika orangtua dekat, peduli, perhatian dan berinteraksi dengan anak.

Minat dapat lahir atau terjadi, jika selalu ada pada situasi yang sama dalam rentang waktu yang lama. Misalnya selalu berada di tengah-tengah keluarga yang senang bernyanyi atau bermain musik. Otomatis minat anak terarah ke hal tersebut. Jadi walaupun tak berbakat, jika diasah terus menerus maka akan mahir juga. Ini menganut paham Ala bisa karena biasa.

Sedangkat bakat, adalah sesuatu yang sudah ada di dalam diri seseorang karena sifat turunan dari kedua rangtuanya atau kakek-neneknya. Misalnya, kedua orantuanya suka bernyanyi dan bermain musik, si anak menikmati tapi si anak lebih suka menulis/ mengarang, baik itu puisi, cerita atau catatan-catatan lainnya. Bisa jadi bakat ini di turunkan dari kakek-neneknya.

Namun yang juga perlu diperhatikan adalah, anak-anak kerapkali tidak fokus dan berganti-ganti keinginan. Disinilah peran orangtua dibutuhkan. 



2. Mendukung atau merespon dengan baik.
Artinya ketika orangtua melihat si anak begitu mudah mengenali nada dan lirik lagu, apakah orangtua memberi pujian? Apakah orangtua memberi kesempatan si anak unjuk kemampuan? Misalnya lewat acara-acara keluarga atau ajang kompetisi?  atau ketika si anak begitu lancar berbicara di depan banyak orang, atau mudah menyelaraskan buah pikir dengan ucapannya, apakah orangtua menyadari hal itu? dan memberi penghargaan dengan pujian?

Karena hal-hal semacam itu, pujian yang sifatnya membangun akan memberi rasa percaya diri pada anak. Jika anak penuh rasa percaya diri, maka anak akan terus berprilaku positif. Tapi sebaliknya jika sebagai orangtua kerap memaksakan keinginan, jangan heran kalau hasil negatif.

3. Memotivasi/Mengarahkan
Jika orangtua sudah mengenali potensi/kemampuan yang ada pada anak, maka orangtua bisa memotivasi atau mengarahkan anak pada hal-hal yang menjadi minatnya atau menjadi bakatnya.

Psikolog Elizabet T. Santosa, menyarankan untuk mengasah pada potensi/kemampuan anak yang sudah terlihat. Jika anak belum terlihat potensinya, maka 8 kecerdasan anak berdasarkan Teori  Howard Gardner,  yaitu tiap anak memliki "Multiple Intellegence" atau kecerdasan majemuk, bisa dijadikan ukuran orangtua untuk mengenali potensi/kemampuan yang ada pada anak.

8 Multiple Intellegences

1.       Linguistik yaitu Kemampuan menggunakan kata-kata sedara efektif, baik secara lisan maupun tertulis.
Pekerjaan yang cocok:  Pembaca berita, Pendongeng, Pembicara,Orator, Editor, Wartawan, Aktor.
Cara menstimulasinya: Orangtua bisa membiasakan membaca buku, bercerita bergantian, menyusun kata-kata dengan puzzle, diskusi kecil-kecil atau Tanya jawab.
2.       Matematis-Logis yaitu kemampuan mengolah angka dan menggunakan logika atau akal sehat dengan baik
Pekerjaan yang cocok: Pengolah data, insinyur, peneliti, alhli statistik, ahli logika, programer dsb.
Cara menstimulasinya:  Bermain angka dan logika.

3.       Kemampuan Spasial yaitu kemampuan mempersepsi dunia spesial-visual secara akurat.
Misalnya, mudah mengingat di mana letak mobil yang kita parker. Atau kalau masuk mall tahu masuk dari mana dan keluar lewat jalan tadi.
Pekerjaan yang cocok: Perancang, pilot, pencipta, arsitek, ahli bedah, pelukis/ seniman.
Cara menstimulasinya: dengan bermain lego, play-dough, belajar design,mengenalkan seni.

4.       Kemampuan Kinestetik-Jasmani yaitu kemampuan menggunakan seluruh tubuh untuk mengekspresikan ide dan perasaan.
Pekerjaan yang cocok: Yang memiliki kecerdasaan ini seperti penari, atlet,pengukur, ahli bedah, mekanik, aktor.
Cara menstimulasinya: dengan mengikuti kelas olah raga,mengikuti theater, menari.

5.       Kemampuan Musikal yaitu kemampuan menangani berbagai bentuk jenis musik dengan cara mempresepsi, membedakan, mengubah dan mengekspresikan.
Pekerjaan yang cocok: yang memiliki kecerdasaan ini seperti Komposer, penyanyi, produser,penikmat musik,kritikus musik, komponis.Cara menstimulasinya yaitu denga  bernyanyi, bermain alat musik, mendengarkan lagu dsb.

6.       Interpersonal yaitu kemampuan memersepsi dan membedakan suasana hati,maksud,motovasi, serta perasaan orang lain.
Pekerjaan yang cocok: yang memiliki kecerdasan ini seperti public relation,Negosiator, marketing,pekerja sosial,konselor.
Cirinya yaitu orang yang memiliki kecerdasan ini memiliki sifat empati tinggi.
Cara menstimulasi: Sering dilibatkan dalam pengasuhan atau merawat anggota keluarga.

7.       Intrapersonal yaitu kemampuan memahami diri sendiri dan bertindak berdasarkan pemahaman tersebut.
Pekerjaan yang cocok: yang memiliki kecerdasan ini yaitu seperti filsuf,blogger, penulis, peneliti, psikolog,perenung.Ciri yang memiliki kecerdasan ini biasanya konsentrasi,fokus, bergelut di dunia jurnalis.

8.       Naturalis yaitu keahlian mengenali dan mengategorikan spesies flora dan fauna di lingkungan sekitar.
9.       Pekerjaan  yang cocok  untuk yang memiliki kecerdasan ini seperti ahli biologi,aktivis linglungan hidup, pecinta alam, dokter hewan, hortikulturis.
Ciri anak  yang memiliki kecerdasaan ini bersifat alami, penyayang binatang atau gemar berpetualang.

Pekerjaan mengenali minat dan bakat anak dengan menggunakan 8 Multiple Intellegences, bukan pekerjaan mudah, ditambah keinginan orangtua menjadi "sesuatu" yang baik menurut orangtua.
Menurut Psikholog Bu Liz, Sah-sah saja orangtua membangun pola/memberi stimulus untuk membentuk minat anak. Namun yang harus diperhatikan adalah, apakah anak senang menekuninya? Karena kembali lagi kebahagiaan anak menjadi hal yang utama.

Saat diskusi beberapa Emak menanyakan permasalahan yang dihadapi. Dennise Sihombing menanyakan bagaimana harus menyikapi keinginan anak sulungnya yang minatnya berbah-ubah dan diakhiri dengan niat menjadi seniman. Begitu pula bungsunya yang ingin jadi seniman. Dennise mengakui ia menyukai hal-ha yang berbau seni tapi ia heran karena tidak menceritakan kesukaan masa mudanya dalam hal seni, mengapa kini kedua anaknya ingin menjadi seniman?
Psikolog Elizabet T. Santosa menjawab: Dennise harus melihat ke dalam dirinya dan pasangannya. Sifat pembosan ini darimana? Karena anaknya sudah besar (Kuliah) maka disarankan Dennise untuk banyak berdiskusi dengan anak.

Ada Emak Lain, Marianna, Ibu yang sedang hamil muda, menanyakan kapan sebetulnya anak bisa diasuransikan terutama asuransi pendidikan.
T. Guntur Priyonggodo menjawab:  Sejak dalam kandungan. Semakin muda usia peserta asuransi, maka akan semakin murah biaya premi yang harus dibayarkan. Mengapa begitu? Karena berarti semakin panjang waktu nasabah ditanggung. Lalu kapan idealnya anak mulai diasuransikan

Penanya lain menanyakan, apa kelebihan asuransi pendidikan jiwasraya dbanding asuransi lain.
T. Guntur Priyonggodo  menjawab: Kelebihan lain yang dimiliki Jiwasraya adalah memberi gratis pembayaran premi setiap nasabah menerima manfaat. Manfaat bisa diambil beberapa saat sebelum jatuh tempo. Misalnya jatuh tempo pembayaran manfaat biasanya Juni/Juli (Tahun ajaran baru) tapi pada beberapa sekolah swasta pembayaran biaya pendaftaran sudah dilakukan di bulan April. Maka manfaat bisa diambil duluan.

Saya sendiri menanyakan, apa yang harus saya lakukan menyikap keinginan suami agar anak menjadi tentara sementara saya belum melihat minat anak ke arah tersebut.
Psikolog Elizabet T. Santosa, menjawab: Saya dan suami harus menyelesaikan perbedaan pendapat. Artnya sebagai orangtua harus satu pendapat terlebih dahulu. Dan jika saya belum melihat minat dan bakat sulung saya, disarankan untuk melakukan test minat dan bakat di beberapa institusi. 



Setelah menemukan potensi/kemampuan anak, pekerjaan/tugas sebagai orangtua belum selesai. Karena kita juga harus memikirkan, what the next? Apakah orangtua sudah menyiapakan anak, justru sesudah mereka selesai menempuh pendidikannya.Atau, sudahkah kita menyiapkan yang terbaik bagi anak-anak kita selama menempuh pendidikan? Apa sih hal utama yang harus disiapkan? Ya. Biaya. T. Guntur Priyonggodo kepala cabang asuransi Jiwasraya mengajak emak-emak blogger yang hadir hari itu untuk berpikir dua tiga langkah ke depan.

Apakah orangtua sudah menyiapkan biaya yang cukup? Emang stress loh lihat prediksi biaya yang diperlukan untuk anak menuntaskan satu jenjang pendidikan dari TK hingga perguruan tinggi. Asuransi adalah salah satu solusi investasi aman untuk pendidikan anak. Jiwasraya memiliki program yang sangat membantu.

Asuransi Jiwasraya sudah ada sejak tahun 1859, tua banget ya. Nah tua disini bisa dipahami sebagai berpengalaman. Almarhum ayah saya adalah agen asuransi Jiwasraya tahun 80 an. Jadi saya juga mengenalnya sudah cukup lama.
Jiwasraya memiliki program Jiwasraya Prestasi.

Produk JS Prestasi, memberikan manfaat sebagai berikut :
1. Pembayaran beasiswa :
   - Tahapan beasiswa SD, SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi dengan kenaikan 5% secara majemuk setiap tahun dari Uang Asuransi Awal (dibebaskan dari kewajiban pembayaran premi saat jatuh tempo tahapan beasiswa)
   - Beasiswa secara berkala bulanan selama 5 tahun di Perguruan Tinggi atau dapat diambil secara sekaligus 
2. Pembayaran santunan jika Tertanggung meninggal dunia pada masa asuransi sebesar :
    - Bukan Karena Kecelakaan 100% x Uang Asuransi Awal x (1.05)t
    - Karena Kecelakaan 200% x Uang Asuransi Awal x (1.05)t
3. Jika Tertanggung mengalam cacat tetap total karena kecelakaan, maka Tertanggung dibebaskan dari kewajiban membayar premi lanjutan dan manfaat tahapan yang belum diterima akan tetap dibayarkan 
4. Apabila anak yang dibeasiswakan meninggal dunia, maka Pemegang Polis akan dibebaskan dari kewajiban membayar premi dan seluruh premi standar akan dikembalikan serta manfaat tahapan yang belum diterima akan tetap dibayarkan
Jadi buat momie wanabe atau yang sedang hamil, asuransi sudah mulai masuk dalam perencanaan, ya. Sehingga jika tiba saatnya anak bersekolah, nggak ada yang perlu dikhwatirkan. Jadi untuk mempersiapkan bekal anak menghadapi persaingan global bukan cuma mengasah kemampuan, minat dan bakatnya saja tapi juga harus dengan persiapan keuangan yang baik. Asuransi adalah solusi yang tepat.

Read More

Lettering dan Doodling Alternatif kegiatan Mengurangi Stress



Cantik ya. Lettering dan doodle di foto di atas, Karya Winda Krisnadefa aka. Emak Gaoel dan Oma Tanti Amelia. Di tangan mereka berdua, menggambar atau menulis indah terihat mudah sekali. Padahal kenyataannya, gak begitu.

Saya menjadi salah satu yang beruntung bisa mengikuti Semeco Digipreneur Day. Saya dan beberapa kawan dari Blogger Cihuy diundang untuk mengikuti workshop Lettering dan Doodling bareng dua emak hebat yang sudah saya sebutkan di atas. Keduanya kawan baik saya, Kalau kawan sakit ya ditengok-abaikan!.

Entah demi apa, saya keluar rumah pk. 06.30 pagi. Ciledug-Smesco emang jauh bo. Berdua Dian, kami naik bus. Catat Naik bus. rasanya ini pertama kali setelah puluhan kali naik ojek on line. Tujuannya bukan berhemat tapi saya ingin ngobrol. selama dua jam di atas bus, saya asyik ngoborl atau lebih tepatnya brain storming, biar Dian tetap ngbelog. Begitu sampai di depan semesco, rugi rasanya kalau nggak take a picture.




Dian tekagung-kagum dengan isi smesco, rupanya ini kali pertama bagi Dian memasuki Smesco. Wajar sih mengingat keterbatasan Dian mengikuti gathring. Dian adalah pekerja pemustaka di perpustakaan SMPN 11, jakarta. Jadi bisa mengikuti gathering blogger kalau akhir pekan saja. Saya senang melihat Dian senang.

Memasuki Galeri Indonesia Wow masih sepi. hanya ada beberapa petugas yang menata produk. Baik baju, sepatu tas dan banyak lagi kerajinan tangan yang indah dan memiliki nilai ekonomi yang lumayan. Memasuki lantai dua, ada beberapa petugas yang mempersiapkan sound sistem dan meja tamu. Saya dan Dian kembali narsis, mumpun belum ada orang. Nggak sampai 15 menit satu persatu peserta workshop berdatangan. Hari ini ada dua workshop yang berjalan paralel. Satu fotografi dan yang satu Lettering & Doodling.



Kartina Ika Sari selaku founder Mitrabranding yang menjadi penyelenggara dan bekerja sama dengan Smesco, membuka acara. Mba Ika, begitu biasa kami memanggilnya, menjelaskan Smesco Digiprenerur Day adalah kegiatan yang digelar  dengan tujuan mengangkat Smesco sebagai wadah UMKM. Jika hari ini digelar workshop fotografi tujuan mengajak netizen untuk memotret produk, agar menjadi terlihat menarik.

Foto yang menarik sangat penting terutama di era digital untuk meningkatkan nilai produk yang dijual secara online. Bahkan Direktur Smesco Ahmad Zabadi mengatakan “Sangat mengapresiasi keterlibatan netizen fotografer dan pegiat media sosial dalam acara Smesco Digipreneur Day. Ini salah satu upaya buat UKM agar lebih kreatif dan inovatif. Karena karya mereka akan diabadikan dan dipromosikan di dunia maya, saluran yang lebih luas lagi dari pemasaran biasa.” 

Bahwa nantinya akan ada 40 pasang sepatu dan tas yang akan menjadi obyek latihan. Mentor fotogarfi kali adalah  Ferry Ardianto dan Bode Boni F untuk fotografi. Lettering oleh Winda Krisnadefa dan Doodling oleh Tanti Amelia. Usai memperkenalkan mentor, Kelas langsung dibagi dua. Perasaan saya sedih, peserta Lettering dan doodling nggak sampai 20. Padahal kuota lebih dari 20. Senang karena kami yang hadir bisa leluasa bertanya dan memperhatikan.

Kelas Lettering dan Doodling dibuka Winda Krisnadefa yang bercerita belajar otodidak dari Youtube. Walau baru setahun, job yang datang sudah lumayan dan yang membeli karya Winda berupa pajangan meja atau pajangan dinding atau mug dengan tulisan cantik berisi macam-macam pesan juga lumayan banyak.

Jangan berpikir jualan dulu ya. Latihan deh. Benar adanya dengan kemampuan lettering dan doodling ini, bisa menambah nilai produk. Misalnya doodling atau lettering di atas t-shirt, mug, tempat tisue, vas bunga, pot bunga, jendela, dinding dan banyak lagi. Tapi sebelum sampai ke sana ada baiknya latihan dan latihan.

Peralatan yang sudah disispakan untuk peserta. Buku kotak-kota yang biasa buat belajar matematika geomtri, kuas, palet dan tinta china untuk lettering. Sedangkan untuk doodle penghapus, pensil, spidol, kertas, cat air.

Lalu apa yang terjadi saudara-saudara? kelaspun mulai rusuh dengan suara-suara, kok gue nggak bisa? Padahal cuma menyapu kertas dengan kuas bertinta china, ke atas dan ke bawah. Ke atas tipis ke bawah tebal. Ke atas diangkat atau di tahan sedangkan ke bawah ditekan. Yang bekerja tangan tapi sampai kakipun ikut tegang.

Cuma buat garis, sudah memaksa kami mengeluarkan banyak energi, keringatan bo! Sementara mentor dengan santai dan terus memberi semangat, ayo coba lagi, gampang kok. Nah loh? Lebih dari dua jam kami belajar menuliskan abjad a-z dengan kuas no 2. Susahhhhhh. Makin kecil no kuas, tulisan akan makin kecil.


Jadi ceritanya lettering atau menulis indah itu bisa menggunakan apa saja. Saya jadi ingat dulu di setrap alm. Papa untuk menulis bagus. Bukan di buku garis tiga tapi buku polos tanpa garis. Minimal tulis nama sendiri. Menulisnya menggunakan pena bertangkai dan dicelupkan ke tinta. Buka dengan pensil, bolpoin atau spidol. Kalau gak trampil tangan bisa penuh tinta bahkan sampai ke baju.

Selain tiu, om saya juga menulis cantik menggunakan bambu yang di belah lalu ujungnya di tumbuk sehingga serupa kuas. Itu digunakan menulis di media panggung. Kalau sekarang bacdrop dengan spanduk. Saya sudah melihat jago-jago menulis cantik ya saat menghias panggung perayaan 17 Agustus. Ajaib rasanya, melihat panggung seperti medan perang dengan poster bertulis penyemangat.

Mak Gaul membenarkan cerita saya, bahwa untuk lettering banyak orang berekperimen. Bahkan ada yang menggunakan ujung kartu kredit. Selama enak dan menghasikan karya yang bagus, sah-sah saja.

Saat pergantian dari lettering ke dooling diselingi Resa dari Kartini Blue Bird. Oh iya, acara lettering dan doodling ini didiukung Komunitas Kartini Blue Bird, yaitu istri-istri karyawan blue bird. Blue bird peduli dengan karyawan dan keluarganya maka sebagai pertanggunga jawaban  perusahaan, memberikan aneka pelatihan bagi istri karyawan agar bisa meningkatkan kemampuan yang bernilai ekonomi. Jadi ada membuat kue, menghias kue, menjahit, lettering juga doodling. Keren ya.

Giliran Doodling, asli kesal banget. Mentornya gampang aja, coret-coret tahu-tahu jadi,. Menurut Tanti, doodling itu kegiatan coret-coret yang menjadi indah. Coba deh renungkan, pernah nggak saat rapat dengan bos dan bos presentasi, otak kita ke mana-mana. Mata menatap bos tapi telinga nggak dengar. Dan lebih gawat lagi otakpun nggak di ruang rapat. Biasanya tangan yang bekerja mewujudkan alam sadar. Nah awalnya doodle lahir dari kegiatan alam bawah sadar. Namun akhirnya dianggap karya yang keren, lalu banyak yang menjadikan doodling sebagai release stress.

Direktur Smesco Ahmad Zabadi mengajak masyarakat mengunjungi smesco: Ayo datang ke Smesco, banyak kegiatan kreatif dan produk karya anak bangsa yang bagus dan berkualitas. !

Ajakan itu wajib diterima. Karena di smesco emang banyak kegiatan yang keren-kren termasuk lettering dan doodling yang saya ikuti. Cuma emang sih nggak cukup minat karena bakat juga menetukan sejauh mana kita bisa menguasai ketrampilan yang diberikan. Jika dengan lettering dan doodling banyak yang bisa merelease stress. Nah kebalikan saya, pas belajar letering dan dooling malah jadi stress. Kayaknya saya nggak bakat kali yah? Bairlah apa kata orang tapi saya senang bisa ikut kelas lettering dan doodling, paling nggak ini menyadarkan saya. Untuk tidak minta gratis.




Read More

Menlu RI, Retno Marsudi buka Pameran Foto : ASEAN Community 2015 and Beyond

Beruntungnya saya bisa datang dan melihat pameran Foto yang dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ASEAN. Tahun 2016, organisasi Persatuan negara-negara Asia Tenggara, ASEAN berulang tahun ke 49.  Dalam rangka memperingati HUT ASEAN ke 49 tersebut,  Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, membuka Pameran Foto “ASEAN Community 2015 and Beyond” yang digelar 6-13 Agusutus 2016 di Museum Seni Rupa dan Keramik di Kota Tua, Jakarta.

Pameran Foto yang  dilaksanakan atas kerja sama Pemerintah Indonesia dengan Sekretariat ASEAN dan perwakilan beberapa negara anggota ASEAN di Jakarta, yaitu Vietnam, Singapura, Miyanmar, Laos, Philipina, laos dan Thailand. Pameran foto terbuka untuk umum. Saat  pembukaan pameran foto  sekaligus diadakan festival kuliner khas Indonesia dan negara-negara anggota ASEAN lainnya.

ASEAN- Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara lahir tahun 1967 yang dibidani 5 negara, yaitu  Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Bertujuan  mempromosikan kerjasama politik, ekonomi dan stabilitas regional. Berawal dari lima negara, anggota ASEAN terus bertambah. Dan Kini jumlahnya menjadi 10 negara.

Kegiatan dalam rangka HUT ASEAN ke 49, selain di Jakarta juga di gelar di kota Bandung. Perayaan HUT ASEAN ini diselenggarakan selama  bulan Agustus hingga September 2016. Masih dalam rangka HUT ASEAN, juga di gelar Fun Run di Kota Bandung. Beberapa pusat studi ASEAN di beberapa propinsi di Indonesia juga melakukan kegiatan.


Mentri Luar Negeri.  Penanda tangan Deklarasi Bangkok yaitu Thanat Khoman (Thailand), S. Rajaratnam (Singapura),  Adam Malik (Indonesia), Narsisco Ramos (Filipina), Tun Abdul Razak (Malaysia). Th 1967

Menyaksikan 60 foto yang dipamerkan, perasaan saya teraduk-aduk.  Saya seolah terlempar ke masa sekolah. Saya seperti melihat potongan  video, saat Alamarhum Adam Malik, salah satu tokoh idola saya, melakukan serangkaian perjalanan diplomasi sebagai Menteri Luar RI.  ASEAN berdiri  melalui Deklarasi Bangkok, atas prakasa lima negara yang diwakili oleh masing-masing Mentri Luar Negeri.  Penanda tangan Deklarasi Bangkok yaitu Thanat Khoman (Thailand), S. Rajaratnam (Singapura),  Adam Malik (Indonesia), Narsisco Ramos (Filipina), Tun Abdul Razak (Malaysia).

Penandatanganan Delarasi Hanoi tahun 1998


Foto-foto yang dipamerkan memperlihatkan gambaran perjalanan sejarah ASEAN, kerja sama ASEAN dalam ruang lingkup pilar politik dan keamanan, pilar ekonomi, pilar sosial budaya, serta keindahan alam dan keragaman budaya negara-negara anggota ASEAN.

Radja Ampat, Indonesia

Kuil Hindu tertua di Singapura

Salah satu ritual adat di Vietnam

Lewat Pameran Foto ASEAN Community 2015 and Beyond diharapkan dapat menumbuhkan dan meningkatkan rasa kesatuan ASEAN di kalangan masyarakat Indonesia,. Selain itu juga diharapkan dapat  mendorong semangat berdayasaing  untuk memasuki era Komunitas ASEAN.

Komunitas ASEAN 2015 adalah sebuah cita-cita atau tujuan dari negara-negara anggota ASEAN menciptakan sebuah pasar ekonomi terbuka. Sehingga makin terbuka jalur masuk produk luar negeri ke Indonesia, pun sebaliknya  produk Indnonesia ke luar negeri. Dengan begitu, setiap negara akan terpacu untuk meningkatkan kwalitas barang produksinya. 
Read More

Pembanguna Jalur Kereta Api untuk Transportasi Lebih Baik

Seminggu sebelum Idul Fitri 1437 H, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) menyelenggarakan buka puasa bersama media, baik media massa maupun media sosial. Untuk media sosial, Komunitas TDB (TauDariBlogger) yang diundang. Saya salah satu yang beruntung mendapakan undangan tersebut.
Acara buka puasa yang dikemas dalam bentuk diskusi, diselenggarakan di Hotel Millenium Jakarta.  



Menghadirkan narasumber: Dirjen Perkeretaapian:  Ir. Prasetyo Boedi Tjahjono, MM, Sesditjen Perkeretaapian: Ir. M. Popik Montanasyah, MT, Direktur Keselamatan Perkeretapian: M.Risal Wasal, ATD, MM, Direktur Sarana Perkeretaapian: Marsono Yugihartiman, ATD, MSC, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api: Zulfikri Ir, MSc, DEA. Pembawa acara, Kepala Humas DJKA: Joice Hutajulu, yang sekaligus berperan sebagai moderator diskusi.

Senang rasanya sebagai jurnalis warga bisa duduk sejajar dengan jurnalis media massa. Saya datang, disaat diskusi sudah berjalan. Untungnya saya memantau twitter, sehingga bisa mengikuti diskusi yang berjalan. Twitter, salah satu media sosial yang besar peranannya dalam menyebarkan infromasi dengan cepat. Dengan menggunakan hestek (#) BukberDJKA dengan memention @taudariblogger (Akun resmi Komunitas TauDariBlogger) dan @perkeretapiaan (Akun resmi DJKA).

Semula saya mengira acaranya hanya santai berbuka puasa bersama untuk menyambung silaturahmi. Ternyata diisi dengan diskusi  yang berjalan serius dan penuh informasi.
Dirjen Perkeretaapian:  Ir. Prasetyo Boedi Tjahjono, MM

Pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung menjadi topik serius yang disinggung, Dirjen Perkeretaapian, Ir. Prasetyo Boedi Tjahjono, MM. Menurut beliau walau terjadi pro dan kontra, pelaksanaannya tetap dilakukan. Demikian juga jalur kereta api yang menghubungi Pare-pare-Makasar di Sulawesi Selatan, juga dikerjakan bersama –sama PT KAI dan Pemda Sulawesi Selatan.

Jujur sebagai seorang yang gemar melakukan perjalanan, adanya pembangunan jalur perkeretaapian, menjadi harapan baru yang menyenangkan. Indonesia sangat luas, baik laut maupun darat. Jalur kereta api terbanyak ada di Jawa. Padahal Sumatera, Kalimantan, Sulawesi adalah pulau-pulau besar yang sangat membutuhkan transportasi masal, jarak jauh. Pemimpin daerah dibutuhkan peran aktifnya, agar bisa merealisasikan pembangunan jalur kereta api.

Terhubungnya antar kota di pulau-pulau tersebut dengan transportasi masal jarak jauh akan meningkatkan perputaran ekonomi dengan cepat. Bahkan tujuan-tujuan wisata yang ada di daerah tersembunyi akan menjadi ptensial sumber pendapatan daerah. Kita tahu perekonomian adalah bensin bagi bergeraknya pemerintahan atau organisasi. Kesejahteraan suatu daerah ditentukan dari  perputaran ekonomi.

Bahkan bukan hal yang mustahil masyarakat lokal tidak perlu ke luar pulau untuk mendapatkan akses pendidikan karena transportasinya ada. Bagi sebagaian masyarakat Indonesia, Jawa adalah segalagalanya. Baik untuk mencari kerja atau bersekolah. Padahal Indonesia luas dan lapangan pekerjaan tidak hanya di Jawa demikian juga untuk sekolah. Namun keterbatasan sarana jalan dan transportasi membuat semua ingin ke Jawa. Karena itu upaya pemerintah membangun sarana dan prasarana perekretapian di semua pulau, termasuk di Jayapura. Adalah sebuah langkah baru yang harus di dukung.

Sama seperti upaya pembangunan jalur kereta api arah Bandara Soekarnoa-Hatta. Saya bukan sekali dua kali tertinggal pesawat. Memang tidak bisa menyalahkan kemacetan tapi dengan adanya jalur perkerta apian, harapannya jumlah kendaraan  pribadi ke arah bandara bisa berkurang. Otomatis akan mengurangi kemacetan. Perkeratapian tetap sebagai transportasi masal yang menguntungkan dan menyenangkan bagi masyarakat banyak karena cepat dan biayanya lebih murah. Kebayang dong, mangkelnya, bayar taksi mahal, terus tertinggal pesawat. Tapi nggak punya pilihan dan saya hanya bisa menyesali mengapa berangkat tidak lebih awal. Padahal kemacetan di Jakarta termasuk kemacetan arah Bandara tetap tidak bisa diprediksi. Duh, kok malah curhat.

Jika tidak ada halangan, tahun 2017, kereta api arah Bandara Soekarnoa Hatta akan beroperasi.Bagaimana pengaturan teknis, baik jeda maupun waktu keberangkatan kereta api arah Bandara, harapannya tidak mengganggu kereta api arah Tangerang. Karena jumlah pengguna kereta api arah Tangerang juga sangat banyak.

Saya bersama Kahumas DJKA, Joice Hutajulu

Ternyata dua jam diskusi mengenai perkerta apian itu nggak cukup. Apalagi sebagian juga fokus pada sarana angkutan lebaran. Selain itu, pembawa acara Kepala Humas DJKA: Joice Hutajulu, sangat pandai memimpin diskusi. Ternyata DJKA teurs berupaya meningkatkan pelayanan. Salah satunya melakukan tes narkoba kepada 100 % masinis yang bertugas. Jika terindikasi menggunakan narkoba, tidak diperkenankan membawa angkutan lebaran. Karena DJKA menetapkan zero accidenst untuk angkutan lebaran. Karena itu sudah diantisipasi 320 titik longsir. Dan kenyataannya memang tidak ada longsor dan tidak ada kecelakaan selama arus mudik.  Puncak arus balik masih beberapa hari lagi. Semoga tetap tidak ada kecelakaan.


Trima kasih DJKA dan Komunitas TDB, moga masih akan diskusi lanjutan dan komunitas TDb tetap bisa menjadi saluran yang menyebarluaskan informasi seputar program-program perkeretapian baik terkait regulasi maupun pembangunan fisik.
Read More

Cetaphil Gentle Skin Cleanser Jadikan Kulit Bersih dan Lembut


Saya perempuan yang senang bertemu, berdialog, berinteraksi dengan banyak orang, dari semua golongan. Menjadi blogger, memberi kesempatan saya mengikuti gathering dengan berbagai komunitas. Bahkan mendapat kesempatan melakukan kegiatan bersama-sama. Demo masak, demo kecantikan, diskusi publik,  meninjau pembangunan stasiun Kereta, menjadi Laskar Gerhana Detikcom, mengikuti Press Tour bersama Biro Komunikasi Kemenkes RI dan banyak lagi.

Menjalani kegiatan yang saya suka, membuat saya tak ingat akan resah lelah. Tapi tidak juga membuat saya abai menjaga kesehatan dan kebersihan. Terutama kebersihan dan kesehatan kulit wajah. Saya sadar saya tidak memiliki wajah cantik tapi saya meyakini saya cukup menarik untuk dilihat. Pede abizzz. 

Salah satu upaya untuk tampil menarik adalah dengan face painting. Tapi sesudah di cat, ketika dibersihkan dengan sabun biasa, tidak terlalu bersih. Harus menggunakan facial foam berulang-ulang. Tapi dengan Cetaphil Gentle Skin Cleanser, membersihkan sisa face painting, semudah mengangkat lemak di wajan dengan sabun pembersih piring dengan kekuatan 100 jeruk nipis.

Rasa percaya diri, memancarkan aura kecantikan dari dalam. Namun demikian untuk mendapatkan kulit wajah yang sehat sehingga enak dilihat, ada beberapa hal yang saya lakukan. Asupan gizi sudah pasti. Mengingat usia, saya sudah mulai mengurangi karbohidrat, kecuali saat tinggi aktifitas di luar ruang. (Melakukan perjalanan, misalanya.) Jika aktifitas saya biasa saja, maka saya hanya makan karbohidrat (nasi/roti/kentang) satu kali dalam sehari. Sudah hamir lima tahun terakhir, saya membiasakan sarapan dengan buah. Siang hari makan lengkap, malam hari hanya sayur dan buah.



Saya punya kebiasaan kurang baik. Hingga saat ini saya masih sangat mencintai minuman ringan bersoda. Tapi saya tahu diri, jika minum satu botol (ukuran 500 ml) saya akan menebusnya dengan minum air putih 3 kali lebih banyak. Dalam sehari jika disarankan sekurang-sekurangnya 8 gelas atau setara 2 L, maka saya bisa minum air putih hingga 3 liter. Saya juga orang yang percaya, kekurangan cairan tubuh akan membuat kulit kering, kusam dan cepat berkerut.

Balik lagi bicara soal kecantikan kulit wajah, saya meyakini, kontribusi gizi dari makanan yang kita makan mempunyai peran besar.  Termasuk dari jenis makanannya. Sejak saya kecil, Ibu membiasakan kami makan sayur dan buah jauh lebih sering dan lebih banyak daripada lauk seperti  telur, ayam, daging dan ikan. Hal yang akhirnya juga saya terapkan pada kedua anak saya. Karena pola makan ajaran dari orangtua, membuat saya tidak berbau badan.

Bau badan bisa disebabkan kebersihan yang tidak baik. Karena tubuh yang tidak bersih akan mengeluarkan aroma yang tidak sedap. Bicara kebersihan, saya sangat menjaganya. Saya menggunakan Cetaphil Gentle SkinCleanser. Terbuat dari bahan yang ramah dengan kulit karena tidak berbau, tidak berbusa tapi memberi efek bersih yang nyata. Berbentuk gel, sehingga mudah menggunakannya. Nggak perlu takut tumpah. Cukup mengusapkan Cetaphil Gentle Skin Cleanser pada permukaan kulit wajah atau bagian tubh yang ingin dibersihkan, pijat-pijat 10-15 detik lalu bisa dibilas dengan air atau cukup diusap dengan handuk. Maka kulit jadi terlihat segar dan bersih. Makanya Cetaphil Gentle Skin Cleanser  praktis di bawa berpergian karena penggunaannya yang sangat mudah.

Cetaphil di produksi  oleh sebuah perusahaan dermatology asal Canada, yaitu: Galderma Company, Kelebihan Cetaphil Gentle Skin Cleanser  dapat digunakan siapa saja. Artinya bisa digunakan mulai dari bayi, hingga orangtua. Karena Cetaphil Gentle Skin Cleanser  juga mempunyai manfaat sebagai pelembab. Sehingga kulit tetap terjaga kelembutannya dan tidak terhidrasi.

Bagi anda pemilik kulit berminyak, tidak perlu khawatir karena Cetaphil Gentle Skin Cleanser  tidak mengandung minyak, Non Comedogenic, tanpa pengharum apalagi pewarna, sehingga aman bagi kulit wajah.  Cetaphil Gentle Skin Cleanser  dapat digunakan semua jenis kulit. Cetaphil Gentle Skin Cleanser  adalah sabun pembersih tanpa pengharum/pewangi.

Pertama kali menggunakannya, langsung terasa kulit wajah bersih dan lembut. Biasanya jika menggunakn facial foam, pasti kulit sedikit kering. Sehingga usai membersihkan wajah, otomatis saya akan menggunakan pelembab lagi. Tapi tidak, sesudah menggunakan Cetaphil Gentle Skin Cleanser. Amazing juga. Jadi Cetaphil Gentle Skin Cleanser  bisa berfungsi juga sebagai pelembab. Awalnya saya kira produk ini hanya untuk balita karena tingkat safetynya yang tinggi. Saat anak-anak saya bayi, saya tidak pernah menggunakan lotion atau baby powder  yang banyak dijual umum (bahkan hadiah ketika mereka lahir) Karena kedua anak saya memiliki alergi. Sehingga lotion/bedak yang kami gunakan rekomendasi dokter kulit.

Sekarang anak-anak saya sudah remaja, ketika usia mereka di atas lima tahun, daya tahan tubuhnya sudah berkembang dengan baik, jadi alerginya sudah berkurang. Namun saya tetap tidak mengizinkan sembarang menggunakan pembersih tubuh. Ternyata Cetaphil Gentle Skin Cleanser   ketika digunakan kedua anak saya, mereka langsung merasa cocok. Kata si bungsu (perempuan13 tahun) berkomentar panjang.

“sabun ini enak banget loh. Kulit mukaku langsung terasa bersih dan lembut. Emang sih nggak harum. Tapi kebersihan dan kelembutan lebih penting darupada keharuman. Iya kan Ma?”

Saya tidak menjawab, hanya tersenyum sambil mengangkat bahu.

Si Kakak (laki-laki 16 tahun) “Harga emang tidak bisa bohong. Ini tidak murahkan Ma?” Kali ini saya mencoba mendebat. 

“Tergantung  kak. Kalau hasilnya nyata, harga jadi nomor dua” jawabku.

“Saya suka cara Mama berpikir, berarti kita bisa terus menggunakan Cetaphil karena badanku terasa nyaman setelah mandi menggunakan Cetaphil“ Ujar si Kakak sambil mencium saya.

Harga ecer di online shop, Cetaphil Gentle Skin Cleanser  kemasan 125 ml, berkisar Rp. 200.000. Cukup menguras kantong. Tapi jauh lebih bermanfaat saya membeli Cetaphil Gentle Skin Cleanser   daripada uang saya ke dokter kulit. Dengan kulit wajah yang sehat, hanya diberi sentuhan make up ringan, saya terlihat menyegarkan. Banyak yang mengomentari penamilan saya jauh di bawah usia saya yang sebenarnya. Bahkan tidak sedikit yang tidak percaya ketika saya katakana usia saya sudah setengah abad.





Awet muda adalah proses yang sudah berjalan sejak lama. Bukan hasil yang didapat secara instan. Menjaga dan merawat adalah bukti nyata. Plus, produk yang digunakan. Cantik itu pancaran hati yang bahagia. Cantik kulit wajah di dapat dari kebersihan dan kesehatan yang terjaga. Dengan kulit wajah yang sehat dan segar, bertemu dengan siapa saja menjadi lebih percaya diri. Berinteraksi  dengan sanak keluarga dan kawan-kawan, selalu membuat hati bahagia. Pada akhirnya wajah cantik akan jelas terlihat jika hati bahagia.
Read More