Harapan & Penantian: Jumpa Si Sobron Aidit


SURAT DARI SOBRON AIDIT
Tadi aku dapat telepon dari Pak Sobron Aidit. Beliau masih ada di Belanda dan akan kembali ke sarangnya Paris, besok. Aku girang banget bagai balita dapat gula-gula. rasanya mau melompat-lompat. Surprise dengar suaranya. Mulanya aku agak ragu tapi gak tau kenapa waktu dapat telephone aku langsung tahu itu pak Sobron.
Saking gak sabarnya ingin ketemu beliau, lahirlah sebuah puisi. Di bawah ini aku copy paste sekalian dengan tanggapannya Pak Sobron. Sengaja aku beri warna merah. Because that its my favorite color.
"Sobron Aidit" sobrona@hotmail.com
Icha sayang,
saya sangat terharu membaca puisimu ini, sangat tersentuh. Kenapa? Karena perasaan sayapun begitu - sama dengan yang kamu rasakan. Buat hari kita berdua - sudah tentu ada harinya - seperti apa yang Icha katakan - memang ada beberapa orang fans saya yang sangat ingin ketemu - dan itupun saya sediakan waktunya. Semoga dalam waktu satu bulan saya di Indonesia - bisa terpenuhi semua.

Icha sayang, puisimu bagus lho - tenan lho Nduk!
Kamu tahu nggak ada yang nongol dalam hati saya - sebenarnya saya sangat ingin agar kamu mau jadi sastrawan - karena saya lihat dan amati selama ini - kamu itu Icha sangat potensial sebagai perempuan - apalagi kamu itu adalah seorang aktivis perempuan yang selalu peduli pada perkara yang seharusnya dibela dan dilindungi dan dipertahankan. Semangat dan jiwa kamu sudah saya catat dalam hati,

Sangat terimakasih atas puisimu Icha sayang,
-salam hangat dan akrabku buat Icha,-di kamar si Raja Perang kecil,- 19 Juni 06,- 06.11,-----

Original Message Follows----From: Elisa Koraag <
elisa201165@yahoo.com>To: sobrona@hotmail.com, sastra-pembebasan@yahoogroups.comSubject: Harapan dan Penantian: Jumpa Sobron Aidit.Date: Sun, 18 Jun 2006 20:54:41 -0700 (PDT)
Harapan dan penantian:
Untuk Jumpa si Sobron Aidit

Rindu yang menyesak dada, akhirnya tertumpah
saat adu mata pada pandangan pertama
Seribu rasa bergumpal menjadi satu
ketika nanti akhirnya kita bertemu

Menghapus tulisan di komputer
menghilangkan jarak yang berputar
berharap tanpa jarak
agar dapat saling melihat gerak

Ada tangis dan rasa mengigit
ingin jumpa Si Sobron Aidit
Yang di kenal lewat dunia maya
Berharap kini bersama saya

Disusun sudah segudang rencana
mulai dari makan, nongkrong dan bercerita
tentang semua hal yang belum terbuka
agar sejarah segera menjadi nyata

Gado-gado, pecel, asinan Jakarta, karedok
Laksa Bogor, bajigur, bandrek
kue putu sampai durian
Semua ada silahkan di makan

Asal jangan lupa diet
agar tidak sekarat
lantaran yang nikmat
karena cerita belum tamat.

19 Juni 2006.

No comments:

Post a Comment