Google Adsense

Puisi Keprihatinanku:

Masihkah ada tempat bagi si miskin di negeri ini?


Masihkah ada tempat bagi si miskin di negeri ini?
Jika dengan dalih penertiban dan kerapihan,
Pemerintah kota boleh menggusur pedagang kak lima.
Jika tempat usaha sudah tak ada lagi,
Karena usaha mereka memperburuk penampilan kota.

Masihkah ada tempat bagi si miskin di negeri ini?
Kalau biaya kesehatan tak terjangkau
Karena harga obat menjulang tinggi
Jika hipermarket sudah lebih banyak daripada pasar tradional
Sehingga tak ada lagi sayur yang bisa di tawar

Masihkah ada tempat bagi si miskin di negeri ini?
Jika bahan bakar naik terus hingga uang di saku
Tak lagi cukup untuk bayar ongkos bis kota.
Jika wajib belajar sembilan tahun dan bebas uang sekolah
Hanya slogan semata?

Masihkah ada tempat bagi si miskin di negeri ini?
Kalau pemerintah lebih berpihak pada kecantikan fisik kota
Daripada kesejahteraan sosial rakyatanya?
Kalau ada milyaran rupiah untuk renovasi taman kota
Tapi tak ada lagi subsidi beras, gula dan minyak goreng.


Jika tak ada lagi tempat bagi si miskin di negeri ini
Lalu harus kemanakah orang miskin di negeri ini
Yang faktanya dari tahun ketahun jumlahnya terus meningkat


KUTULISKAN PUISI INI..............

Karena tembok-tembok birokrasi masih tetap tebal
Suara rakyat hanya terbentur pada dinding birokrasi
Yang tak bertelinga dan tak bernurani
Kutuliskan puisi ini
Karena aku ingin berteriak mengeluarkan keprihatinanku
Tapi aku tak mau di bilang tidak waras
Berteriak di jam 10 lewat 15 menit malam
Kutuliskan puisi ini
Karena pedih hati ini mendengar fakta rakyat miskin terus bertambah
Para ibu terpaksa berniat menjual darah dagingnya
Lantaran esok hari tak tahu harus makan apa.
Siapakah yang akan mendengar jeritan batinku?
Jika engkau mendengar, berbuatlah sesuatu
Agar pada pidato presiden tahun depan,
jumlah kemiskinan benar-benar turun.

Kamarku, Sabtu, 2 September 2006 Pk. 22.15,
Icha Koraag

1 comment:

  1. salam kenal Mbak Icha, aku baca puisi ini di milis penulis lepas.Puisinya bagus :). Oiya, boleh dilink blognya?

    ReplyDelete