Google Adsense

Persamaan Sebagai Dasar Menuju Komunitas ASEAN 2015





Gotong royong, kebersamaan, dan penuh keramahan adalah ciri masyarakat Indonesia. Sejarah membuktikan, rasa memiliki satu sama lain yang akhirnya melahirkan persatuan. Persamaan nasib dan tekad untuk berdaulat menjadi dasar perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia. Maka isi Sumpah Pemuda adalah cerminan dari  keinginan bersatu di bawah naungan negara  Indonesia.


Kalau mengingat pelajaran sejarah waktu SD dan SMP, pasti kita masih ingat bagaimana organisasi kepemudaan yang dipisahkan selat dan lautan punya keinginan besar mempersatukan diri. Kalau menelisik dari hal ini membuat saya berpikir,  keinginan menjadi satu dalam menuju Komunitas ASEAN 2015 nanti, karena masyarakat di 10 negara ASEAN memang memiliki kesamaan. Terutama kesamaan fisik, (Seperti berambut hitam, berkulit coklat/kuning, tidak terlampau tinggi) dan budaya.



 Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Atau saya memahami budaya sebagai hasil olah budi dan akal.


Kebudayaan di Komunitas ASEAN memang mirip. Sempat beredar artikel yang membahas kemiripan Candi Borobudur dengan Candi Angkor Wat dari Kamboja. Buat saya wajar saja, karena kedua candi tersebut awalnya dibangun sebagai tempat ibadah. Bahkan Candi Angkor Wat masih digunakan sebagai tempat ibadah rutin. Sedangkan Candi Borobudur lebih di siapkan sebagai obyek wisata.

Candi Angkor Wat walau sudah pernah di renovasi  tetap mempertahankan “wajah lamanya”. Sedangkan Candi Borobudur sudah beberapa kali direnovasi membuat tampilannya terkesan “mewah dan modern”. Pembangunan fasilitas sekeliling Borobudur yang memang disiapkan sebagai obyek wisata turut menghilangkan kesan kuno/tua. 


Candi Angkor Watt dan candi Borobudur tidak mungkin dibangu oleh arsitek yang sama. Karena waktu pembangunannya selisih 3 abad.  Candi Angkor Wat dibangun 300 tahun kemudian setelah berdirinya Borobudur. Mungkinkah Candi Angkor Wat dibangun oleh arsitek keuturunan arsitek yang membangun Borobudur? Mungkin saja, namun diperlukan penelitian dan data  ilmiah untuk mengklaim hal tersebut.


Candi Angkor Wat awalnya dibangun sebagai tempat ibadah umat Hindu. Namun pada proses perjalanan berubah menjadi tempat ibadah umat Budha. Maka tak heran  alau bentuk lima buah candi di Angkor Wat lebih mirip  dengan candi Perambanan yang juga dibangun sebagai tempat ibadah umat Hindu. Candi Angkor Wat dianggap mirip dengan candi Borobudur karena sama-sama berdiri dalam sebuah kompleks. Tapi tampilan fisik satuan candinya lebih mendekati candi Prambanan. Kompleks Candi Angkor Wat lebih luas disbanding komples Candi Borobudur.


Kembali kepada pemahaman budaya sebagai hasil olah akal dan budi, menurut saya ini yang harus disiapkan menjadi warga ASEAN. Penting meningkatkan kesadaran pemaham budaya, toleransi, ketrampilan dan harga diri. 


Saat kita disatukan lewat internet, membuat dunia tanpa batas. Perkembangan teknologi dan komunikasi membuat kita menjadi warga dunia. Etika perlu dijunjung tinggi, terutama penghormatan toleransi pada budaya dan nilai sosial yang dianut masyarakat ASEAN di luar Indonesia. Menuju Komunitas ASEAN 2015 dengan tagline-nya yaitu One Vision, One Identity, One Community. Penting bagi kita utuk meningkatkan  kebersamaan antar warga masyarakat ASEAN. Kebersamaan bukan slogan jadi harus dibangun, bisa lewat pertukaran budaya, pertandingan olahraga, pertukaran pelajar atau pertukaran teknologi, dll. 


Kuantitas selalu bisa menjadi kekuatan. Ketika Negara serumpun ASEAN, sepakat bersatu mewujudkan visi dan misi yang sama membuat ASEAN memiliki posisi kuat dalam percaturan ekonomi, politik, sosial, budaya dan pertahanan dunia. Kekuatan ini tentu perlu di support semua komponen masyarakat termasuk blogger.

Sumber informasi dan foto:
http://www.langitberita.com/top-lists/24199/10-candi-terindah-di-dunia/ . 

http://www.websejarah.com/2013/05/sejarah-awal-di-bangun-candi-prambanan.html 

http://id.wikipedia.org/wiki/Borobudur


1 comment: