Google Adsense

Tupperware She Can Award: Mutiara nan Berkilau

Para penerima Tupperware She Can Award 2013

Tahun 2013, adalah kali ketiga penyelenggaraan Tupperware She Can Award. Dari tiga kali penyelenggaraan, terhimpun sekitar 190 perempuan hebat yang kisah hidupnya pernah ditayangkan sebuah stasiun swasta nasional.

Latar belakang dan bidang yang ditekuni para perempuan hebat ini, sangat bervariatif. bahkan ada beberapa nama yang kiprahnya memang sudah kita kenal, seperti Sisca Soewitomo, pakar kuliner, Anne Avantie selain disainer kebaya, ia juga banyak berkecimpung dalam layanan sosial perlindungan anak penderita Hydrochephalus. Ada Martha Tilaar, pendiri sebuah brand kosmetik yang sudah go internasional. Juga ada Ibu Oke Hatta Rajasa, yang bergelut dalam pelestarian kain terutama songket.

Lalu apakah puluhan nama lainnya tidak terdengar? Nama mereka mungkin tak setenar dibanding karya atau kerja mereka. Sebut saja Ibu Mintje, 48 tahun dari Jayapura. Ibu guru SD yang juga ibu dari tujuh anak, meyakini lingkungan hidup disekitarnya adalah tanggung jawab masyarakat yang berada di lingkungan tersebut. Keberadaannya ditepi laut, membuatnya dapat melihat bagaimana hancurnya terumbu karang dan biota laut lainnya akibat penangkapan ikan yang sembarangan.
Ibu Rebeca dari Nabire dan Ibu Mintje dari Jayapura


Demi memikirkan hasil tangkapan untuk hidup, nelayan menggunakan bom. Benar ikan di dapat tapi bersamaan dengan hancurnya terumbu karang, tempat ikan dan biota laut tumbuh dan berkembang. Dapat ikan hari ini, esok lusa tak akan ada lagi ikan.

Tidak mudah mengingatkan atau mengajarkan arti penting terumbu karang baik bagi kehidupan ikan maupun dampaknya bagi manusia. Ibu Mintje memanfaatkan profesinya sebagai guru SD. Ia mendidik murid-muridnya untuk mengenali lingkungan hidup. Lalu mengajaknya untuk menjaga dan melestarikan. Lewat murid-muridnya Ibu Mintje mengirim pesan pada para orangtua. Cobalah malu pada anak, jika turut andil menghancurkan biota laut yang dijaga dan dilestarikan anak-anak.

Tidak mudah bukan tidak bisa, sejak tahun 2005, Ibu Mintje terus meyakini niat baiknya pasti akan didengar. Lama-kelamaan upayanya mulai menunjukan hasil. Murid-muridnya menjadi kepanjangan tangan. Lewat para  muridnya, pesan ibu Mintje didengar dan dipahami. Akhirnya warga mau mendengar dan ikut menjaga terumbu karang. Ikan berkembang biak dengan baik, warga nelayanpun mendapat perolehan ikan yang baik.

Ini hanya salah satu kisah, bayangkan ada 190 lebih perempuan hebat yang ditemukan sejak tahun 2009. Ajang pemberian Tupperware She Can Award dilakukan dua tahun sekali. Kita patut angkat jempol pada tim peneliti yang menemukan mutiara-mutiara nan berkilau ini. Nama tenar tak penting tapi karya nyata dan pemikiran mereka telah membawa pada kehidupan manusia menjadi lebih baik.

7 comments:

  1. mudah2an bisa menjadi salah satu dari mutiara yg berkilau itu ya, Mbak

    ReplyDelete
  2. Aku sering menonton acara tupperware she can. Ketertarikanku adalah karena tokoh yang diambil adalah tokoh wanita biasa yang mau memperhatikan sekitarnya. penghargaan yang bisa membuat para wanita juga termotivasi membuat perubahan.

    ReplyDelete
  3. Buat dian mereka adalah para kartini masa kini, yang bisa memberikan ispirasi dan motivasi untuk terus berkarya,bagi wanita Indonesia khususnya untuk dian , bunda Icha :)

    ReplyDelete
  4. Terima kasih buat Emak-emak yang sudah mampir dan meninggalkan jejak. mOga artikelnya bisa memotivasi kita untuk terus melakukan hal yang bermanfaat ya.

    ReplyDelete
  5. ini buat ngerayain hari ibu ya? saya ngga tau apa definisi hari ibu mulai dari sejarahnya sampai kok bisa jadi hari ibu. o iya manfaat hari ibu bagi semua kalangan apa?? thanks postnya bagus

    ReplyDelete
  6. Suka dengan kata - kata endingnya Mak...memang nama tenar tak penting, namun karya nyatalah yang kelak jadi mutiara ya Mak.. :)

    ReplyDelete
  7. Wow .. ini baru perempuan keren. Berjuang dengan caranya yang kelihatan sederhana tapi amat berarti

    ReplyDelete