Google Adsense

Bekal Persiapan Anak Mengahadapi Persaingan Global.




Menjadi orangtua adalah jabatan hingga usia menutup mata.

Sebelum, menikah ditanya kapan menikah?

Sesudah menikah ditanya kapan mempunyai anak?

Sesudah ada anak, ditanya kapan kasih adik?


Nggak pernah ada yang bertanya, kapan bercerai?
Pertanyaan konyol yang tidak pernah habis. Yang menanyakan lupa, kalau pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak sopan. Karena sejujurnya pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak membutuhkan jawaban. Karena yang bertanya hanya sekedar usil. Masih banyak persoalan yang bisa menjadi bahan diskusi untuk membuka percakapan. Salah satunya, apa yang sudah disiapkan untuk anak-anak .  
Saya berkesempatan hadir di gathering kerja bareng Kumpulan Emak Blogger dengan Asuransi Jiwasraya yang mengangkat "Persiapan Pendidikan Anak Menghadapi Persaingan Global" . Dibuka dengan sambutan dari Mak Icoel, begitu sapaan Sumarti Saelan Ketua Kumpulan Emak Blogger. Lalu dilanjutkan dengan diskusi yang awalnya diantarkan Mira Sahid selaku Founder Kumpulan Emak Blogger. Mira berbagi pengalamannya dalam menghadapi kedua anaknya. Yang sulung mempunyai minat yang berubah-ubah, sementara yang bungsu terlihat lebih stabil. Pada kesempatan inipun Mira ingin mengetahui lebih banyak bagaiman menghadapi kedua anaknya.

Bagi sebagian orang, "Persiapan Pendidikan Anak Menghadapi Persaingan Global" bukan topik baru. Begitu juga awal dugaan saya. Tapi dugaan saya itu keliru. Bahasannya, jauh dari perkiraan. Bahkan tak terpikir. Karena ketika bicara persiapan anak menghadapi persaingan global, maka yang terlintas memberikan anak macam-macam les/pelajaran tambahan demi dan untuk meningkatkan kemampuan si anak. Agar saat terjun ke lapangan, menjadi lebih tangguh dan siap.     

Itu tidak salah. Tapi yang menjadi topik penjelasan Psikolog Elizabet T. Santosa, bukan itu. 

3 hal utama sebelum memberikan anak les/pelajaran tambahan adalah, 

1. Orangtua mendeteksi potensi/kemampuan anak.
Di sini kepekaan dan perhatian sebagai orangtua sangat diperlukan. Karena terkait minat dan bakat anak.
Bicara minat dan bakat anak, maka kepekaan orangtua menjadi kunci. Sejauh mana orangtua berinteraksi dengan anak menjadi kunci jawaban.
minat mi.nat [n] kecenderungan hati yg tinggi thd sesuatu; gairah; keinginan.
Jika orangtua dekat dan peka dengan anak, pasti bisa mengenali minat si anak. Misalnya: Bagaimana reaksi anak jika mendengar musik?
Apakah anak kita penuh rasa ingin tahu sehingga selalu bertanya?
Apakah anak kita tertarik mengenal angka? Bermain di alam, sayang dengan binatang, selalu menjadi pemimpim di antara kawan-kawannya.
Dari hal-hal semacam itu, kita sebagai orangtua bisa mengenali minat anak.

Bagaimana dengan bakat?
Menurut KBBI
ada 6 pengertian. Yang saya maksud di sini adalah pengertian yang kedua.
  • bakat ba.kat [n] (1) alamat (tanda-tanda bahwa sesuatu akan terjadi): -- hujan; (2) dasar (kepandaian, sifat, dan pembawaan) yg dibawa sejak lahir: ia memiliki -- melukis (menyanyi dsb); (3) bekas; kesan; tanda-tanda (luka dsb): -- banjir yg melanda kampung itu masih tampak jelas; -- pasang di panta
Serupa dengan minat, bakat juga dapat dikenali jika orangtua dekat, peduli, perhatian dan berinteraksi dengan anak.

Minat dapat lahir atau terjadi, jika selalu ada pada situasi yang sama dalam rentang waktu yang lama. Misalnya selalu berada di tengah-tengah keluarga yang senang bernyanyi atau bermain musik. Otomatis minat anak terarah ke hal tersebut. Jadi walaupun tak berbakat, jika diasah terus menerus maka akan mahir juga. Ini menganut paham Ala bisa karena biasa.

Sedangkat bakat, adalah sesuatu yang sudah ada di dalam diri seseorang karena sifat turunan dari kedua rangtuanya atau kakek-neneknya. Misalnya, kedua orantuanya suka bernyanyi dan bermain musik, si anak menikmati tapi si anak lebih suka menulis/ mengarang, baik itu puisi, cerita atau catatan-catatan lainnya. Bisa jadi bakat ini di turunkan dari kakek-neneknya.

Namun yang juga perlu diperhatikan adalah, anak-anak kerapkali tidak fokus dan berganti-ganti keinginan. Disinilah peran orangtua dibutuhkan. 



2. Mendukung atau merespon dengan baik.
Artinya ketika orangtua melihat si anak begitu mudah mengenali nada dan lirik lagu, apakah orangtua memberi pujian? Apakah orangtua memberi kesempatan si anak unjuk kemampuan? Misalnya lewat acara-acara keluarga atau ajang kompetisi?  atau ketika si anak begitu lancar berbicara di depan banyak orang, atau mudah menyelaraskan buah pikir dengan ucapannya, apakah orangtua menyadari hal itu? dan memberi penghargaan dengan pujian?

Karena hal-hal semacam itu, pujian yang sifatnya membangun akan memberi rasa percaya diri pada anak. Jika anak penuh rasa percaya diri, maka anak akan terus berprilaku positif. Tapi sebaliknya jika sebagai orangtua kerap memaksakan keinginan, jangan heran kalau hasil negatif.

3. Memotivasi/Mengarahkan
Jika orangtua sudah mengenali potensi/kemampuan yang ada pada anak, maka orangtua bisa memotivasi atau mengarahkan anak pada hal-hal yang menjadi minatnya atau menjadi bakatnya.

Psikolog Elizabet T. Santosa, menyarankan untuk mengasah pada potensi/kemampuan anak yang sudah terlihat. Jika anak belum terlihat potensinya, maka 8 kecerdasan anak berdasarkan Teori  Howard Gardner,  yaitu tiap anak memliki "Multiple Intellegence" atau kecerdasan majemuk, bisa dijadikan ukuran orangtua untuk mengenali potensi/kemampuan yang ada pada anak.

8 Multiple Intellegences

1.       Linguistik yaitu Kemampuan menggunakan kata-kata sedara efektif, baik secara lisan maupun tertulis.
Pekerjaan yang cocok:  Pembaca berita, Pendongeng, Pembicara,Orator, Editor, Wartawan, Aktor.
Cara menstimulasinya: Orangtua bisa membiasakan membaca buku, bercerita bergantian, menyusun kata-kata dengan puzzle, diskusi kecil-kecil atau Tanya jawab.
2.       Matematis-Logis yaitu kemampuan mengolah angka dan menggunakan logika atau akal sehat dengan baik
Pekerjaan yang cocok: Pengolah data, insinyur, peneliti, alhli statistik, ahli logika, programer dsb.
Cara menstimulasinya:  Bermain angka dan logika.

3.       Kemampuan Spasial yaitu kemampuan mempersepsi dunia spesial-visual secara akurat.
Misalnya, mudah mengingat di mana letak mobil yang kita parker. Atau kalau masuk mall tahu masuk dari mana dan keluar lewat jalan tadi.
Pekerjaan yang cocok: Perancang, pilot, pencipta, arsitek, ahli bedah, pelukis/ seniman.
Cara menstimulasinya: dengan bermain lego, play-dough, belajar design,mengenalkan seni.

4.       Kemampuan Kinestetik-Jasmani yaitu kemampuan menggunakan seluruh tubuh untuk mengekspresikan ide dan perasaan.
Pekerjaan yang cocok: Yang memiliki kecerdasaan ini seperti penari, atlet,pengukur, ahli bedah, mekanik, aktor.
Cara menstimulasinya: dengan mengikuti kelas olah raga,mengikuti theater, menari.

5.       Kemampuan Musikal yaitu kemampuan menangani berbagai bentuk jenis musik dengan cara mempresepsi, membedakan, mengubah dan mengekspresikan.
Pekerjaan yang cocok: yang memiliki kecerdasaan ini seperti Komposer, penyanyi, produser,penikmat musik,kritikus musik, komponis.Cara menstimulasinya yaitu denga  bernyanyi, bermain alat musik, mendengarkan lagu dsb.

6.       Interpersonal yaitu kemampuan memersepsi dan membedakan suasana hati,maksud,motovasi, serta perasaan orang lain.
Pekerjaan yang cocok: yang memiliki kecerdasan ini seperti public relation,Negosiator, marketing,pekerja sosial,konselor.
Cirinya yaitu orang yang memiliki kecerdasan ini memiliki sifat empati tinggi.
Cara menstimulasi: Sering dilibatkan dalam pengasuhan atau merawat anggota keluarga.

7.       Intrapersonal yaitu kemampuan memahami diri sendiri dan bertindak berdasarkan pemahaman tersebut.
Pekerjaan yang cocok: yang memiliki kecerdasan ini yaitu seperti filsuf,blogger, penulis, peneliti, psikolog,perenung.Ciri yang memiliki kecerdasan ini biasanya konsentrasi,fokus, bergelut di dunia jurnalis.

8.       Naturalis yaitu keahlian mengenali dan mengategorikan spesies flora dan fauna di lingkungan sekitar.
9.       Pekerjaan  yang cocok  untuk yang memiliki kecerdasan ini seperti ahli biologi,aktivis linglungan hidup, pecinta alam, dokter hewan, hortikulturis.
Ciri anak  yang memiliki kecerdasaan ini bersifat alami, penyayang binatang atau gemar berpetualang.

Pekerjaan mengenali minat dan bakat anak dengan menggunakan 8 Multiple Intellegences, bukan pekerjaan mudah, ditambah keinginan orangtua menjadi "sesuatu" yang baik menurut orangtua.
Menurut Psikholog Bu Liz, Sah-sah saja orangtua membangun pola/memberi stimulus untuk membentuk minat anak. Namun yang harus diperhatikan adalah, apakah anak senang menekuninya? Karena kembali lagi kebahagiaan anak menjadi hal yang utama.

Saat diskusi beberapa Emak menanyakan permasalahan yang dihadapi. Dennise Sihombing menanyakan bagaimana harus menyikapi keinginan anak sulungnya yang minatnya berbah-ubah dan diakhiri dengan niat menjadi seniman. Begitu pula bungsunya yang ingin jadi seniman. Dennise mengakui ia menyukai hal-ha yang berbau seni tapi ia heran karena tidak menceritakan kesukaan masa mudanya dalam hal seni, mengapa kini kedua anaknya ingin menjadi seniman?
Psikolog Elizabet T. Santosa menjawab: Dennise harus melihat ke dalam dirinya dan pasangannya. Sifat pembosan ini darimana? Karena anaknya sudah besar (Kuliah) maka disarankan Dennise untuk banyak berdiskusi dengan anak.

Ada Emak Lain, Marianna, Ibu yang sedang hamil muda, menanyakan kapan sebetulnya anak bisa diasuransikan terutama asuransi pendidikan.
T. Guntur Priyonggodo menjawab:  Sejak dalam kandungan. Semakin muda usia peserta asuransi, maka akan semakin murah biaya premi yang harus dibayarkan. Mengapa begitu? Karena berarti semakin panjang waktu nasabah ditanggung. Lalu kapan idealnya anak mulai diasuransikan

Penanya lain menanyakan, apa kelebihan asuransi pendidikan jiwasraya dbanding asuransi lain.
T. Guntur Priyonggodo  menjawab: Kelebihan lain yang dimiliki Jiwasraya adalah memberi gratis pembayaran premi setiap nasabah menerima manfaat. Manfaat bisa diambil beberapa saat sebelum jatuh tempo. Misalnya jatuh tempo pembayaran manfaat biasanya Juni/Juli (Tahun ajaran baru) tapi pada beberapa sekolah swasta pembayaran biaya pendaftaran sudah dilakukan di bulan April. Maka manfaat bisa diambil duluan.

Saya sendiri menanyakan, apa yang harus saya lakukan menyikap keinginan suami agar anak menjadi tentara sementara saya belum melihat minat anak ke arah tersebut.
Psikolog Elizabet T. Santosa, menjawab: Saya dan suami harus menyelesaikan perbedaan pendapat. Artnya sebagai orangtua harus satu pendapat terlebih dahulu. Dan jika saya belum melihat minat dan bakat sulung saya, disarankan untuk melakukan test minat dan bakat di beberapa institusi. 



Setelah menemukan potensi/kemampuan anak, pekerjaan/tugas sebagai orangtua belum selesai. Karena kita juga harus memikirkan, what the next? Apakah orangtua sudah menyiapakan anak, justru sesudah mereka selesai menempuh pendidikannya.Atau, sudahkah kita menyiapkan yang terbaik bagi anak-anak kita selama menempuh pendidikan? Apa sih hal utama yang harus disiapkan? Ya. Biaya. T. Guntur Priyonggodo kepala cabang asuransi Jiwasraya mengajak emak-emak blogger yang hadir hari itu untuk berpikir dua tiga langkah ke depan.

Apakah orangtua sudah menyiapkan biaya yang cukup? Emang stress loh lihat prediksi biaya yang diperlukan untuk anak menuntaskan satu jenjang pendidikan dari TK hingga perguruan tinggi. Asuransi adalah salah satu solusi investasi aman untuk pendidikan anak. Jiwasraya memiliki program yang sangat membantu.

Asuransi Jiwasraya sudah ada sejak tahun 1859, tua banget ya. Nah tua disini bisa dipahami sebagai berpengalaman. Almarhum ayah saya adalah agen asuransi Jiwasraya tahun 80 an. Jadi saya juga mengenalnya sudah cukup lama.
Jiwasraya memiliki program Jiwasraya Prestasi.

Produk JS Prestasi, memberikan manfaat sebagai berikut :
1. Pembayaran beasiswa :
   - Tahapan beasiswa SD, SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi dengan kenaikan 5% secara majemuk setiap tahun dari Uang Asuransi Awal (dibebaskan dari kewajiban pembayaran premi saat jatuh tempo tahapan beasiswa)
   - Beasiswa secara berkala bulanan selama 5 tahun di Perguruan Tinggi atau dapat diambil secara sekaligus 
2. Pembayaran santunan jika Tertanggung meninggal dunia pada masa asuransi sebesar :
    - Bukan Karena Kecelakaan 100% x Uang Asuransi Awal x (1.05)t
    - Karena Kecelakaan 200% x Uang Asuransi Awal x (1.05)t
3. Jika Tertanggung mengalam cacat tetap total karena kecelakaan, maka Tertanggung dibebaskan dari kewajiban membayar premi lanjutan dan manfaat tahapan yang belum diterima akan tetap dibayarkan 
4. Apabila anak yang dibeasiswakan meninggal dunia, maka Pemegang Polis akan dibebaskan dari kewajiban membayar premi dan seluruh premi standar akan dikembalikan serta manfaat tahapan yang belum diterima akan tetap dibayarkan
Jadi buat momie wanabe atau yang sedang hamil, asuransi sudah mulai masuk dalam perencanaan, ya. Sehingga jika tiba saatnya anak bersekolah, nggak ada yang perlu dikhwatirkan. Jadi untuk mempersiapkan bekal anak menghadapi persaingan global bukan cuma mengasah kemampuan, minat dan bakatnya saja tapi juga harus dengan persiapan keuangan yang baik. Asuransi adalah solusi yang tepat.

24 comments:

  1. tfs Bunda ^^, seneng bacanya, salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thx u sdh mampir. Salam kenal juga

      Delete
    2. Thx u sdh mampir. Salam kenal juga

      Delete
  2. emang beneran stress mak lihat biaya pendidikan.. mdh2an klo pakai Jiwasraya gak lagi pusing ya :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar Mba. Makanya persiapan biaya perlu dng aduransi

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
  3. pas banget kemarin bahas sama suami soal asuransi pendidikan, pas banget ikut acaranya langsung ditanyakan deh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mariana, mumpung mdh dlm perut, persiapannya bisa lbh matang.

      Delete
    2. Betul Mariana, mumpung mdh dlm perut, persiapannya bisa lbh matang.

      Delete
  4. Infonya cetar! Apalagi tentang bakat & minat anak, plus cara mempersiapkannya dgn asuransi JS prestasi :)

    ReplyDelete
  5. Paling seru deh kalo seacara sama bun Cha, ada sesi wefie barengnyaaa. hihihiii. Iyes, gemes sama omongan orang ya mak, bener tuh, gak ditanya "kapan cerainya?" x) Makasi sharingnya ya Bun Chaaa <3

    ReplyDelete
  6. info yang bermanfaat... harus belajar lagi nih tentang 8 kecerdasan dan nyiapin biaya soalnya bener tuh stress juga kalo tiba-tiba ngeluarin duit besar mendadak buat anak hehehe

    ReplyDelete
  7. Kalimat pembukanya keren ih mak, gegara ikutan talkshow ini aku jadi makin serius mikirin masa depan anak, perencanaan keuangannya gimana, biar lebih kece pendidikan si anak dari emak bapaknya :)

    ReplyDelete
  8. hehe, pertanyaan pembuka percakapan yg sering bikin melipir tuh ya mak di atas :) seneng bgt sama event kmaren, bikin para emak jd lbh aware :)

    ReplyDelete
  9. Jadi makin serius nyiapin dana pendidikan buat anak-anak.

    ReplyDelete
  10. Engga maen2 ya skrg biaya pendidikan anak, kalo ga disiapin dari sekarang kasian masa depannya nanti

    ReplyDelete
  11. pokoknya sedia payung sebelum hujan ya buncha :)

    ReplyDelete
  12. Jadi nanti mau jadi apa anaknya buncha.. semoga tercapai ya cita citanya

    ReplyDelete
  13. Kalimat pembuka aja udah langsung bikin deg2an maaak.. >_< Jadi kudu makin serius siapin pendidikan anak. :D

    ReplyDelete
  14. Yang pasti salah satunya berbahasa Inggris dengan baik :-)
    Please visit us @ britishenglishclass.com an online learning via WA/LINE.
    You can learn anytime anywhere :-)
    Trims _/\_

    ReplyDelete
  15. banyak banget ya manfaat dari Jiwasraya yang bisa diambil,nice info ^_^

    ReplyDelete