Google Adsense

Senandung Ibu Pertiwi, Pameran Lukisan Koleksi Istana Kepresidenan


Saya menyambut dengan sukacita ketika mengetahui ada  Pameran Lukisan Koleksi Istana Kepresidenan. Pameran tersebut di gelar di Galeri Nasional.  2-30 Agustus 2017. Galeri Nasional adalah pusat penyimpan benda bersejarah, tempat pameran sekaligus tempat penelitian benda seni bersejarah. Pameran Lukisan Koleksi Istana kepresidenan ini adalah yang kedua kali, diselenggarakan dalam rangka HUT kemerdekaan NKRI yang ke 72.
Pameran Lukisan kali  ini mengangkat tema “SENANDUNG IBUPERTIWI”. 

Menurut kepala sekretarian Presiden, Heru Budi Hartono, Tema ini diartikan sebagai tanah air tempat kita dilahirkan dan berkarya bersama-sama. Awalnya pameran lukisan akan dibuka Presiden Joko Widodo, namun karena satu dan lain hal, pameran Lukisan dibuka wakil Presiden Jusuf kalla.

Tahun ini (2017) ada 48 lukisan dari 41 pelukis yang dipamerkan. Meningkat dibanding pameran yang pertama tahun 2016, yang hanya memamerkan 28 lukisan dari 21 pelukis. Tahun lalu (2016) mengangkat tema; Goresan Juang Kemerdekaan. Tahun 2017, dari 48 lukisan yang dipamerkan, 44 adalah koleksi lukisan semasa Presiden Soekarno dan hanya 4 lukisan semasa Presiden Soeharto.


Pameran terbuka untuk umum, namun harus mendaftar lebih dulu secara on line di https://www.bek-id.com/pertiwi/. Ini bertujuan agar pengunjung bisa melihat jadwal yang masih kosong. Karena jumlah pengunjung perhari per sesi dibatasi. Semua ini bertujuan agar pengunjung bisa menikmati pameran lukisan secara nyaman.


Usai mendaftar, pengunjung harus menitipkan barang bawaanya. Karena hanya dompet yang diperkenankan di bawa masuk ke ruang pameran. Eh juga boleh bawa hp atau camera dengan catatan, saat memfoto tidak boleh menggunakan lampu. Jangan khawatir di bagian penitipan, ada yang menjaga. Usai menitipkan tas, pengunjung distempel di tangan. Jadi paperless, nggak pakai tiket tanda masuk. Barulah pengunjung diperkenankan menuju ruang pameran. Di pintu ruang pameran, ada pemeriksaan lagi, tapi nggak usah khawatir selama kita tidak membawa barang-barang yang memang tidak diperkenankan dibawa.



Melewati pintu masuk dan penjagaan, kita langsung disambut layar besar, seukuran 3 x 5 m yang memuat replika lukisan berjudul pernikahan adat Rusia karya Konstantin Egorovick Makosvsky. lukisan ini sudah berusia 125 tahun. Sudah beberapa kali mengalami perbaikan, karena itu selain ukurannya sangat besar, kondisi lukisan yang berada di istana Bogor ini, agak rawan dipindahkan maka tidak dihadirkan ke Galeri Nasional. Lukisan ini hadiah dari pemerintah Rusia.

Secara keseluruah Pameran Lukisan koleksi Istana Kepresidenan yang kedua, terbagi dalam 4 tema:

1.     Keragaman Alam,
2.     Dinamika Keseharian,
3.     Tradisi dan Identitas
4.     Mitologi Religi.
Harimau minum, Raden Saleh


Jujur saya sangat terpesona menyaksikan semua lukisan-lukisan tersebut. Keragaman alam, memperlihatkan keindahan alam Indonesia. Saya sudah berkeliling lebih dari 30 propinsi dan saya harus mengakui, lukisan-lukisan dengan tema keragaman alam, adalah representasi keindahan alam Indonesia.
 
Setelah lukisan Perkawinan tradisional adat Rusia, pengunjung di sambut para petugas yang menjelaskan, sedikit info tentang pelukis, tahun dan makna di balik lukisan. Pada bagian depan setelah beberapa lukisan pemandangan, mata saat tertahan pada lukisan permandangan alam Sulawesi karya Heng Ngantung, mantan gubernur DKI Jakarta yang memang asal Sulawesi, Menado tepatnya.

Ada dua lukusan Heng Ngantung yang ikut di pamerkan. Satu lagi afa di bagian dalam, di bagian tema ketiga. Lukusan perempuan Toraja. Di sebelah lukisan Permandangan alam Sulawesi ada Lukisan Karya Maestro  Raden Saleh, berjudul "Harimau Minum" yang dibuat pada tahun 1863, adalah lukisan tertua. 

Karya Heng Ngantung

Pada bagian kedua, Dinamika Keseharian, beberapa diantaranya karya pelukis asing. Menggambarkan perdagangan atau kegiatan mencari nafkah. Mulai dari lelang ikan, menjala ikan, berdagang sate sampai sambung ayam.



Selanjutnya Tradisi dan Identitas, di sini kita di bawa melihat rasa seni yang ada dalam diri Presiden Soekarno. Kebaya menjadi sub judul, lukisan-lukisan para perempuan dalam balutan kebaya.  Perempuan dengan berbagai wajah dan kebaya warna warni menjadi keindahan tetsendiri.. Bukan rahasia umum, Presiden Soekarnoa “pecnta seni dan wanita’ wanita cantik adalah kesukaan beliau. Dan memang perempuan-perempuan dalam obyek lukisan memperlihatkan “keistimewaan”. Diantara lukisan yang berjudul Nyi roro Kidul dan perempuan berkebaya hijau yang antik luar biasa.

Di area ini, nuansa mistis sangat kental terasa. Saya merasa seolah berpasang-pasang mata pada lukisan tengah menatap saya. Padahal kenyataannya, saya yang menatap wajah mereka dalam lukisan-lukisan yang terbingkai cantik. Cahaya yang temaram dan kemampuan saya yang terbatas dalam mengambil gambar dengan camera foto, tidak dapat menggambarkan keindahan malah membuat kian terasa mistis karena hasil fotonya. Saya bersyukur memiliki kesempatan menyaksikan pameran lukisan ini. Saya berniat akan mengajak anak-anak dan kawan-kawan lain untuk berkunjung ke sini. Bukan cuma sekedar melihat lukisan cantik tapi banyak kisah sejaran yang hanya bisa dipahami, setelah kita melihat koleksi lulkisan-lukisan tersebut.


Di sisi lain juga ada dokumentasi lukisan-lukisan dalam berita surat kabar atau majalah. Baik sebagi sampul maupun saat direstorasi. Bahwa proses menjaga koleksi benda seni tidaklah mudah. Karena selain harganya yang tak terniali, kisah di balik setiap lukisan mempunyai makna yang dalam. Selain kisah tersebut para pelukisnyapun menjadi ikon Negara yang turut mengangkat kesenian Indonesia di mata dunia.



Bagian ke empat dengan tema Mitologi dan religi, memperlihatkan hubungan spiritual masyarakat Indonesia dengan berlatar belakang berbagai keyakinan. Lukisan-lukisan ini patut diperlihatkan pada khalayak ramai, agar tahu, Indonesia itu beraneka ragam keyakinannya. Dan itu yang menjadikan Indonesia kuat. Mari menjadi bagian dari 50.000 yang menjadi target pengunjung pameran lukisan tahun ini. Ke #GalnasYuk agar kita #Jadimandiri







16 comments:

  1. Ini pngalaman yg ok bngt trus breng baru tau kalau bung Karno itu jago lukis Dan baru pertama kali ini liàt lukisan nyi Roro kidul,,

    ReplyDelete
  2. Wahhh, lukisannya keren ya bun, dian jadi banyak belajar tentang lukisan karya para mastro pelukis Indonesia. Dan lukisannya seperti ada daya magisnya ya seperti lukisan Nyi Roro Kidul nampak seperti hidup ya.

    ReplyDelete
  3. Lukisannya keren2 bgt Bun.. lengkap bgt ya koleksinya :)

    ReplyDelete
  4. Saya pun terpesona bun, segala macam tema nya ada dan berkarakter kuat. Harus tetep didukung demi kelestarian ya bun yg memiliki nilai tinggi dan berharga seperti ini. Semoga tetep jauh dari tangan2 jahil yg sengaja merusak

    ReplyDelete
  5. Karya-karya yang sangat mempesona. Semoga selalu tetap terjaga dan dapat menjadi warisan anak cucu kita nanti, generasi-generasi penerus bangsa.

    ReplyDelete
  6. Lukisanya bagus-bagus cocok nih bawa keluarga main kesini.

    ReplyDelete
  7. Masih ada waktu ya buat main ke pameran lukisan ini sampai tgl 30 agustus... Jadi pengen kesini deh... :)

    ReplyDelete
  8. Yang bagian mitologi saya suka banget konsepnya... Lukisan di lorong yang ujungnya lukusan Nyi Roro Kidul.. Seru!

    ReplyDelete
  9. Pengin deh ke sana... Keren2 lukisannya.

    ReplyDelete
  10. mengagumkan.. ini lebih dari sekedar seni.. karna ada sejarah di balik makna setiap lukisan..

    ReplyDelete
  11. widihh kudu mampir ke sono inihhh :)

    ReplyDelete
  12. lewat pameran lukisan ini aku jadi merasa lebih mengenal dekat Bung Karno. Selera seninya tinggi ya

    ReplyDelete
  13. Datang ke pameran ini aku jadi makin tahu tentang keberagaman bangsa Indonesia. Dan dari semuanya, tetap Nyai Roro Kidul yang lukisannya paling mencuri perhatian :)

    ReplyDelete
  14. Lukisannya bagus-bagus.
    Aku pribadi kurang suka ke tempat yang banyak lukisan manusia, apalagi yang udah berusia tua (lukisannya). Sering ngerasa "dingin". Sekarang mah untung bisa menikmati lewat blog begini. :)

    ReplyDelete
  15. Pengaturan cahaya yang temaram pengaruh juga ke suasana hati ketika menyaksikan pameran lukisan.

    Saya paling suka ke bagian yang mengenalkan sejarah masa lalu dan perjalanan presiden kita, kontribusinya ke galeri nasioanal

    ReplyDelete