Renovasi RS Hasri Ainun Habibi dan Pil Penambah Darah di SMKN I Limboto



Mengikuti Kunlaptik  2018 (Kunjungan lapangan tematik) Media bersama Kemenkes RI, ke Gorontalo adalah #BerkahNegeblog. Ini kali kedua setelah Kunlaptik 2017 ke Semarang dan Salatiga. Selalu menyenangkan manakala berkesempatan datang ke daerah lain. selalu ada cerita dan pengalaman baru. Ada sekitar 39 media cetak, elektronik (TV & Radio) 10 media on line dan 10 Blogger/Vlogger (Netizen) yang mengikuti Rombongan Kemenkes  RI bersama Ibu Menteri Prof. dr. Djuwita Nila  Afansa Moeloek, Sp.M (K).  Kunlaptik 2018 Media bersama Kemenkes RI ke Gorontalo mengangkat tema: 

Ekspose Pembangunan Kesehatan di Propinsi Gorontalo#GorontaloSehat.



Hingar bingar final  Sepakbola Piala Dunia 2018, antara Prancis dan Kroasi masih memenuhi benak dan telinga.  Jam menunjukan pk. 01.00 ketika satu persatu keluarga besar saya meningalkan rumah. Waktu yang sangat nanggung untuk tidur karena Pk. 3.30 saya sudah harus di airport. Alhasil, saya menyiapkan secangkir teh dan mencoba menikmati dengan santai. 

Taksi burung biru sudah dipesan suami untuk menjemput dan mengantar saya ke airport pk. 02.30. Masih ada sekitar satu jam, sebelum saya berganti pakaian. Saya duduk bersandar dan menjulurkan kaki, 16 Juli adalah hari pertama Bungsu saya masuk SMA. Saya tidak bisa menyiapkan sarapan, bekal dan mengantarnya (walau cuma sampai pagar) Tapi bungsu saya sudah mengizinkan. Bahkan Vlog Germas sebagai salah satu syarat seleksi mengikuti Kunlaptik ini, berkat bantuannya. 

Pengertian kedua anak dan dukungan dari pasangan, adalah salah satu yang membuat saya tetap eksis melakukan banyak kegiatan, termasuk perjalanan ke luar kota. Tidak mudah bagi perempuan berkeluarga dan sudah memiliki anak dalam melakukan kegiatan di luar rumah. saya satu dari sekian banyak perempuan yang beruntung, mendapat izin dan restu dari anak-anak dan suami. 



Taksi burung biru menembus kelamnya malam, sesaat mata saya nanar menatap lampu-lampu jalan. Masih ada rasa tidak percaya saya bisa pergi ke luar kota lagi. Soalnya saat liburan lebaran dan liburan kenaikan kelas, saya disibukkan menguru kedua anak yang tamat SMP dan SMA. Mendaftar secara on line dengan sistem yang baru lagi, membuat penantian  tersebut lebih bikin mules ketimbang mau melahirkan. Stress tersebut terbayar lunas, manakala mendapat kabar, saya menjadi satu dari 10 Blogger/Vlogger terpilih mengikuti Kunlatik 2018 Media bersama kemenkes RI.

Dan kini dalam taksi menunju airport Soekarno-Hatta yang akan membawa saya terbang ke tanah Sulawesi. Dan sayapun memejamkan mata, sesaat mencoba menikmati, berkat yang luar biasa ini. saya terjaga ketika Supir taksi memanggil saya karena sudah memasuki area terminal 3. Petualangan 3 malam 4 hari, 16-19 Juli 2018, di mulai.


Dari Bandara Djalaludin, Gorontalo, rombongan disambut jajaran dinas kesehatan Propinsi Gorontalo, langsung menuju RS. Hasri Ainun Habibie. Pemerintah gorontalo berencana membangun RS. Hasri Ainun Habibie menjadi RSUD tipe B, sebagai upaya mengatasi kekurangan dibidang kesehatan seperti kurangnya tenaga kesehatan dan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Apalagi saat ini belum ada rumah sakit pusat rujukan provinsi..  



Menkes mendukung pengembangan RSUD tersebut untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Gorontalo. Diharapkan pembangunan RSUD ini bisa membantu pemerintah Gorontalo dalam menurunkan kasus stunting, eliminasi TBC, dan perbaikan kualitas dan mutu imunisasi. hal ini juga bertujuan menjadikan RSUD Hasri Ainun Habibie sebagai pusat rujukan provinsi. Sehingga untuk kasus tertentu tidak lagi harus dirujuk ke rumah sakit yang lebih lengkap fasilitasnya.




Provinsi Gorontalo juga belum memiliki rumah sakit yang 100% menerima pasien pengguna fasilitas BPJS Kesehatan. Karena itu, pengembangan RSUD Hasri Ainun Habibie ini penting dilakukan untuk mengatasi kekurangan tersebut. Saat ini, RSUD Hasri Ainun Habibie merupakan rumah sakit tipe D. Rencana pengembangan menjadi RSUD tipe B yang akan dilengkapi dengan dokter, perawat dan bidan, kefarmasian, tenaga kesehatan lainnya, dan tenaga non kesehatan.




Pemda gorontalo masih membutuhkan 75 dokter untuk pelayanan medik, pelayanan medik spesialis dasar, pelayanan spesialis penunjang medik, pelayanan medik spesialis lain, pelayanan medik spesialis Gigi dan Mulut, dan pelayanan medik subspesialis. Sementara untuk bidan dan perawat dibutuhkan 509 orang, kefarmasian 20 orang, tenaga kesehatan lainnya 60 orang, dan tenaga non kesehatan 159 orang.


Menurut Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI, Selain pengembangan menjadi RSUD tipe B, RS. Hasri Ainun Habibie juga akan dikembangkan sebagai rumah sakit pendidikan.


Dari RS. Hasri Ainun Habibie, kami melanjutkan perjalanan ke SMKN 1 Limboto. Di sini ada inovasi penerapan program kesehatan. SMKN 1 Limboto memiliki kegiatan ekstra kurikulier pramuka Saka Bakti Husada, yaitu gerakan pramuka yang mengkhusukan diri pada kegiatan dibidang kesehatan. Pada kesempatan Kunlaptik Media kemenkes RI, Ibu Menkes, melihat langsung bagaimana anggota-anggota pramuka berlatih mengenai hal-hal yang terkait kesehatan. Di antaranya pengenalan fungsi reproduksi. Pengenalan obat-obatan, Makan makanan sehat, P3K dan Cuci tangan yang benar.



Dalam sabutannya saat berdialog dengan guru dan siswa-siswi SMKN I Limboto  Menkes RI, Ibu Nila Moeloek, sangat gembira mendengar penjelasan Ketua Osis SMKN 1 Limboto, Sandi Nteya, kelas 12 yg menjelaskan Saka Bakti Husada. sandi juga menyatakan bahwa ia bersama kawan-kawannya berkomitmen untuk menjauhi narkoba karena tidak bermanfaat. Sadar sebagai generasi muda dan generasi penerus, Sandi berjanji untuk berusaha sebanyak mungkin menginformasikan pentingnya menjauhi narkoba.





Pada kesempatan tersebut, Ibu Nila Moeloek juga menyaksikan langsung, pelajar SMKN 1 Limboto secara bersama-sama minum pil penambah darah. Salah saeorang siswai, Siti Nurdeana Umar, kelas 11 menjelaskan, mengapa perlu minum pil penambah darah. Hal itu dilalkukan untuk persiapan masa depan. Adannya kesadaran, bahwa sebagai generasi penerus, kelak anak-anak perempuan ini akan menjadi istri dan ibu yang akan hamil dan melahirkan, yang akan mengeluarkan dan membutuhkan banyak darah. Untuk persiapan hal tersebut, perlu dari sekarang mendapat pil penambah darah agar tidak kekurangan darah/anemia. Karena setiap bulanpun remaja putri akan mengalami proses menstruasi.



Sebagai anak-anak yang sedang tumbuh, berkembang dan memiliki banyak kegiatan, kekurangan darah/anemia akan menjadi hambatan bagi aktifitas mereka. tubuh menjadi lemas, cepat lelah dan tidak semangat. Itu adalah hal-hal yang toidak diinginkan karena dapat menghambat produktifitas.


Pil penambah darah bagi para pelajar ini, bekerja sama dengan puskesmas setempat. Anak-anak mendapat pil penambah darah, minimal seminggu sekali. Setiap awal tahun ajaran baru, SMKN 1 Limboto selalu mensosialisasikan perlu mengkonsumsi pil penambah darah.




Di SMKN I Limboto, Ibu Menteri Nila Moeloek juga menerima buku raport kesehatan. jadi setiap pelajar bukan hanya memiliki buku raport akademis tapi juga buku raport kesehatan yang mencatat perkembangan kesehatan siswa. menurut ibu menteri, ini sangat baik karena dengan mengetahui rwayat kesehatan, bisa meminimalkan gangguan kesehatan.

Ibu menteri juga senang melihat sosok para pelajar yang tumbuh tinggi. Menandakan kecukupan gizi. mengingat Gorontalo sebagai penghasil ikan dan jagung, Ibu menteri mengatakan tinggal mendorong penerapan pola makan yang sehat dan baik  dalam program isi piringku untuk  diteruskan.

Perjalanan Kunlaptik masih akan ke Pos Gizi Desa Haya-haya dan saung GerMas.


(Bersambung)





.

21 comments:

  1. wah keren ini ada buku raport kesehatan, jadi kesehatan aanak - anak disana terpantau ya. Semoga bisa merambah ke pelosok lain ya, aamiin

    ReplyDelete
  2. Terharu saya sama dukungan anak-anaknya Buncha. Oh iya, saya kalau tahu kegiatan yang diadain kemenkes zaman sekarang jadi ngiri. Coba kalau dulu ada. Mungkin saya nggak sering kena anemia yang rasanya sering sampai mau pingsan di sekolah. Saya nggak tahu Bun kalau waktu itu harus sering perlu yang namanya pil penambah darah.

    ReplyDelete
  3. gak sabar nunggu lanjutannya.. ini bagus banget ya ide Kemenkes, bikin rapot kesehatan gitu.. jadi bisa terpantau semua soal kesehatan anak-anak.. sering juga liat iklan di tv soal pil penambah darah yang diberikan rutin ke sekolah-sekolah.. KERJA NYATA! salit buat Pemerintah

    ReplyDelete
  4. Wah bener-bener jadi reward tersendiri ya bun... Setelah berlelah-lelah dan absen liburan lama, akhirnya dapet kabar menjadi satu dari 10 blogger yang mendapat kesempatan mengikuti kunlaptik .

    ReplyDelete
  5. Rapot kesehatan, trobosan baru ya bun. Semoga Indonesia makin maju deh, salut sama 10 Blogger ini ditunggu kelanjutannya

    ReplyDelete
  6. seru banget nih pengalamannya buncha, semoga pembangunan RSUD Hasri Ainun Habibie lancar dan dapat membantu warga gorontalo dan sekitarnya

    ReplyDelete
  7. Wah, keren ya bisa jadi pengalaman tersendiri nih. Semoga pembangunannya berjalan lancar

    ReplyDelete
  8. KerrK banget ya prestasi bidang kesehatan Gorontalo ini. Jawa aja kalah kayaknya. Diprioritaskan dengan sungguh2. Semoga bisa banyak yang mencontoh Gorontalo untuk prestasi dunia kesehatannya.

    ReplyDelete
  9. Gorontalo ternyata untuk progran kesehatannya keten bnget smoga di contoh sama kota2 lainnya.. daya kpingin bnget k gorontalo mupeng ngeliat keseruan acaranya

    ReplyDelete
  10. Gorontalo, kota kelahiran bumerku hehe. Pengen ke sana kapan2 kalau ada kesempatan, silaturahmi ma saudara.
    Alhamdulillah ikut seneng ada RS kyk gtu dibangun di daerah, gk cuma di pusat, semoga fasilitas dan nakes makin banyak jg di san adan daerah2 lainnya ya bun.

    ReplyDelete
  11. Wah kesempatan keren nih Bun..senengnya. Btw mudah2an reovasi ke type B nya cpt prosesnya ya supaya semakn banyak yg sakit bs ditangani

    ReplyDelete
  12. Penasaran dengan berikutnya.. program Kemenkes RI ini memang perlu mendapatkan dukungan dari seluruh masyarakat luas ya.. agar tingkat keberhasilannya juga mendekati 100%.. semoga semua kebutuhan tenaga medis RS Ainun Habibie ini segera tercukupi ya Buncha

    ReplyDelete
  13. Keren juga nih SMKN I Limboto, ternyata setiap pelajar bukan hanya memiliki buku raport akademis tapi juga buku raport kesehatan yang mencatat perkembangan kesehatan siswa. kereen nih, semoga banyak sekolah lain yang juga menerapkannya supaya anak-anak bisa dikontrol kesehatannya.

    ReplyDelete
  14. wah programnya bagus banget. bisa dipantau ya perkembangan kesehatannya jadinya

    ReplyDelete
  15. Bagus juga ekstrakurikuler dari SMK N 1 Limboto yang tentang kesehatan. Kayaknya di sekolah-sekolah lain masih jarang yang memberi ekskul ini deh.

    ReplyDelete
  16. Makin bisa terpantau yaa perkembangan kesehatan disana..
    Semoga proses renovasinya cepat selesai biar lebih banyak yg dpt ditangani

    ReplyDelete
  17. Wah, itu rumah sakit ada hubungan ga sih sama pak Habibie, hehehe..

    Semoga kebutuhan tenaga medianya juga segera terpenuhi ya

    ReplyDelete
  18. Senangnya ya Mama Icha bisa ke Gorontalo,, dan semoga renovasi RS inj bisa cepat selesai.

    ReplyDelete
  19. wah ini bukti kaalau Gorontalo semakin maju
    keren ada raport kesehatan jadi menjaga anak tetap sehat juga penting banget dibanding nilai2 akademik mereka ya buncha

    ReplyDelete