Merawattoleransi menjadi tema besar dari Program #SabangMerauke2019. SabangMerauke, kependekan dari Seribu Anak Bangsa Merantau dan Kembali.

Program tahun ke 7 dari SabangMerauke ini, mendatangkan 20 anak dari Sabang sampai Merauke yang terseleksi untuk datang ke Jakarta dan tinggal dengan Keluarga Asuh yang berbeda latar belakang, budaya, suku dan agama.

SabangMerauke adalah program pertukaran pelajar antar daerah di Indonesia, dengan tujuan membuka cakrawala anak-anak Indonesia dan menanamkan nilai toleransi pada ke-bhinneka-an.

Anak-anak dari sebuah daerah akan diajak untuk meluangkan waktu libur sekolah selama 2 minggu untuk tinggal di daerah lain. Selama masa pertukaran ini, anak-anak ini akan tinggal bersama keluarga angkat yang memiliki nilai-nilai yang luhur dan pencapaian penghidupan yang baik sehingga bisa menjadi panutan nyata.









Menurut Asta Dewanti, Raising Awareness SabangMerauke, yang menjadi Keluarga Asuh pun terseleksi. Lebih jauh Asta Dewanti menjelaskan, Jakarta menjadi Kota tujuan karena kota yang pas untuk belajar Dan melihat  kehidupan bertoleransi.

4-5 Juli 2019, menjadi waktu bagi 20 anak peserta program, melihat Dan mendengar tentang tempat Ibadah. Mulai dari Gereja Katedral, Mesjid Istiqlal, Pura Aditya dan Vihara Dharmacakajaya.

SabangMerauke,m pentingnya prinsip untuk menjaga agar anak-anak ini tidak tercerabut dari akar budayanya, dan bahkan sekembalinya mereka ke daerahnya, anak-anak ini dapat menjadi jendela kemajuan bagi teman-temannya.

Siapa Pelaku SabangMerauke?

Anak SabangMerauke (ASM), Kakak SabangMerauke (KSM), dan Famili SabangMerauke (FSM),
Anak SabangMerauke (ASM) adalah siswa SMP yang menjadi subyek pertukaran pelajar.

Kakak SabangMerauke (KSM) adalah kakak pendamping selama program pertukaran dan mentor bagi Anak SabangMerauke setelah program berakhir.

Famili SabangMerauke (FSM) adalah keluarga angkat yang akan menjadi keluarga baru bagi Anak SabangMerauke.

Dari pemantauan Saya di Pura Aditya Dan Vihara Dhamacakajaya. Anak-anak begitu antusias bertanya. Keingintahuan mereka mengenali tempat Ibadah Dan Pengetahuan agama lain sangat besar.




Beruntungnya mereka bisa bertemu Dan Berbicara dengan Pemimpin agama Hindu Dan Budha. Dua agama yang Tata ibadahnya sangat berbeda jauh dengan agama Islam Dan Keristen. 

Pertanyaan seputar pantangan atau waktu Ibadah menjadi yang paling banyak ditanyakan. Termasuk hubungan antar sesama. Saya mendapat pencerahan selama mengikuti Kunjungan di Dua tempat Ibadah ini. 

Doa Dan harapan Saya, program ini terus berlanjut Dan anak-anak Indonesia mendapat ilmu Dan wawasan yang bermanfaat. 

Kegiatan Program Sabang Merauke bukan cuma mengunjungi tempat Ibadah tapi masih banyak lagi. Untuk mengetahui kegiatan mereka, silakan cek di website Sabang Merauke di sini.



No comments:

Post a Comment