Google Adsense

Acer Membantu Saya Mendengarkan dengan Hati





Memiliki anak adalah idaman pasangan-suami istri. Walau saya pernah membaca ada pasangan menikah tapi tak mau memiliki anak karena khawatit tidak mampu memberikan apa yang menjadi hak anak, itu masalah lain. Umumnya hampir semua pasangan menikah, apapun tujuan awal dari pernikahan tersebut, pada akhirnya ingin mempunyai anak. Tak sedikit pasangan menikah karena ingin memiliki anak, ini sudah tersurat dalam kitab-kitab suci. Namun kenyataannya, walau anak adalah buah hati, buah cinta, sumber kebahgiaan dan lain sebagainya, adakalanya, ulah mereka membuat kita sebagai orangtua kesal dan marah. Orangtua juga manusia.Apalagi saat lelah dan banyak masalah. Terus dikejar tenggat waktu tugas kantor.

Ini pernah saya alami, alih-alih saya marah, saya malah mendapat pelajaran dari situasi tersebut. Suatu malam saya sedang mengerjakan laporan tugas kantor. Besok harus di bawa untuk dipresentasikan dalam rapat antar bagian. Ketika pulang dari kanjtor, saya langsung bersih-bersih dan mengatur makan malam untuk suami dan anak-anak.

Selesai makan, saya mengatakan pada suami, untuk memberi saya waktu sendiri agar saya bisa menyelesaikan laporan. Suami saya adalah laki-laki luar biasa yang selalu mendukung saya. Dengan tersenyum, ia mengangguk. Maka saya pun ke kamar sebelah untuk  menuliskan laporan. Suami saya bersama anak-anak. Terdengar tawa dan canda mereka di kamar sebelah. Hati ini tergoda juga untuk bergabung. Sejak pagi, anak-anak berangkat sekolah, saya dan suami ke kantor, lalu pulang, saya belum memberikan apa yang menjadi hak anak-anak. Yaitu perhatian dan kasih sayang. tapi laporan ini harus tuntas. Rasa resah dan gelisah mengusik hati saya.

Saya mencoba berkonsenterasi menyelesaikan laporan dan berusaha tidak mendengar suara-suara di kamar sebelah. Entah berapa lama saya tenggelam dalam laporan, ketika pintu kamar kerja terbuka. Kepala si bungsu muncul.
“Boleh aku masuk?” tanyanya dengan polos. Saya tersenyum dan mengangguk. Sejenak saya alihkan perhatian dari komputer ke wajah si bungsu.  Saya membuka tangan dan si bungsu langsung masuk dalam pelukan.

“Mama kerja apa?” tanyanya, sambil duduk dipangkuan dan memainkan mouse.
“Tugas dari Bos Mama,” jawabku sambil mencium kepala si bungsu yang masih berada dalam pelukan.
Saya teringat, ada gambar-gambar binatang bersama anak-anaknya. Segera saya tangkap tangan si bungsu yang masih bermain di atas mouse, saya bimbing tangannya membuka folder gambar. Ketika gambar-gambar terbuka. Si bungsu terlihat senang.
“Sebentar, Ma. Aku mau panggil kakak” Ujar si Bungsu sambil turun dari pangkuan. Tak berapa lama ia muncul bersama si Kakak.
“Lihat kak, gambarnya bagus-bagus” Ujar  si bungsu. Si kakak mendekat, si bungsu kembali naik ke pangkuan. Saya meraih si kakak dan mencium kepalanya. Mencium kedua buah hati , terasa ada kehangatan yang mengalir di dada.  Pekerjaan membuat laporan tertunda tapi saya tidak menyesal. Saat-saat semacam ini, saya sebut “Mendengar dengan hati” Karena kalau saya mendengar dengan telinga, saya akan “mengusir” kedua anak saya untuk kembali ke kamar sebelah, demi  mengerjakan laporan.

Hati kecil saya tidak mengijinkan hal itu terjadi. Benar laporan ini penting dan terkait dengan penghasilan di akhir bulan. Tapi kedua buah hati saya tidak mengerti akan hal itu. Dan tanggung jawab sebagai orangtua, bagi saya, materi saja tidak cukup. Perhatian dan kasih sayang adalah hal nyata yang diperlukan anak.
Si kakak lebih terampil memainkan mouse, dengan cepat ia melihat-lihat gambar. Si adik tertawa senang.
“Ada lagi Ma?” Tanya si Kakak penasaran. 


Interaktif semacam cerita saya di atas, kini bisa lebih canggih dan keren dengan keberadaan,  Acer Aspire E1. keluaran Acer Indonesia.

Programnya didukung performa Intel® Processor di dalamnya. Membuat siapa saja bisa memberikan hiburan yang lebih. Jika di laptop lama, saya sering tersendat-sendat kalau memutar DVD atau film yang saya unduh dari internet. Dengan Acer Aspire E1, semua bakal lancar bagai jalan tol. Terbayang girangnya Bas dan Van, kalau notebook si Mama bisa memberi hiburan yang asyik.

Kini tampil keren dengan notebook slim yang paling tipis di kelasnya, bukan hanya impian. Hajatan Emak-emak Blogger kali ini, mampu membuat saya kerja keras. Siapa coba yang tidak ingin mendapatkan notebook idaman?

Tulisan ini diikutsertakan dalam event 
“30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” 
yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia.”

2 comments:

  1. kunjunganku mak, waw...salam buat anak2 ya mak, anak2 sekarang memang cerdas ya....sukses mak :)

    ReplyDelete
  2. Semoga mimpi si Mama bisa memberi hiburan yang asyik untuk Bas dan Van bisa segera terwujud. Sukses, Maaaak :)

    ReplyDelete