Google Adsense

SAHABAT TB UNTUK INDONESIA BEBAS TB



Untuk mengenang jasa Dr. Robert Koch yang mengumumkan penemuan kuman penyebab TB “Mycobacterium Tuberculosis” pada tahun 1882, maka pada tanggal 24 Maret, diperingati sebagai hari TB sedunia.

Nah penyakit TB ternyata merupakan salah satu indikator keberhasilan MDGs (Millenium Development Goals) yang harus dicapai oleh Indonesia, yaitu menurunnya angka kesakitan dan kematian menjadi setengahnya di tahun 2015.

Saya termasuk satu diantara 40 blogger yang akan mengikuti Workshop Blogger mengenai TB (Tubercolosis), yang akan di gelar di Bandung awal Maret 2015. Selain workshop, rencananya para peserta juga akan melakukan kunjungan ke RS Hasan Sadikin dan ngobrol dengan mantan pasien TB.

Ini baru informasi keren. Berdasarkan data Global Web Index Survey dinyatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang warganya sangat tertarik dengan media sosial termasuk blogger. Persentase aktivitas jejaring sosial Indonesia mencapai 79,72 persen, tertinggi di Asia, mengalahkan Filipina (78 persen), Malaysia (72 persen), China (67 persen).http://www.globalstats-research.com/.
Ini menunjukan informasi yang disampaikan media sosial termasuk blogger merupakan hal yang sangat menarik bagi masyarakat. Media sosial termasuk blogger memiliki peran yang sangat besar dalam menyampaikan informasi.

Kondisi ini membuat Kementerian Kesehatan melalui SUBDIT TB bekerja sama dengan Puskompublik dan Challenge TB (KNCV Foundation) berkeinginan mengadakan workshop bagi blogger guna meningkatkan partisipasi dan kontribusinya dalam bentuk ide, gagasan, berupa tulisan/artikel yang informatif dan inspiratif untuk mendukung penangulangan TB di Indonesia khususnya dalam upaya pencegahan dan promosi layanan terkait TB pada anak, TB MDR dan TB HIV. Kedepannya Puskompublik akan melakukan evaluasi secara berkala berhubungan sehubungan dengan tulisan dan hastag dari para blogger yang tergabung dalam #SahabatJKN #KawanLawanTB .

Penurunan insidensi TB di Indonesia masih dianggap terlalu lambat (berkisar 1% per tahun). Perkiraan insidensi TB pada 2012 adalah sebesar 460.000 kasus. Sedangkan kasus yang tercatat oleh program sebesar 331.441 kasus. Sehingga terdapat kesenjangan (gap) sebesar 128.692 kasus. Untuk lebih meningkatkan penurunan insidensi TB, Indonesia perlu mengupayakan strategi untuk menemukan kasus TB di masyarakat, melakukan pencatatan dan pelaporan serta mengakseskan kepada pelayanan yang berkualitas.

Walaupun telah diperoleh kemajuan dan keberhasilan yang sangat signifikan dalam program pengendalian TB secara nasional, ada beberapa hal yang harus kita waspadai terkait permasalahan TB, diantaranya terjadinya peningkatan kasus TB pada anak. Hal ini merupakan tantangan baru dalam pencegahan TB yang menyangkut perkembangan pertumbuhan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Sebagai ibu, saya sangat peduli pada kesehatan keluarga terutama kesehatan anak-anak. Batuk sesungguhnya bukan penyakit. Batuk adalah tanda bila ada benda asing yang masuk di rongga pernapasan. Sesuatu yang masuk di rongga pernapasan ini yang perlu diwaspadai.Salah satu indikasi adanya TB adalah batuk tetapi batuk yang terus menerus, berikut

Tanda-tanda TBC pada anak yang perlu di waspadai:

- Batuk terus menerus 
- Berat Badan tidak naik bahkan cenderung turun terus.
- Berkurangnya nafsu makan dalam jangka waktu yang lama
- Sering demam
- Pembesaran kelenjar limfe bawah kulit yang tidak sakit. (Biasanya di ketiak, leher atau pangkal paha)

Biasanya kondisi anak-anak yang seperti itu karena:
- Punya riwayat pernah tinggal berdekatan/terpapar dengan orang yang menderita TB

-Cepat bereaksi kemerahan setelah suntik BCG.

Tentu perlu penangan khusus. sama seperti pada penderita TB dewasa, pengobatan pada anak-anak perlu terus menerus dalam rentang waktu yang panjang. Situasi dan kondisi semacam ini tentu memerlukan perhatian lebih, apalagi anak-anak cenderung bosan dan rewel menjalani pengobatan yang panjang. Kesabaran dan perhatian orang-orang terdekat terutama ibu, sangat diperlukan.

Yuk, kita tingkatkan kepedulian kita pada kesehatan keluarga. Karena kepedulian dan peran serta kita ikut menentukan keberhasilan bangsa dalam menciptakan masyarakat Indonesia yang lebih sehat.


Sumber: 
TOR Workshop Blogger 2015
http://www.ppti.info/



No comments:

Post a Comment