Google Adsense

(Bagian I) Kepulauan Seribu dan Seribu Cerita


Walau jaraknya hanya sepelemparan batu dari Jakarta, kenyataannya masih banyak warga Jakarta yang belum pernah mengunjungi gugusan pulau yang berada di utara Jakarta. Yaitu Kepulauan Seribu. Namanya menggambarkan banyaknya jumlah pulau yang ada di sana. Secara yang terdaftar ada 450 pulau. 11 diantaranya berpenghuni artinya ada masyarakat yang tinggal dan 10 diantaranya merupakan destinasi wisata.

Masih dalam rangkaian kampanye pemerintah dalam hal ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang ingin menciptakan 10 destinasi BALI baru. Maka kepulauan Seribu ikut berbenah dan siap menjadi destinasi wisata bagi masyarakat lokal maupun mancanegara.

Beruntunglah saya menjadi satu dari 15 blogger #INDONESIA CORNERS yang diundang Dinas Pariwisata DKI Jakarta, untuk mengeksplorasi Kepulauan Seribu. Di bawah Koordinator Donna Imelda, Travel blogger yang pernah menjadi peserta Kerala Blog Express, sebuah kompetisi blogger yang diselenggarakan India. #Idcoreners awalnya #Jakarta Corner, sebuah komunitas yang didirikan untuk mengekplorasi dan mengembangkan potensi wisata Jakarta. Dalam perkembangannya, para pendiri merasa ekplorasi Jakarta terlalu kecil, saatnya meluaskan sayap. Blogger mempunyai pernanan dalam mensosialisasikan potensi wisata yang tidak bisa dibatasi hanya Jakarta. Maka jadilah Indonesia Corners. Bukan hanya untuk mengekplorasi tapi juga mengambil peran dan berkontribusi dalam kepariwisataan di Inonesia.

Seperti yang disepakati, kami berkumpul pukul 6.30 pagi di dermaga 16 Marina Ancol. Kami akan mengekplorasi 9 pulau, pada Kamis-Jumat, 8-9 Desember 2016. Kami yang mewakili #Idcorners bukan hanya dari Jabodetabek tapi ada Indra dari Lampung dan Agustina dari Semarang. Senang banget dapat kawan baru. Ini membuat kami berencana menlanjutkan cerita di perjalanan yang lain. Kesamaan minat menyatukan kami dalam petualangan tak terlupakan selama 2 hari di Kepulauan Seribu. Ada orang bijak yang mengatakan, jika ingin mengetahui sifat kawan, ajaklah melakukan perjalanan. Kawan yang baik adalah kawan yang menyenangkan sebagai teman diperjalanan. Apakah kawan-kawan saya, kawan yang baik? 

Ada Bena, gadis muda energik yang tertawanya menggelegar. Ada pasangan Pritha Hw dan suami, Ono dan Tuti serta Dede dan Icha. Ada Rizky yang gembul dan baik hati, ada Rosa, ada Satto dan ada Oka. Tiap orang punya bawaan yang seru.



2 hari satu malam, kebersamaan sudah menguji dan terbukti, semua kawan yang baik dan menyenangkan, sehingga ada perasaa sedih yang tertinggal, manakala harus berpisah di hari terakhir. Seribu cerita tercipta, manakala kami berkumpul, bertukar pengalaman, berbagi info, bahkan berjanji untuk melanjutkan silatirahmi. Kepulauan Seribu mencatata seribu cerita tentang pertemanan kami.

Karena menunggu cukup lama, maka selfie menjadi ajang menangkal kejenuhan. Sekaligu narsis dan sengaja membuat sirik yang tidak ikut. Karena kegiatan dilaksanakan pada hari kerja, bebrapa kawan terpaksa mundur. Karena mereka masih terikat pada pekerjaan. Sementara saya blogger yang tidak terikat pekerjaan. Anak-anak sudah mandiri, maka berpetualang menjadi kegiatan yang bisa saya ikuti. 


Di acara pelepasan keberangkatan Eksplorasi Kepulauan Seribu, dilakukan oleh Kasubag Umum Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kepulauan Seribu Ibu Neneng. Setelah sambutan, doa dan foto bersama, kami langsung menaiki dua motor boat yang dinamakan Predator. Keren lah pokoknya.

Selain kami, blogger, ada juga SeaSoldier, Komunitas cinta laut yang digagas Nadine Chandrawinata. Ada kawan-kawan PKL dari beberapa universitas, Staf dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata DKI Jakarta dan dari Suku Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kepulauan Seribu. 

Cuaca cerah, mendukung penuh kegiatan kami. Padahal awalnya sempat deg-degan karena ini bulan desember, di mana saat ombak besar. Tapi Tuhan memang Maha baik. Dibirkannya kami menjadi saksi keindahan Kepulauan Seribu. Kami bisa berfoto dan menyebarluaskan indahnya Kepulauan Seribu.

Kepulauan Seribu memiliki destinasi wisata yang seru. Selain sebagai destinai wisata bahari, ada beberapa pulau yang menjadi destinasi wisata sejarah. Seperti P. Bidadari, Cipir (P. Kayangan), Onrus dan Kelor. Wisata Kuliner, mampir deh di Pulau Untung Jawa, di pulau ini juga ada taman mangrove. Taman yang jadi saksi keseruan #Idcorner.  P. Pramuka adalah kawasan konservasi penangkaran penyu.

Penampakan Pulau Bidadari.
Patung-patung kece, pondok menginap, benteng.
Juga tempat Dolphone/lumba-lumba

Hanya itukah? Ya enggaklah. Pulau Bidadari, pulau bersejarah tapi juga kawasan resort yang cantik. Patung-patung cantik menjadi spot keren buat berfoto. Di Pulau Bidadari juga ada Pohon Jodoh, dan Pohon rejeki. Usianya sudah ratusan tahun. Entah benar entah mitos, dipercaya barangsiapa berfoto di  pohon jodoh, yang jomblo akan menemukan jodoh dan yang sudah berpasangan akan langgeng rumah tangganya. Demikian juga yang berfoto di pohon rejeki, maka rejekinya akan lancar. Percaya atau tidak terserah anda, namun yang pasti jodoh atau rejeki tidak turun dari sorga. Jadi tetap harus usaha.
Oh ya, di Pulau Bidadari, dulu ada fasilitas theraphy dengan lumba-lumba. Namun karena sesuatu, lumba-lumba di kembalikan ke Taman Impian Jaya Ancol yang juga masih satu manajemen kepariwisataan. Yang tersisa hanya bangunan kayu bergambar lumba-lumba.

P. Bidadari selain kawasan resort juga kawasan wisata sejarah. Benteng Mortello salah satu buktinya. Diberi nama sesuai desaignernya. Benteng serupa juga ada di Pulau Cipir atau Pulau Kayangan. P. Cipir juga kawaan wisata sejarah, di sini sisa-sisa bangunan tua masih terlihat. Dulu digunakan sebagai Rumah Sakit. Sayangnya bangunan tua yang sudah tinggal puing ya dibiarkan seperti itu, padahal kalau direnovasi pasti terlihat lebih baik. Karena letaknya di Pulau, bangunan-banguna tua itu tidak terlalu menyeramkan. Kalau takut, alihkan saja pandangan ke pantai dan laut. Awan putih berbatas dengan laut menjadi komposisi permandangan yang menyenangkan hati.

Saya nggak mau bercerita lagi, barkan gambar-gambar ini yang bercerita dan saya percaya, pemandangan ini akan menarik minat anda untuk datang berkunjung ke Kepulauan Seribu.






Dari Pulau Cipir, kami melanjutkan ke Pulau Onrus, Pulau Kelor dan berhenti di Pulau Untung Jawa. pulau yang terkenal dengan destinasi wisata Kuliner. P. Untung Jawa, berpenduduk, jadi kami memasuki kampung wisata. Dan ada hutan mangrove di sini. Cerita di hutan mangrove, lihat/baca di catatan ku yang kedua ya.

Merapat di Pulau Untung Jawa, kita memasuki kampung wisata. Masyarakat setempat sudah terbiasa melihat turis loka maupun mancanegara. Secara keseluruhan keramahan masyarakat terlihat dari senyum di wajah mereka. Namun kami tak punya banyak waktu menyusuri. Bersyukur bisa menikmati makanan yang enak bingit. 








Lanjut ke catatan ke dua ya.




12 comments:

  1. Ahhhhh, so nice. Dua hari yang luar biasa, thanks for sharing, Cha... Thanks juga untuk jadi bagian yang luar biasa dalam perjalanan kemarin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Senang bisa ngetrip bareng Indonesia Corners

      Delete
  2. Seru bangett explore kepulauan seribunyaa mbaak. . Pengen banget kesana dr tahun kemaren tp gak kesampean juga :" jadwal masih padat merayap, semoga bisa segera kesana. Aamiin. . Tfs mbaak, salam kenaal 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asli emang seru, Moga kamu dapat kesempatan ke sana, ya.

      Delete
  3. Pulau yang wajib dieksplore lagi ya mbak. Saya bisa bayangkan bagaimana kehidupan di sana yang dekat laut :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai, iya. Kepulauan Seribu banyak banget yang bisa dieksplor. Harus datang beberapa kali, baru bisa lihat semua.

      Delete
  4. Jadi kangen explore ke kep. Seribu. Pertama kali ke sana tahun 2009 dan nagih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, musti datang lagi Mba. Sudah banyak perubahan

      Delete
  5. wakakakakaka.a suara tawa yan menggelegar :)))
    mih ah.

    ReplyDelete
  6. Kangen kesana lagi... :)

    ReplyDelete
  7. Sudah lama aku ga ke Kepulauan Seribu.
    Kapan-kapan ajak aku dong kakak ke pulau Bidadari. Mau foto-foto di pohon rejeki :D

    ReplyDelete