Google Adsense

The Passport, Tempat Nongkrong Cihuy


Berkumpul bersama keluarga, kerabat atau sahabat adalah hal yang menyenangkan. Baik bertukar kabar maupun sekadar berbagi cerita. Tempat berkumpul bisa di mana saja. Baik di rumah atau di mall, khususnya resto atau café. Berdasarkan kebutuhan tersebut, tempat ngumpul terus tumbuh dan bertambah menawarkan banyak kemudahan. Tidak hanya di pusat kota seperti Jakarta, bahkan Tangerang terus bertumbuh dan berkembang.

Bukan tidak mau menerima tamu di rumah, dari sisi kepraktisan bertemu di cafe dan restauran jauh lebih praktis. Nggak repot menyediakan makanan berat atau makanan ringan. Aneka minuman, teh, kopi, panas atau dingin, semua ada. Mggak pusing kebanyakan nanti bersisa atau terlampau sedikit nanti kurang. Pendingin udara memberi kesejukan, desain interior memberi kenyamanan dan nggak repot dengan cuci-cuci piring. Masalah harga? Banyak pilihan dan tentunya: 

"ada rasa ada harga"


Sebagai kota penyangga Ibu Kota DKI Jakarta, Tangerang terus berbenah diri, menawarkan fasilitas yang diperlukan atau diinginkan, masyarakat urban. Gaya hidup masyarakat salah satu dasar membaca apa yang sedang terjadi di masyarakat. Begitulah yang dilakukan perempuan muda yang berkecimpung di dunia kuliner. Sukses lewat resto keluarga Bumbu Pekalongan, Evi melakukan invasi dengan membuka:

The Passport. 
Sebuah tempat nongkrong berkonsep 
cozy and cool.


Saya beruntung menerima undangan untuk mampir dan berkenalan dengan tempat bernama The Passport. Tempatnya tidak terlalu besar, terdiri dari dua lantai. Di lantai pertama sekaligus sebagai tempat produksi makanan dan minuman. Layaknya sebuah toko, begitu saya masuk pintu, langsung dihadapi pada tempat produksi aneka minuman. Cocok juga bilang disebut tempat ngopi walau bukan cuma kopi yang di tawarkan. Mesin-mesin modern terlihat di antara stoples-stoples kopi yang menjadi pajangan, sekaligus persediaan. 



Kopi nusantara mendominasi, 
ketika kopi disiapkan, 
aromanya langsung menyentuh ujung-ujung hidung 
dan mengundang selera.



The Passport menawarkan banyak menu, Ada Western dengan konsep aneka steak. Berbahan Lamb, fish, beef bisa menjadi piihan. Asean  dan Indonesia foodpun ada. Jadi tidak perlu bingung untuk memilih menu karena dijamin, anda pasti akan menemukan menu yang pas di lidah. 

Saya mencoba Norwegian Salmon Steak. Gambar di bawah (kanan bawah) Saya penyuka ikan, makan menu berbahan ikan selalu menjadi pilihan utama. Dengan porsi yang sedang, buat saya cukup. Menghabiskan seporsi orwegian Salmon steak, saya masih menikmati hidangan penutup. Potongan Salmon dengan kombinasi saos yang gurih-gurih sedap, ada sedikit rasa pedas dan itu bukan merica. Mash potatoesnya juga lembut. 



Untuk minuman, nah ini dia. Saya peminum manis. Minuman centil (istilah saya) adalah minuman dengan aneka rasa dan tektur. Saya pecandu soft drink plus es. Nggak afdol kalau nggak dingin. Saya suka kopi bukan kopi berat. Saya suka Ice blend coffee dengan macam-macam rasa. Kalau soft drink centil, mojito saya suka. Pilihan saya, Mojito Lechy. Di mulut sparklingnya berasa banget, potongan buah lecinya juga mantap, saya suka. Ice Avocado coffee juga yummy. 


Soal makanan dan minuman nggak perlu khawatir karena dari sekitar 60 menu yang ditawarkan dijamin nggak bakal komplain soal rasa. Nasi goreng kampung atau aneka pasta, bisa jadi makanan berat sesuai perut dan lidah. Roti Panggang, brownies, Chocho Lava, asli semua meleleh di mulut. 

Dari tadi saya sudah bicara soal gaya hidup dan aneka menu yang pasti bikin ngeces. Lalu bagaimana dengan tempatnya. Hmm The Passport dijamin bikin kamu betah #NongkrongCihuy. Interiornya dibuat sangat instagramable, jadi kamu yang suka eksis di media sosial bisa dengan pasangan, keluarga atau sahabat, bakal nggak bosen postingnya. Nyaris semua sudut menawarkan back ground yang seru. Apalagi wifienya kenceng banget.




Dari hasil ngobrol dengan beberapa kawan, ketika saya tanya, apa sih menurut kamu yang harus ada di sebuah tempat #Nongkrongcihuy?
Farichatul Jannah/Blogger atau biasa saya menyapanya dengan Icha. "3 hal, pertama: jaringan wifinya kecang. Kitakan kalau nongkrong pasti berjam-jam, wifi sudah jadi kebutuhan. Karena nongkrong nggak selalu sekedar nongkrong, bisa juga bekerja. Kedua,  tempat sembahyang/musholah. Karena nongkrongnya lama, otomatis akan melewati waktu salat, maka tempat sembahyang perlu ada. Ketiga, makanan dan minumannya enak.

Andini Harsono/ Blogger, menyetujui pendapat Icha dan  menambahkan perlu menjaga toilet tetap bersih. Kalau saya pribadi melengkapi Icha dan Andini, service atau pelayanan. Waitress perlu tahu menu-menu yang di pesan dan harus memiliki kemampuan menjelaskan. Karena kerap tamu bertanya, apa nih menu yang direkomendasikan? Kemampuan waitress menjelaskan akan sangat membantu dan membuat perasaan tamu menjadi senang. 

Jadi buat kamu yang tinggal di sekitar Tangerang, berbahagialah dengan kehadiran The Passport yang bisa menjadi alternatif piihan #NongkrongCihuy. Eh The passport juga bisa jadi tempat kalau kalian mau buat workshop loh.



5 hal yang wajib ada
di tempat #NongkrongCihuy
1. Jaringan wifi yang kencang
2. Ada tempat sembahyang
3. Makan minum yang enak
4. Toilet yang bersih
5. Pelayanan yang ok.

Mau tahu The Passport, kepo saja di media sosialnya: 



6 comments:

  1. Makanannya enak, tempatnya asikkk dan ini dia wifi nya kenceeengggg hehe.

    ReplyDelete
  2. Aku gak ada. Hiksss

    ReplyDelete
  3. Asyik nih kita ngegosip sampai kenyang di sini wkwk

    ReplyDelete
  4. Pricelistnya ko ga di foto mba.. :)
    Padahal itu yang penting buat gue :)

    ReplyDelete
  5. oh ya...sama alamatnya lengkapnya mba
    saya tinggal di tangerang juga nih deket danau cipondoh

    ReplyDelete
  6. plus..plus banget sebagai tempat nongkrong. bener2 cihuy selain cozy,aneka menu yg paling penting sih wifi nya
    hehehehe

    ReplyDelete