Google Adsense

LAWE Indonesia, Citrakan Kain Lurik Berkelas

Lihat warna tas berbahan lurik di sebelah kanan,
Bermotif burung Kacamata Sangihie

LAWE Indonesia, adalah sebuah merk kain lurik yang berasal dari kawasan LAWE di Jawa Tengah. Supaya orang mudah mengenal lurik dari Lawe maka lahirlah merk LAWE Indonesia. Bila membaca sejarah kain lurik, ternyata yang nggak jauh beda dengan batik. maksudnya kain lurik juga memiliki banyak motif. Digunakan untuk bermacam-macam keperluan, termasuk untuk ritual upacara.

Menggunakan nama-nama burung untuk jenis motif motif lurik, Lawe Indonesia menurut saya sebagai sebuah langka cerdas. Penamaan tersebut sekaligus mengedukasi, bahwasannya Indonesia memiliki begitu banyak  fauna, diantaranya burung-burung yang sangat indah. Cekak jawa, rangkong Badak, kacamata sangihe dan lainnya. Penamaan dari nama-nama burung tersebut juga sekaligus menginspirasi warna. karena warna-warna kain lurik dengan nama-nama burung tersebut, memiliki warna serupa dengan warna burung.

Koleksi tas saya bermotif rangkong badak


Lurik itu nama salah satu jenis kain khas dari kawasan Jawa Tengah dan Yogya. Saya mengenal kata lurik dari almarhum Ayah. Ayah saya lahir di Banda Aceh, berayah Menado dan beribu Banyumas tapi besar di Malang. Sehingga Ayah saya fasih berbahasa Jawa dan lidahnypun akrab dengan kuliner Jawa.

Ayah saya kerap menyebut lurik untuk menunjukan gambar atau patern/pola garus-garis.  "Ambilkan yang lurik-lurik ya". Artinya ambil kain yang garis-garis. Ternyata lurik berasal dari bahasa jawa;lorek yang artinya garis. Jadi kain lurik itu, kain yang bermotif garis-garis. Ada juga yang bermotif kotak-kotak tapi kebanyakan atau cenderung berbentuk garis.

Zaman berkembang, ide dan kreatifitas manusia pun mengikuti. Jika yang semula lurik hanya dimanfaatkan untuk bahan baju, maka kini telah menjadi bahan bermacam-macam kerajinan hasil olah manusia-manusia kreatif. Kreatifitas itu tentunya terpacu oleh banyak hal, salah satunya bermotif ekonomi. 

Ada masa di mana ekonomi menjadi dasar adanya keinginan berubah. karena tujuan setiap manusia adalah hidup sejahtera. Ada keinginan menambah nilai ekonomi dari lurik agar bisa memberikan kesejahteraan yang lebih bagi para pengrajinnya agar kehidupan mereka lebih baik. Jadi bukan sekadar untuk melestarikan keberadaan kain lurik dan melestarikan tradisi penggunaannya, tapi lebih dari itu, ada nilai ekonomi yang ditingkatkan.




LAWE Indonesia termasuk salah satu pelopor yang melakukan perubahan tersebut. Lewat LAWE Indonesia, kain lurik bisa menjadi berbagai bahan dasar barang-barang yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Tas kerja, tas untuk menyimpan laptop, tas punggung, tas selempang, tas belanja, tempat telepon genggam, dompet, tempat untuk menyimpan barang-barang kecil (pouch) gantungan kunci, ikat rambut, aneka boneka, gelang, kalung, dompet koin dan masih banyak lagi. Lawe Indonesia memanfaatkan sekecil apapun kain yang tersisa untuk tetap di manfaatkan dan memiliki nilai ekonomi. Lawe indonesia juga terus berupaya mencitrakan kain lurik yang berkelas. salah satunya lewat penetapan harga premium.


Menurut Co Founder Lawe Indonesia, Mba Fitria, Hal ini dilakukan untuk menjaga keberlangsungan usaha yang berorientasi pada profit. masyarakat indonesia kebanyakan beranggapan produk lokal tidak boleh mahal. bagaimana sebuah usaha akan berkesinambungan kalau pengusaha tidak mampu membayar upah layak untuk para pekerja? salah satu komponen dalam penetapan harga jual adalah tenaga kerja.

Dalam prinsip bisnis yang berorientasi profit, semua komponen harus diperhitungkan. Jika ada komponen yang dihitung nol, semisal yang paling sederhana plastik kemasan. dalam jumlah kecil memang tidak berdampak tapi pada jumlah besar tentu akan berarti.



Saat ini, masyarkat diharapkan menggunakan produk lokal untuk memperkuat perekonomian bangsa agar dapat menjaga produktifitas berbagai produk lokal. Semakin banyak masyarakat memakai produk lokal, maka perputaran perekonomian juga akan baik. Para produsen akan memproduksi dengan teratur, keberadaan produk juga akan ada terus, sehingga kebutuhan tetap bisa dipenuhi. Maka ekonomi akan stabil karena keberadaan produk lokal yang berkesinambungan diproduksi, tidak akan goyah dengan turun naiknya inflasi. 

Selain itu, dapat membuktikan apa yang sering disebut dengan rasa nasionalisme. Rasa nasionalisme bukan slogan yang diteriakan atau dituliskan di media, teruNama media sosial. nasionalisme adalah bangga pada tanah air, bangsa dan negara termasuk menggunakan produk lokal dalam keseharian.



Bicara produk lokal jangan selalu beranggapan harga murah. Ketika harga mahal, lalu menolak membeli. Kok rela bayar mahal untuk produk dari luar negeri? Kualitas produk lokal siap bersaing. Persoalannya memang terletak pada pola pikir. Padahal jelas, kualitas sama tapi produk luar negeri lebih mahal dan masih banyak yang memilih produk luar negeri. Entah erornya di mana.

Sebaliknya, turis asing jauh lebih mengapresiasi produk lokal Indonesia. dalam perbincangan santai dengan Co founder Lawe Indonesia, Mba Fitria Werdiningsih, mengatakan produk Lawe  menyasar segmen tertentu. Segmen masyarakat ekonomi atas, yang tidak menggunakan gaya hidup sebagai bagian dari usaha. termasuk turis asing yang lebih menghargai produk yang dibuat oleh manusia, Bukan pabrikan/mesin. sehingga mereka rela membayar lebih tinggi karena tahu ada tenaga manusia di situ.

Lawe Indonesia memasarkan produknya dengan berbagai cara. Salah satunya lewat ajang pameran. INA Craft adalah salah satu ajaran pameran tahunan yang selalu diikuti Lawe Indonesia. INA Craft 2017, digelar 26-30 April lalu. walau INA Craft sudah selesai, anda yang berkeinginan memiliki bisa membeli secara on line produk Lawe Indonesi.  

Lawe Indonesia telah mengangkat citra lurik dari kain tradisional dengan motif dan warna jadul, menjadi kain dan produk yang berkelas, bernilai ekonomi tinggi dan memiliki banyak manfaat lain, selain baju. Bangga jadi orang Indonesia, saatnya bertindak, beli dan gunakan produk lokal.

Komunitas Blogger Cihuy, support Lawe Indonesia




19 comments:

  1. Punya ciri khas sdndr y bund,,kmrn smpt liat tasnya,, bagus rapih garis2nya,,,

    ReplyDelete
  2. Keren-keren dan bangga bisa mengoleksinya :)

    ReplyDelete
  3. Unik-unik ya bun koleksinya, ada kebanggaan tersendiri bisa mengoleksi produk lokal yang berkualitas :D

    ReplyDelete
  4. Saya paling sukaaaaaa wastra Nusantara termasuk lurik. Warnanya cerah cantik

    ReplyDelete
  5. Wahhhhh kerennn banget ya tasnya, jadi kepengen bun, bisa beli online juga ya ???? Mantapppp

    ReplyDelete
  6. Kerenn bun semoga pameran berikutnya saya bisa datang.

    ReplyDelete
  7. Wahh baru tahu kalo ibunya besar di Malang dan pastinya ga asing dong ya dengan kebudayaan dari Jawa wkwkkw. Semoga dengan begini Lawe makin terkenal dan karya batiknya ini bisa diterima di masyarakat ya. Secara keren2 hasilnya dan banyak pula produknya beragam. Jadi calon pembeli bisa menyesuaikan dengan selera dan kebutuhannya ya Bun

    ReplyDelete
  8. Lurik yg berarti garis2 jadi tau dech.. Warnanya colourful cocok buat dipakai baik orang tua maupun anak muda.
    Semoga produk2 buatan Indonesia semakin diminati dan terus berkembang ya Bunn..

    ReplyDelete
  9. Lucu ya.. Jadi pengen punya koleksinya

    ReplyDelete
  10. Kenapa aku jadi naksir tasnya Buncha ya. Hehehe. Menurut saya, Lawe ini harus didukung juga karena pemberdayaan perempuannya yang maksimal

    ReplyDelete
  11. Cantik banget kreasi kain luriknya. Jadi makin bangga deh dengan Indonesia. Yuk bun kita terus dukung produk lokal :D

    ReplyDelete
  12. Awalnya ak kira ini kain perca, ternyata lurik ya.. Ak suka tas yang motif rongkong badak, walau tidak tau artinya

    ReplyDelete
  13. ku suka banget lurik karena kakekku sehari2 apaki lurik. Dulu ibuku suka bikin pakaian dari abhan lurik dan sekarang lurik sdh bervariasi dengan warna yang banyak

    ReplyDelete
  14. Bagus2 koleksi nya, mupeng Ama semua produk nya, tapi bersyukur bisa punya tas ranselnya yg bagus bgtt, lurik bikin semua orang melirik

    ReplyDelete
  15. Bikinnya sulit, salut sama pengrajin dan Lawe tetap mau melestarikan. Semoga generasi muda mau melanjutkan ketrampilan ini.

    ReplyDelete
  16. Suka banget deh Bun sama motifnya. Sederhana namun elegan.

    ReplyDelete
  17. Cakep banget motif nya, harusnya semua orang bisa mengangkat budaya indonesia seperti ini. Jadi kita bisa lebih dikenal dunia

    ReplyDelete
  18. produknya unik, selain melestarikan budaya juga salut dengan program csr untuk sekelilingnya seperti pemberdayaan perempuan, kelas prakarya

    ReplyDelete
  19. Wih.. ulasan Buncha hebat nih...
    bisa mengangkat industri kreatif lokal.,

    Nice Article, Bun*

    ReplyDelete