Menulis Dengan Cinta: Temukan Rasamu dan Berbagilah.


Apa yang kamu harapkan dari tulisan seseorang yang kamu baca? sekadar pengetahuan dan pengalaman si penulis untuk menambah wawasanmu, atau ada hal lain? Kalau saya, semuanya. Ya, saya banyak maunya. Mau dapat info, dapat wawasan dan pemikiran si penulisnya juga. Herannya ada tulisan-tulisan yang garing, jangankan wawasan atau pemikiran si penulis, infonya tidak dapat apalagi wawasan dan pemikiran si penulis.

Menulis Dengan Cinta: Temukan Rasamu dan Berbagilah. Itu kesimpulan yang saya dapat setelah mengikuti kelas Menulis dengan Cinta bersama Dini FitriaBelajar atau menimba ilmu dari orang_orang pandai dan berpengalaman adalah  kesempatan emas. Karena tak semua ilmu, bisa diperoleh dari bangku sekolah. Saya beruntung bisa mengikuti kelas "Menulis dengan Cinta" yang disampaikan Dini Fitria, penulis Trilogi Novel, (Muhasabah Cinta, Hijrah Cinta, dan Islah Cinta) Bukan cuma itu Dini yang kini Ibu istri dan Ibu dari seorang anak, juga dikenal sebagai pembawa acara di Trans 7 dan Trans TV. Profesi tersebutlah yang mengantar seorang Dini keliling banyak negara. Dan dari sanalah ide-ide novel yang dituliskan.

Karena kemampuan yang sudah teruji itulah. Komunitas ISB dibawah koordiantor Ani Berta, bekerja sama membuka kelas "Menulis Dengan Cinta. Kegiatan ini disupport Zoya Cosmeticks, Shafira Muslim Fashion, C2Live. Berlangsung seru, dan menyenangkan.



Acara dibuka dengan demo cara mengenakan Hijab untuk 3 kesempatan. Omak kece Haya Aliyah Zaki menjadi model, untuk sehari-hari, dan untuk pesta. Model hijab menggunakan hijab segi empat dan ciput di bagian dalamnya. Terlihat simpel tapi setelah selesai, penampilan seseorang jadi terlihat berbeda dan tampak lebih cantik. Usai demo menggunakan hijab segi empat, langsung dilanjutkan ngobrol santai dengan Dini. Dalam kondisi buah hati yang sedang sakit, Dini tetap berkomitmen datang dan bebagi wawasan tentang Menulis dengan Cinta. 


"Tulisan bukan cuma untuk dibaca
tapi perlu juga memotivasi dan menginspirasi pembaca".
Dini Fitria 

Terkadang kita terbelenggu pada keinginan memberikan "sesuatu" pada tulisan kita. Alih-alih ingin menginspirasi, kita malah terjebak pada pesan tak berujung. Setiap tulisan akan menemui takdirnya masing-masing. Saya percaya begitu sebuah tulisan selesai dan dipublikasikan si Penulis, maka penulisnya tak punya kuasa lagi atas tulisan tersebut. Si Penulis tinggal menerima dikritik, dipuji atau dicelaMenulis Dengan Cinta: Temukan Rasamu dan Berbagilah.

Setiap penulis mempunyai ciri dan gaya masing-masing dalam memberi rasa di tiap tulisannya. Maka yang menjadi keharusan adalah, menemukan rasa yang akan memberi warna pada tulisan kita. Salah satunya dengan cinta. segala sesuatu yang akan dituliskan harus karena kita menyukainya. termasuk jika tulisan tersebut "pesanan". Bagaimana caranya? Jatuh cintalah! 

Pernah dengar istilah Unconditional love? Cinta tanpa syarat. Suka nggak suka tetap harus mencintai? Contohnya hubungan orangtua dengan anak. walau banyak hubungan ortu dan anak tanpa cinta tapi saya tidak berbicara yang itu. saya berbicara dengan paradigma  seharusnya. Jika ada cinta tanpa syarat maka ada juga cinta dengan syarat. Salah satunya hubungan mutualisme blogger/freelancer dengan invoice. Karena ada nilai materi dalam sebuah tulisan maka hal ini yang saya sebut Conditional Love. Ya, cinta yang dikondisikan. 

Setiap blogger/freelancer tahu dari setiap resiko ketika menerima job. Untuk mencintai job tersebut dan berharap repeat order, maka harus dituliskan dengan baik dan bagus. Selain sesuai brief, perlu diberi nilai lebih dengan menuliskannya dengan gaya yang menarik. Ini yang dimaksud dengan Menulis Dengan Cinta: Temukan Rasamu dan Berbagilah.

Bagaimana caranya? Mari kita kembali pada teori. Bicara menulis dengan cinta, sudah pasti bukan News/berita. Yup yang kita bahas adalah feature. Saya memahami feature sebagai sebuah tulisan yang membahas fakta dengan cara yang menghibur. karena tujuan utamanya memang menyampaikan informasi dengan cara yang berbeda dari sebuah berita/NEWS. Feature biasanya tulisan yang melengkapi atau yang lahir dari berita/NEWS dengan mengedepankan sisi kemanusiaan.


Ini pas banget dengan apa yang disampaikan Dini Fitria.

Ciri - ciri feature stories
1. Bertutur 2. Deskriptif 3. Informatif 4. Gaya penulisan 5. No need exactly 5w+1h 6. Human of interest





"PENTING memasukkan unsure human of interest dlm feature".
Dini Fitria

Dini memberi contoh Feature tentang jurnalis yang meninggal saat jatuhnya pesawat Sukhoi. Berita utama Jatuhnya Sukhoi. Kisah jurnalis yang ikut menjadi korban barangkali sama dengan korban yang lain. Tetapi ada jurnalis yang menuliskan sebagai apresiasi sesama jurnalis. Menuliskan kisah si jurnalis yang menjadi korban dengan menggali sisi kehidupan pribadi. Baru menikah, istri sedang hamil dll. menjadi unsur yang sangat menyentuh.

Penulis yang menuliskannya, menulis dengan cinta. Dengan rasa yang penuh, sehingga si penulis mengungkapkan kesedihannya sebagai kawan si jurnalis yang menjadi korban, tersalurkan tapi disampaikan dengan cara yang menyentuh.

How to be a good features: 1. Peka 2. Jam terbang 3. Konsisten 4. Intensitas

Karena dituliskan dengan tujuan membawa pesan kemanusiaan, maka penulis perlu kecerdasan dan kepekaan dalam menyusun kalimat dengan diksi yang pas. Adakah buku yang bisa dijadikan referensi untuk memperkaya gaya penulisan dengan cinta? walau saya belum baca ketiga novel Dini tapi dengar-dengar dari yang sudah membaca, ketiganya dituliskan dengan gaya bertutur dan bahasa cinta yang indah. Silahkan beli.

Bagaimana mengikat pembaca, gunakanlah selalu kalimat pembuka yang memancing rasa ingin tau tinggi. dalam sebuah feature tidak harus selalu memenuhi unsur 5 W+1H. Tapi bagaimana memainkan emosi pembaca dengan tetap memepertahankan benang merah dari keseluruahn informasi yang ingin disampaikan. Feature dituliskan dalam bentuk story telling/bertutur bukan sekadar menuliskan apa yang ingin dikatakan si penulis.

Ala bisa karena biasa, harga mati. artinya teruslah membaca maka akan tahu semakin banyak sebetulnya yang belum diketahui. Hal ini akan memaksa kita untuk terus membaca. Karena semakin banyak membaca akan menjadi amunisi yang baik saat menulis. Konsistensi dan intensitas harus selalu dijaga.
A feature is a story about facts, not about fiction.
Features is all about emotion, feature is taste


Maka jangan heran kalau kamu perlu menemukan rasamu. Baru kamu bisa menuliskan semua yang kamu rasa. Menulis Dengan Cinta: Temukan Rasamu dan Berbagilah.

"Love is Selfless not Love is selfishless".
Dini Fitria

Kelas menulis yang sarat gizi juga disuport Co-Working Space JSC Hive yang menyediakan tempat dan www.Kulina.id yang memberikan makan siang. Bicara Co-working space, kini sudah menjadi salah satu fasilitas yang lahir dari kebutuhan para freelancer. tapi bisa juga buat profesional yang mencari suasana berbeda. Di era digital, Co Working Space sangat membantu, apalagi keberadaannya, nyaris sudah ada dibanyak lokasi.

www.Kulina.id, penyedia sarapan makan siang. Sistem kerjanya menjadi partner. Lewat proses seleksi yang ketat. Bisa resto, bisa juga catering. Kulina memiliki dapur rekanan di semua wilayah Jakarta. Dengan standarisasi yang sama,  semua dapur menyajikna menu yang ditentukan. Bisa cek di website Kulina, menu selama beberapa hari ke depan. Serunya lagi harganya cuma Rp. 25.000 boleh pesan cuma satu dan free ongkos kirim. Kok bisa? karena pengiriman dari lokasi terdekat konsumen. Selain cepat menjamin makan tetap hangat waktu di terima konsumen. Garansi lainnya, dijamin tiba tepat waktu. Sayang belum ada Tangerang hiks. Moga segera terwujud melayani Tangerang.





29 comments:

  1. Ilmunya terangkum dengan sempurna. Keren Bun, tinggal diaplikasikan ya? :)

    ReplyDelete
  2. Ilmu dan acara yang bermanfaat sekali bunda Icha terutama bagi penulis pemula seperti dian, ternyata masih banyak yang harus di pelajar untuk menjadi seorang penulis yang bisa menghasilkan karya nyata

    ReplyDelete
  3. Ingin memperdalam (appaseehh) hahaa 😃 cara menulis gaya feature.

    ReplyDelete
  4. paling suka bagian " "Love is Selfless not Love is selfishless". Dini Fitria" bun..
    temukan rasamu dan berbagilah~ dari judulnya aja udah ajibbb bener... berbagi rasaaa sepanjang usiaa~ *eh

    ReplyDelete
  5. Saya yg gak ikut acara ini jadi ikut belajar juga. Menyerap ilmunya...
    Kedepannya siapa tahu dua partner itu (kulina dan co working) hadir juga di Cianjur. Biar blogger Cianjur merasakan juga bagaimana asyiknya disponsiri.

    Hahaha... Meski entah zaman mana...

    ReplyDelete
  6. Masih jadi peer buat saya nih buncha menulis dengan hati. Apalagi menulis dgn gaya bertutur. Selama ini saya pun masih berpatok 5w 1H. Tapi ternyata itu kuno dan berbeda dgn blog. Mesti banyak belajar mengenai menulis dgn hati dan bercerita. Terima kasih ulasannya buncha.

    ReplyDelete
  7. Acaranya keren, menulis dengan hati biar berasa pula di hati pembaca. Setuju juga dengan "Tulisan bukan cuma untuk dibaca
    tapi perlu juga memotivasi dan menginspirasi pembaca."

    ReplyDelete
  8. Nah ini yg saya cari, tipz feature stories.. Agar tulisan makin greget

    ReplyDelete
  9. Bener mbak penting bgt nih infonya.. menulis harus dengan hati bukan sekedar kata.

    ReplyDelete
  10. Inspiratif artikelnya Bun .....

    ReplyDelete
  11. Makasih bun sharingnya, saya juga lagi menerapkan.

    ReplyDelete
  12. Informasi yang tersaji lengkap dan mesti belajar banyak lagi ini saya untuk menulis.

    ReplyDelete
  13. Wah, tulisan yang bermanfaat bikin aku ingin sekali belajar menulis feature yang baik

    ReplyDelete
  14. Dapet ilmu baru lagi, thanks BunCha

    ReplyDelete
  15. Waaaa,makasih sharingnya Mbk. Kadang aku seneng banget kl baca tulisan yang renyah dibaca,

    ReplyDelete
  16. Buncha, menulis itu memang perlu rasa dan cinta ya

    ReplyDelete
  17. Ketjeh penulisnya bun..hehe 😊✌

    ReplyDelete
  18. Tulisan penyiar begini nih, jelas. Hmmm.

    ReplyDelete
  19. bunchaaaa makasih bnyak share ilmu begizinya plus kalimat2 pengingat yg nyelip di bbrpa paragraf. Sukaaa.. matur nuwuunn

    ReplyDelete
  20. salah satu kunci lancar menulis adalah banyak membaca ya bun

    ReplyDelete
  21. Yups, sepakat, Even ini benar-benar penuh gizi

    ReplyDelete
  22. Jadi penulis itu seperti aktor ya, Buncha. Kalau filmnya udah tayang, enggak ada kata untuk mengulang aktingnya. Makanya blogger harus bener-bener kalau mau nulis. Noted, Bun. Terima kasih sharingnya.

    ReplyDelete
  23. aku jadi makin smgat meningkatkan konten blog aku bun

    ReplyDelete
  24. tipsnya menarik nih jadi bikin semangat untuk nulis

    ReplyDelete
  25. Acaranya keren dan berbobot yah mbak..
    Aku dari awal sampai akhir acara melototin terus materi yang dipaparkan mbak Dini fitria 😁😁

    ReplyDelete
  26. Jadi ingat mba dini bilang buncha, salah seorang yg punya kepribadian, dengan topi keren hari itu

    ReplyDelete
  27. menulis ga cuma menyampaikan informasi tetapi harus dikemas dengan indah supaya pembaca betah

    ReplyDelete
  28. Masih berusaha spy bisa menulis dengan baik..

    ReplyDelete