SHEnergy Kreasi, Kolaborasi Wirausaha Para Perempuan untuk Berdaya dan Perluas Jaringan


Senang banget akhirnya bisa bertemu dengan Ibu Bintang Puspayoga. Eh bukan bertemu deh tapi melihat dari jauh. Yup, saya senang banget bersama Komunitas Indonesia Social Enterprenuer, hadr di kegiatan Sharing Moment “SHEnergy Kreasi” bersama Menteri PPPA, Bintang Puspayoga dan wirausaha perempuan di Perpustakaan Nasional, dalam rangka memperingati 91 tahun Hari Ibu.

Dok: Media & Publikasi KPPPA


Acara berlangsung dalam dua sesi Talk Show menghadirkan narsum yang berbagi pengalaman. Mereka adalah:  GambaranBrand Group, Arto Biantoro;  CEO Hijup.com, Diajeng Lestari; untuk Talk Show sessi pertama.

Dan sessi Talk Show kedua menghadirkan: DuitHape, Sara Dhewanto; Gofood Top Merchant Kopi Soe, Silvya Surya; dan Head of Seller Development Blanja.com, Sherlyana. 

Narsum Talk Show Sessi pertama
Dok. Jang Ipan
Mengangkat tema: Perempuan Berdaya Indonesia Maju. Dalam sambutannya Menteri PPPA,Ibu  Bintang Puspayoga mengatakan: “wirausaha perempuan harus bisa berkolaborasi dan menggandeng kaum perempuan lain, utamanya wirausaha perempuan milenial dan wirausaha perempuan di daerah tertinggal untuk berdaya dan memperluas jejaring usaha di era digital”

Penulis bersama Arto Soebiantoro
Dok. Grandys

Arto Biantoro tampil sebagai pembicara pertama, membagikan kisah awal, bagaimana ia terinspirasi dari brand-brand lokal. Ia menceritakan saat berkeliling Indonesia dan mendapati banyak barnd-brand lokal dengan kualitas yang bagus. sayangnya tidak terpublikasikan dengan baik. Dari situ ia bertekad akan membantu dan mengangkat brand lokal sebagai sebuah potensi ekonomi yang baik.

Salah satu kisah yang diceritakan, saat ia menemukan seorang komikus dari Bali yang hanya membuat 90 buku komik tapi buku komiknya sudah menyebar ke seluruh dunia dengan harga yang fantastis. Ya, satu buku komiknya berharga Rp. 30.000.000. Pertanyaannya, kalau laku dengan harga yang bagus, mengapa ia tidak membuat lebih banyak buku komik lagi?

Ternyata, Arto mendapat jawaban, kata si komikus, kalau ia membuat banyak buku komik, maka bukunya bukan buku yang istimewa dan harganya tidaki akan semahal sekarang. Intinya, Unik dan fokus. Pasar akan merespon dengan 
baik.

Foto di ambil dari instagram:

Silahkan intip aktifitas mereka. Oh ya untuk Arto bisa di lihat di
https://www.instagram.com/artobiantoro/ dan GambaraBrand di sini

Diajeng Lestari Founder Hijup.com mengenal bisnis dari kecil. Terbiasa mengikuti Ibunya ke aneka baza, membuat Ajeng kecil sudah berpikir bagaimana mencari uang. Dan itu di mulai saat kelas 3 SD dengan menjual pernak-pernik dari kabel telepon. Sehari ia bisa mendapatkan Rp. 5.000-Rp.16.000. 

Cara berpikirnya teruji saat krisis ekonomi, di mana ia harus menghadapi kenyataan orangtuanya nggak mampu membiaya kuliahnya. Otaknya terus bekerja dan berpikir, hingga akhirnya ia bisa memiliki Hijuo.com yang produknya sudah mendunia. Dan ia memberdayakan banyak perempuan.

Sementara dari Hanna Keraf, Co-Founder Du'Anyam, saya belajar bagaimana menghargai klien. Hanna bercerita banyak klien yang mengeluh ketika berurusan dengan pemasok apalagi pemasok lokal, sulit dihubungi dan nggak konsisiten. Karena itu Du'Anyam berusaha memenuhi kebutuhan klien dengan siaga 24 jam. Perbedaan waktu dengan negara lain tidak menjadi kendala bagi Du'Anyam merespon. Ini demi menjaga hubungan dengan klien dan Du'Anyam bisa terus memberdayakan perempuan-perempuan di NTT untuk menganyam dan menghasilkan uang.

Gofood Top Merchant Kopi Soe, Silvya Surya memulai bisnis kopi kekinian dengan brand Kopisoe sebagai bisnis sampingan. Memanfaatkan semua source yang ada termasuk digital, KopiSoe menjadi salah satu frenchise yang berkembang. Dalam kurun waktu cepat, kini sudah ada 150 outlet seluruh Indonesia. Menurut  Silvya dari ke 150 outlet, ia hanya memiliki 2. Kuncinya, menjaga konsisitensi rasa dan pelayanan.

Sementara founder DuitHape, Sara Dhewanto, membaca peluang bagaimana membantu perempuan lewat Duit Hape untuk membantu pembayaran peralatan elektronik. Peralatan elektronik rumah tangga terbukti membantu kerja banyak orang, khususnya kaum perempuan. tapi salah mengelola keuangan, bisa masuk dalam jebakan hutang.

Head of Seller Development Blanja.com, Sherlyana. Membaca peluang untuk mengajak para perempuan memanfaatkan apa yang dimiliki. menjadi telepon genggam sebagai sarana menghasilkan uang. Bisa dikerjakan kapan saja dari rumah.

Hadir, mendengar pengalaman mereka, saya seperti mendapat energi baru. Perempuan bukan mahluk lemah, nggak perlu juga diberi kesempatan karena kenyataannya para perempuan yang berbagi hari ini membuktikan mereka bisa menjadi isnpirasi setiap orang.


Blogger dari komunitas ISB

Sejatinya perempuan harus terlibat penuh dalam perekonomian. Bukan Pelengkap tapi perempuan harus mandiri. Di jaman serba digital, berkolaborasi dengan banyak pihak bisa memajukan usaha.

No comments:

Post a Comment