Google Adsense

Grand ITC Permata Hijau dan TEM'S Gelar Otomotif Colaboration 2015



Banyak cara yang digunakan pengelola mall untuk mendatangkan pengunjung. Mulai dari menggelar pesta diskon, hingga aneka kompetisi. Saya pernah menuliskan mengenai salah satu program di GITCPH bisa di baca di sini: Oh ya, jika ditempat lain namanya hanya ITC, khusus di Permata Hijau ada tambahan Grand. Ini bukan sekedar tempelan tapi merujuk pada keberadaan fisik GITCPH yang jauh lebih luas di banding ITC di tempat lain.

Sejak Oktober hingga akhir tahun, GITCPH menggelar bermacam-macam program yang menyenangkan bagi pengujung. Mulai dari cerdas ceria, Otomotif Collaboration Contest, Mom & Kids Chalenge dan tak ketinggalan program super sale. Mulai dari ladies fair, night wear hingga toys dan pernak-pernik hobi. 

Program GITCPH bisa diintip di akun IG-@GrandITC_PH atau facebook:  Gitc Permata Hijau. Kalau anda berutung, anda bisa memenangkan voucher belanja dari kuis-kuis yang digelar di kedua akun sosial media Grand ITC permata Hijau.

19 Desember 2015 lalu, Grand ITC Permata Hijau, menggandeng TEM'S, Perusahaan yang mengkhususkan pada jual-beli mobil bekas (Mobkas) mengggelar Otomotif Collaboration 2015.  Yaitu ajang lomba. Modifikation contest, Audio car contest, Dance Rally photo contest, Fun game community dan coaching clinic.

Menurut pengelola TEM'S, Rully Arif Prabowo, Otomotif Collaboration Contest 2015 adalah salah satu fasilitas yang diberikan Grand ITC Permata Hijau sebagai suport pada tenan/penyewa. TEM'S adalah salah satu penyewa seluruh lantai 5 GITCPH sejak tahun 2014 yang digunakan sebagai tempat pameran jual beli mobil bekas.

Di tengah pergolakan politik sejak pemilu 2014, perekonomian Indonesia mengalami pasang surut. Namun demikian Rully tetap optimis, pasar mobil terutama mobil bekas tetap banyak diminati. Di area yang memiliki 31 slot untuk lahan pameran dan tiap slot bisa diisi sekitar 9 mobil, silakan bayangkan sendiri berapa banyak mobil yang bisa di lihat pengunjung.

TEM'S juga bekerja sama dengan pihak lain seperti mobil123.com, Radjamobil.com dll. Kerjasama ini memudahkan konsumen yang ingin mencari mobil idaman sesuai kriteria dan anggaran yang dimiliki. Bahwa benar 65 % pencari mobil akan mengakses secara online lewat smartphone mereka. Tetapi jika mereka sudah menemukan sesuai kriteria dan budget yang dimiliki, para pencari mobil ini tetap akan melihat bentuk/tampilan fisiknya. dan keberadaan TEM's di Grand ITC Permata Hijau lantai 5 menjadi ruang pamer yang dibutuhkan masyarakat.




Melihat aneka mobil yang sudah dimodifikasi di lantai 5  GITCPH, saya seperti dilemparkan ke masa zaman mahasiswa. Lukisan pada badan mobil, membuat saya terkagum-kagum. Saya yang datang bersama suami sesudah mengambil raport anak, langsung menelepon kedua anak, untuk menyusul. Saya ingin mereka melihat dan menikmati suasana Otomotif Collaboration 2015.


Tak puas rasanya melihat sekali, saya perlu waktu lebih dari 3 kali, berkeliling, mengabadikan gambar dan menikmati setiap detil acara.  Mendengar balapan antar audio yang menggelegar, saya benar-benar terhanyut pada nostalgia. Mobil-mobil kijang di buat sangat ceper dengan audio yang keren-keren.


Puluhan tahun lalu, setiap malam minggu, biasanya saya dan kawan-kawan berkumpul di Parkir Timur Senayan. Puluhan mobil baik yang sudah dimodifikasi maupun belum terparkir rapi. Begitu juga puluhan mobil dengan audio yang ok, saling berbalas musik. Tak sedikit di antara sorotan lampu mobil, kaum muda melakukan olah tubuh yang saat itu dikenal dengan tarian patah-patah alias Break Dance.


Usai makan siang, kedua anak saya sudah bergabung. Kamipun menikmati suasana GITCPH. Kedua anak saya yang beranjak remaja masih tetap suka jajan. Es cream menjadi pilihan yang tidak boleh dilewati. Si sulung sempat membeli dua potong t-shirt. Usai jalan-jalan, kami kembali naik ke lantai 5. Usai Magrib, suasana makin meriah, dentuman musik dari audio peserta Audio car contes, membuat badan ingin terus bergoyang. Hujan besar diluar tidak mempengaruhi keasyik kami menikmati Otomotif Collaboration contest.
Pengelola TEM'S: Rully Arif Prabowo
Sebagai selingan para dancer mulai memberikan performa yang keren. Gerakan break dance terlihat nyata, benar-benar membuat saya bernostalgia. Satu hal yang membuat saya terkagum-kagum pada ajang Otomotif Collaboration Contest ini, pemilik mobil rela merogoh kantong sangat dalam. Bahkan ada yang mengeuarkan dana untuk modifikasi lebih mahal dai harga mobilnya. Tapi itulah hobi. Kepuasannya tidak bisa dinilai dari uang.

Bagi saya modifikasi body  mobil maupun audio, nggak bakal ada matinya. Modifikasi adalah salah satu upaya untuk tampil beda. Dan biasanya bagi penggemar modifikasi karena penampilan bagi mereka penting. Untuk tampil beda dengan modifikasi, anda bisa memulai dari kaca film, ganti knalpot, gunakan velg racing, jika uang berlebih, custom body mobil akan menyempurnakan keseluruhan modifikasi. Tampil beda memang nggak murah tapi memuaskan.

Nggak salah GITCPH membuat acara Otomotif Collaboration Contest 2015, jadi ingin makin sering ke GITCPH.




2 comments:

  1. Ada yg menjadikan modifikasi kek gini sebagai hobi ya, Mami. Pdhal, biaya ngga sdikit. :)

    ReplyDelete
  2. Hobby yang mahal.... luar biasa..

    ReplyDelete