Google Adsense

Pembanguna Jalur Kereta Api untuk Transportasi Lebih Baik

Seminggu sebelum Idul Fitri 1437 H, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) menyelenggarakan buka puasa bersama media, baik media massa maupun media sosial. Untuk media sosial, Komunitas TDB (TauDariBlogger) yang diundang. Saya salah satu yang beruntung mendapakan undangan tersebut.
Acara buka puasa yang dikemas dalam bentuk diskusi, diselenggarakan di Hotel Millenium Jakarta.  



Menghadirkan narasumber: Dirjen Perkeretaapian:  Ir. Prasetyo Boedi Tjahjono, MM, Sesditjen Perkeretaapian: Ir. M. Popik Montanasyah, MT, Direktur Keselamatan Perkeretapian: M.Risal Wasal, ATD, MM, Direktur Sarana Perkeretaapian: Marsono Yugihartiman, ATD, MSC, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api: Zulfikri Ir, MSc, DEA. Pembawa acara, Kepala Humas DJKA: Joice Hutajulu, yang sekaligus berperan sebagai moderator diskusi.

Senang rasanya sebagai jurnalis warga bisa duduk sejajar dengan jurnalis media massa. Saya datang, disaat diskusi sudah berjalan. Untungnya saya memantau twitter, sehingga bisa mengikuti diskusi yang berjalan. Twitter, salah satu media sosial yang besar peranannya dalam menyebarkan infromasi dengan cepat. Dengan menggunakan hestek (#) BukberDJKA dengan memention @taudariblogger (Akun resmi Komunitas TauDariBlogger) dan @perkeretapiaan (Akun resmi DJKA).

Semula saya mengira acaranya hanya santai berbuka puasa bersama untuk menyambung silaturahmi. Ternyata diisi dengan diskusi  yang berjalan serius dan penuh informasi.
Dirjen Perkeretaapian:  Ir. Prasetyo Boedi Tjahjono, MM

Pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung menjadi topik serius yang disinggung, Dirjen Perkeretaapian, Ir. Prasetyo Boedi Tjahjono, MM. Menurut beliau walau terjadi pro dan kontra, pelaksanaannya tetap dilakukan. Demikian juga jalur kereta api yang menghubungi Pare-pare-Makasar di Sulawesi Selatan, juga dikerjakan bersama –sama PT KAI dan Pemda Sulawesi Selatan.

Jujur sebagai seorang yang gemar melakukan perjalanan, adanya pembangunan jalur perkeretaapian, menjadi harapan baru yang menyenangkan. Indonesia sangat luas, baik laut maupun darat. Jalur kereta api terbanyak ada di Jawa. Padahal Sumatera, Kalimantan, Sulawesi adalah pulau-pulau besar yang sangat membutuhkan transportasi masal, jarak jauh. Pemimpin daerah dibutuhkan peran aktifnya, agar bisa merealisasikan pembangunan jalur kereta api.

Terhubungnya antar kota di pulau-pulau tersebut dengan transportasi masal jarak jauh akan meningkatkan perputaran ekonomi dengan cepat. Bahkan tujuan-tujuan wisata yang ada di daerah tersembunyi akan menjadi ptensial sumber pendapatan daerah. Kita tahu perekonomian adalah bensin bagi bergeraknya pemerintahan atau organisasi. Kesejahteraan suatu daerah ditentukan dari  perputaran ekonomi.

Bahkan bukan hal yang mustahil masyarakat lokal tidak perlu ke luar pulau untuk mendapatkan akses pendidikan karena transportasinya ada. Bagi sebagaian masyarakat Indonesia, Jawa adalah segalagalanya. Baik untuk mencari kerja atau bersekolah. Padahal Indonesia luas dan lapangan pekerjaan tidak hanya di Jawa demikian juga untuk sekolah. Namun keterbatasan sarana jalan dan transportasi membuat semua ingin ke Jawa. Karena itu upaya pemerintah membangun sarana dan prasarana perekretapian di semua pulau, termasuk di Jayapura. Adalah sebuah langkah baru yang harus di dukung.

Sama seperti upaya pembangunan jalur kereta api arah Bandara Soekarnoa-Hatta. Saya bukan sekali dua kali tertinggal pesawat. Memang tidak bisa menyalahkan kemacetan tapi dengan adanya jalur perkerta apian, harapannya jumlah kendaraan  pribadi ke arah bandara bisa berkurang. Otomatis akan mengurangi kemacetan. Perkeratapian tetap sebagai transportasi masal yang menguntungkan dan menyenangkan bagi masyarakat banyak karena cepat dan biayanya lebih murah. Kebayang dong, mangkelnya, bayar taksi mahal, terus tertinggal pesawat. Tapi nggak punya pilihan dan saya hanya bisa menyesali mengapa berangkat tidak lebih awal. Padahal kemacetan di Jakarta termasuk kemacetan arah Bandara tetap tidak bisa diprediksi. Duh, kok malah curhat.

Jika tidak ada halangan, tahun 2017, kereta api arah Bandara Soekarnoa Hatta akan beroperasi.Bagaimana pengaturan teknis, baik jeda maupun waktu keberangkatan kereta api arah Bandara, harapannya tidak mengganggu kereta api arah Tangerang. Karena jumlah pengguna kereta api arah Tangerang juga sangat banyak.

Saya bersama Kahumas DJKA, Joice Hutajulu

Ternyata dua jam diskusi mengenai perkerta apian itu nggak cukup. Apalagi sebagian juga fokus pada sarana angkutan lebaran. Selain itu, pembawa acara Kepala Humas DJKA: Joice Hutajulu, sangat pandai memimpin diskusi. Ternyata DJKA teurs berupaya meningkatkan pelayanan. Salah satunya melakukan tes narkoba kepada 100 % masinis yang bertugas. Jika terindikasi menggunakan narkoba, tidak diperkenankan membawa angkutan lebaran. Karena DJKA menetapkan zero accidenst untuk angkutan lebaran. Karena itu sudah diantisipasi 320 titik longsir. Dan kenyataannya memang tidak ada longsor dan tidak ada kecelakaan selama arus mudik.  Puncak arus balik masih beberapa hari lagi. Semoga tetap tidak ada kecelakaan.


Trima kasih DJKA dan Komunitas TDB, moga masih akan diskusi lanjutan dan komunitas TDb tetap bisa menjadi saluran yang menyebarluaskan informasi seputar program-program perkeretapian baik terkait regulasi maupun pembangunan fisik.

4 comments:

  1. setuju bgt nih.. semoga KAI tambah maju... seneng liat perubahannya saat ini:)

    ReplyDelete
  2. makasih gan infonya dan salam sukses

    ReplyDelete
  3. mantap bos artikelnya dan sangat menarik

    ReplyDelete
  4. terimakasih mas buat infonya dan salam sukses

    ReplyDelete