Saya pilih jadi teman belajar gen Z

 


Saya menikah diusia yang lumayan tinggi dan  melahirkan anak pertama di tahun ke empat pernikahan, membuat saya memiliki anak-anak dari generasi Z atau Gen Z. Mereka adalah anak-anak yang dilahirkan dalam rentang waktu antara tahun 1995 sampai dengan  2010. Kedua anak saya terlahir tahun 2000 dan 2003. maka saya memiliki dua anak dari gen Z. Sebagai orangtua saya percaya, sebuah keharusan mengenali anak-anaknya. Walau susah dan tidak semua orangtua  mampu tapi bisa dilakukan. Bahkan bisa menggunakan institusi psikologi, jika diperlukan.

Saya bekerja sejak saya belum menikah dan berhenti bekerja berkantor ketika anak-anak berusia 10 dan 7 tahun. Semasa saya bekerja, saya sudah meninggalkan anak-anak sejak mereka berusia kurang dari 3 bulan. Jauh sebelum memiliki anak saya sudah belajar banyak untuk mempersiapkan diri. Salah satunya membangun komunikasi terbuka. Saya dan suami membangun komitmen bersama. Pertama dan utama adalah mengenali dan memahami karakter anak-anak. Awalnya jadi orangtua, sempat menerapkan value yang salah. Sempat beranggapan keduanya sama. Ternyata salah besar. Satu laki-laki-satu perempuan walau diberikan aturan sama, penerapannya tidak sama. komitmen lainnya, Kami  (Saya dan Pak Suami) sepakat hanya melakukan panggilan telepone jika ada masalah. Artinya jika semua ok, nggak perlu ada panggilan telephone. Termasuk saat berdinas ke luar kota. Cukup pesan singkat untuk saling memberi kabar situasi dan kondisi masing-masing. 

Hal ini berlaku sampai sekarang termasuk ke anak-anak. Kami bukan orangtua yang mengawasi atau mengontrol anak dengan sering-seriung telephone. Lalu bagaimana dengan proses pengawasan? Karena dari awal kami sepakat membangun komunikasi terbuka, memberi dan menjaga kepercayaan menjadi kekuatan. Kami membiasakan segala seusatu dibicarakan dan disepakati. Beda pendapat? ya gak apa-apa. Saya dan Pak Suami sudah terbiasa menerima ataupun menolak ide yang dijabarkan. Jadi segala sesuatu ada alasannya. Anak-anak tahu, kami tidak akan berkata tidak tanpa alasan. Termasuk dalam pilihan institusi sekolah dan cara belajar. 

Saat ini, sulung saya sudah di Perguruan Tinggi dan si Bungsu sedang persiapan masuk Perguruan Tinggi. Ketika pandemi covid 19 melanda lalu diterapkan pembelajaran jarak jauh alias on line, saya tidak terlalu kaget. Mengingat aktifitas saya yang sering ke luar kota, membuat proses belajar dengan anak sering on line. Tapi tetap butuh penyesuaian, mengingat intensitas pembelajaran itu sendiri. Sebagai anak-anak yang terlahir sebagai Gen Z, di mana situasi dan kondisinya, mau atau tidak mau harus menerima, anak-anak cenderung tidak terlalu sulit menyesuaikan dengan metode pembelajaran jarak jauh. Yang menjadi kendala adalah teknologi yang belum mendukung. Menjadi teman belajar Gen Z adalah pilihan saya dan Pak Suami. Mereka generasi yang mampu berargumentasi dan memiliki keyakinan kuat pada opininya.

Karena semenjak sebelum memiliki anak, saya ibu bekerja, Saya dan Pak Suami memiliki komitmen bersama dalam mendidik anak dengan melibatkan internet. Jadi kalau dulu cara belajar, anak membaca dua bab, lalu orangtua bertanya dari isi dua bab tadi. Saya dan pak Suami sudah menerapkan methode yang berbeda. Kami menerapkan, anak membaca dan mempelajari dua bab, lalu mereka menerangkan/mempresentasikan kepada saya/Pak Suami pemahaman atas bab pelajaran tersebut. Saya dan pak suami siap googling untuk memperkuat. Jadi anak tidak bisa mengelak lupa atau belum baca. Cara inipun sudah kami buktikan jauh lebih kuat diserap anak-anak.                      





Sedari awal, saya dan Pak Suami bergantian mendampingi. Kedua anak saya mendapat smartphone pertama mereka ketika kelas 6 SD dengan pembatasan penggunaan internet. Seiring usia bertambah, kami sudah tidak membatasi tapi kami tetap mengontrol. Penggunaan media sosial tidak boleh ada yang di password. Kalaupun mereka membuka situs dewasa, terutama si sulung (laki-laki) saya dan Pak suami hanya menjelaskan. Mau lihat silahkan tapi nggak perlu. keinginan seksual ada, itu normal tapi belum waktunya. Ada resiko terjadi kehamilan, dan  mengidap penyakit seksual. Sebagai orangtua kami tidak akan meninggalkan kalian. tapi kalian akan kehilangan masa muda kalian. Karena terpaksa jadi orangtua atau harus menderita sakit sehingga tidak produktif dan tidak bisa beraktifitas.

Bisa dibilang, Saya dan Pak Suami memilih menjadi kawan dalam segala hal untuk anak-anak termasuk saat mendampingi belajar. Ketika mereka masih di sekolah dasar, kami belajar bersama 30 menit lalu jeda 15 menit. Boleh nonton tv, main game atau bercanda dengan kami, orangtuanya. Kami mengizinkan mereka belajar sambil mendengarkan musik. Buat kami, kebahagiaan mereka itu hal utama. Ketika mereka bahagia, mereka akan menyerap dengan senang semua informasi yang diberikan.

Bagaimana dengan kedisiplinan? Itu bagian dari kesepakatan. Kesepakatan mengenai aturan yang ada. kalau nggak disiplin, semua kegiatan tidak berjalan sebagaimana mustinya. Contohnya, pulang sekolah, mandi, ganti baju, makan lalu tidur siang. semua dijelaskan mengapa harus begitu. Dari luar, setelah aktifitas di sekolah, bertemu dan main, baju dan tubuh jadi kotor. masuk rumah harus segera bebersih agar kotoran tidak menjadi penyakit. Setelah bersih harus makan untuk mengganti energi yang dikeluarkan sesudah beraktifitas di sekolah. Sesudah makan perlu tidur karena seluruh organ tubuh perlu istirahat. Peraturan ini harus ditaati dan berjalan sampai sekarang. 

Saya ibu bekerja, saya sangat peduli pada apa yang dikonsumsi anak-anak. Saya membiasakan mereka memceritakan apa yang mereka makan dan minum selama saya tidak ada. Saya tidak bisa melihat, apakah asisiten rumah tangga (ART) di rumah memberi makan mereka cukup. Laporannya selalu, makannya habis, susunya habis. Saya menggunakan timbangan. setiap akhir pekan, dengan di lihat art, saya menimbang berat badan anak-anak. Kalau laporan makan dan susunya habis, saya percaya biar cuma 1 ons, berat badan mereka harus naik, minimal tidak turun. Untuk melengkapi gizi mereka, saya selalu menyediakan satu mangkuk es cream untuk sesudah makan siang dan malam. Sampai sekarang, saat mereka sudah besar tetap menunggu semangkuk es cream sesudah makan siang atau malam. Padahal dulu, saya sediakan karena saya khawatir protein makan dan susu mereka tidak tercukupi karena saya tidak di rumah. kalau sekarang? mereka sudah bisa membuat makan mereka sendiri sesuai selera. Tapi jenis makanan yang saya sajikan tetap menjadi utama di ingatan dan lidah mereka.

Sistem aktifitas dalam kehidupan di rumah kami berjalan begitu saja tanpa saya secara khusus mempersiapkan karena mereka Gen Z. Saya hanya orangtua yang tidak mau kudet, saya harus update agar bisa sejalan dan seiring dengan dunia kedua anak saya. 



Makanya saya senang ketika diminta berbagi pengalaman di acara webinar dengan tema: Kepoin Kebiasaan & Gaya Gen Z

Mendengar paparan Ibu DyaLoretta.,SE.,M.Ikom,CSP,CPM, saya sangat terpesona. Gen Z ini lebih dari 10 jam dalam sehari saat menggunakan internet. Jadi pertanyaan tuh, 10 jam ngapain saja. Jadi orangtua Gen Z sangat diharuskan update dan cerdas mengikuti zaman. Selain untuk fungsi kontrol pastinya untuk membentuk pola pengasuhan pada anak.

 Betapa peliknya Gen Z. Mereka memiliki dunianya sendiri tapi saya percaya semua itu kembali pada bagaimana masing-masing keluarga menerapkan value keluarga tersebut. Saya bersyukur, saya salah satu orangtua yang terbiasa dengan internet dari awal-awal teknologi ini masuk. Sehingga saya sudah membiasakan teknologi ini dalam keluarga. Saya dan anak-anak bisa saling mengisi/mengingatkan kalau ada yang belum paham. Enaknya lagi, banyak pekerjaan yang bisa dibantu kedua anak saya. Ketika mereka membantu pekerjaan saya, tema-tema tertentu menarik perhatian mereka dan menjadi ajang diskusi yang seru.

Ke depannya, menurut saya proses pembelajaran jarak jaiuh harusnya bisa diterapkan karena generasi sesudah Gen Z akan benar-benar menjadi generasi tanpa batasan. Tanpa batasan waktu dan ruang. nah menariknya, rupanya, metode ini sudah dipahami oleh SMA pintar Lazuardi yang menerapkan

-Blended Learning SMA PintarLazuardi 

-LMS Pintar Lazuardi

 SMA Lazuardi mulai beroperasi sejak tahun 2021-2022 sebagai pengembangan dari sekolah Lazuardi Group. Sekolahonline, khususnya untuk universitas dan SMA, tampaknya akan menjadi trend sekolah alternatif yang takterhindarkan. Lazuardi konsisten akan ikut serta memberikan kontribusi pada sistem pendidikan di negeri kita, dengan menyelenggarakan SMAB lended Learning tanpa meninggalkan kreativitas secara optimum. Caranya dengan menambahkan aktivitas hands on mandiri siswa lewat project based learning. Juga dukungan Learning Management System(LMS) yang diberi nama Pintar.

Menurut Kepala SMA Lazuardi  Ibu SonyaSinyauri S

Gen Z terbiasa belajar audio-visual  bergantung pada teknologi digital dan streaming, mudah menangkap/ memahami pembahasan, berani mengemukakan pendapat dan kritis, punya rasa ingin tahu yang besar dan inovatif.



SMA PINTAR LAZUARDI-BLENDED LEARNING HIGH SCHOOL

menggabungkan antara kegiatan tatap muka dan pembelajaran online dengan prosentase pembelajaran online lebih besar. 

Kegiatan tatap muka akan dilakukan seminggu sekali di sekolah home based.

Kegiatan tatap muka di fokuskan untuk: 

 pembentukan karakter, 

 pengembangan keterampilan sosial, 

 coachingtentangkarir, 

 kegiatan praktikum yang tidak dapat dilaksanakan melalui kegiatan pembelajaran online.

 Untuk peserta didik yang berasal dari wilayah yang belum tersedia sekolah home based, kegiatan tatap muka akan digantikan dengan program pengayaan dan coaching yang dilakukan secaraonline.



Bagaimana dengan kurikulumnya? tenang, SMA Pintar lazuardi tetap mengacu pada kurikuum nasional. Cuma metode pembelajarannya saja yang lebih besar porsi on linenya. Cek deh:


LEARNING MANAGEMENT SYSTEM 

Pedagogical Intelligence Architecture (PINTAR) adalah sebuah strategi pedagogi (pembelajaran) yang diterapkan melalui sebuah Learning Management System (LMS) online yang memperhatikan keterikatan antara peserta didik dengan proses pembelajaran melalui feedback process. PINTAR (Pedagogical Intelligence Architecture) adalah LMS pendukung pembelajara nonline di SMA Pintar Lazuardi yang didukung oleh aplikasi yang canggih yang dapat diakses di mana saja dan kapansaja.


KEUNGGULAN LMS PINTAR 

 MULTIPART berarti materi disampaikan dalam bagian-bagian kecil dan dipilih hanya materi fundamental dari sebuah mata pelajaran.Upaya ini dimaksudkan agar mudah dipahami secara mandiri oleh siswa. 

 FEEDBACK SYSTEM akan memastikan peserta didik terlibat aktif, berinteraksi, saling memberi dan menerima umpan balik (feedback) untuk efektivitas belajar, mengetahui capaian hasil belajar, terbentuknya komunitas belajar, mendokumentasikan portofolio yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja. 

 DIFFERENTIATED LEARNING Dimulai dengan diagnostic assessment, sehingga dapat memandu learning path yang akan dilalui siswa dari urutan materi dan memungkinkan siswa memiliki tahapan belajar yang berbeda. 

 LEARNING PATH peserta didik akan memililki‘jalur/peta’untuk mencapai hasil belajar yang sesuai dengan kemampuan dan tujuan pembelajaran.

  MULTI-FRIENDLY CONTENT Materi dan media pembelajaran dikemas dalam beragam bentuk sesuai kebutuhan dan tujuan pembelajaran. Disajikan sedemikian rupa sehingga mudah dipahami oleh peserta didik. 

 GAMIFICATION Pembelajaran online juga mempertimbangkan kesenangan dan keseruan. Ini dilakukan dengan menambahkan unsur games dalam pembelajaran. 

SMA Pintar lazuardi dengan methode modern ini, bisa menjadi alternatif pilihan para orangtua yang mau memberikan pendidikan terbaik bagi putera-puterinya yang termasuk Gen Z.

Berikut 10 jernis pekerjaan bagi Gen Z

10 profesi favorit Gen Z:

- Data Analyst

- Digital Marketer

- Application Developer

- Praktisi Medis

- Akuntan

- Spesialis SEO

- Ahli Lingkungan

- Software Engineer

- Konstruksi dan Teknik

- Entrepreneur
















Smart Office Home Office di Meikarta Cikarang, Wujudkan Hunian Idaman.


Gambar 1. Ini bukan balkon di resort loh. Ini balkon di rumah.
Ya, rumah tipe Smart Office Home Office di Meikarta Cikarang.


Di masa sekarang, Pandemi Covid19  menjadi salah satu pertimbangan dalam membangun atau menentukan pilihan tempat tinggal. Pandemi Covid19 membuat banyak perubahan hampir di semua sektor kehidupan. Baik prilaku keseharian, cara berpakaian, pola makan, pola kerja termasuk tempat kerja dan hunian. Rasanya masih terbayang bagaimana, cafe/resto, perpustakaan, juga tempat-tempat kerja lainnya yang bisa di sewa dalam hitungan perjam, terisi penuh. Sayang sudah setahun keadaannya nyaris mati/bangkrut.

Pandemi Covid19, melahirkan peraturan baru yaitu PSBB- Pembatasan Sosial Berskala Besar diikuti kewajiban menerapkan Protokol Kesehatan. 3M- Menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak. Situasi dan kondisi ini sangat berdampak bagi semua orang. bagaimana dengan bisnis property/hunian, ya juga terdampak. Tapi bukan para jenius creative lah kalau ikut stagnan. Meikarta Cikarang Smart Office Home Offie, Hunian Idaman di Meikarta Cikarang 




Gambar 2. Saya berani garansi, anda dan keluarga nggak ingin ke luar rumah, kalau punya tempat makan dan tempat kerja semacam ini. Cuma ad di SOHO Meikarta Cikarang.



Meikarta kembali meluncurkan SOHO NewYork. Konsep Smart Office Home Office yang terinspirasi dari hunian di New York. Ini cerdas banget karena Pandemic Covid19, mengharuskan masyarakat untuk menghindari kerumunan, sehingga sekolah dan bekerja di pusatkan di rumah. Tagar #DirumahAja bukan sekedar tagar atau hiburan tapi kenyataan yang mau tidak mau, suka atau tidak suka ya harus beraktifitas di rumah aja. Makanya saya bilang cerdas banget Meikarta meluncurkan konsep SOHO ini. 

Pandemic Covid19 tidak membatalkan keinginan orang berumah tangga/menikah dan memiliki

rumah. Dengan segala ketentuan, menikah ya jalan terus. Demikian juga tuntutan untuk memiliki rumah sendiri, ya jalan terus. Toh lembaga penjamin keungan tetap ada dan membantu. Pemerintah mengeluarkan kebijakan regulasi keuangan yang bisa dimanfaat bagi yang ingin memiliki rumah.

Konsep SOHO ini yang bukan sekadar menjadi keinginan tapi menjadi kebutuhan karena

tuntutan beraktifitas di rumah aja.  Hyunggun Lee, Architect of Meikarta SOHO di salah satu media online mengatakan: "Kami mendesain produk inovatif baru yang tentunya dibikin sedemikian rupa sehingga pas dengan kultur Indonesia serta pas dengan lifestyle work from home saat ini,"

Dua daya Tarik yang menurut saya mengapa, anda

harus memiliki hunian di Meikarta karena tahap satu sold out. Bukti peminatnya luar biasa. Mengapa peminatnya luar biasa, karena berada di lokasi premium. Disebut lokasi premium karena huniannya berada  satu lantai di atas kawasan komersil. Cuma turun satu lantai, semua ada dan tersedia.

Soho ditawarkan dalam dua tipe;

1.REGULER:

a.2 Bedrooms luas 34-36m2 – harga dimulai dari Rp. 359jt excl PPN

b.2 Bedrooms Plus luas 41-46m2 - harga dimulai dari Rp. 459jt excl PPN

c.3 Bedrooms luas 58-61m2 – harga dimulai dari Rp. 679jt excl PPN

d.4 Bedrooms luas 68m2 – harga dimulai dari Rp. 786jt excl PPN

2. SIGNATURE

a.5 Bedrooms luas 91-108m2 - harga dimulai dari Rp. 942jt excl PPN

Lihat dan bandingkan dengan harga dari pengembang lain.

Meikarta Cikarang menawarkan hunian idaman dengan harga yang sangat ramah.

Luas bangunan bisa disesuaikan dengan kebutuhan, baik keuangan maupun

dari jumlah anggota keluarga. Meikarta SOHO NewYork menawarkan gaya hidup

elegant dan ekslusive yang kini memang sudah menjadi gaya hidup kaum urban.

Kepraktisan dan kwalitas menjadi rujukan konsumen, baik untuk sandang, pangan juga hunian.

Mau cari kuliner nan lezat, nggak harus pesan on line, walau tetap bisa. Hitung-hitung melemaskan kaki, cukup jalan sedikit dan turun satu lantai, sudah bisa makan enak.

Tapi apa anda mau meninggalkan kenyaman bersama keluarga

kalau anda punya ruang kerja/ruang keluarga senyaman ini?



Gambar 3. Dari meja makan, anda bisa melihat sudut tenpat kerja yang nyaman.



Berikut 6 benefit dan fitur yang bikin anda makin mupeng untuk memilikinya.

1.Great room, great vibe – Dengan 60% ruangan yang lebih luas berkat atap yang lebih tinggi, ruangan terasa lega dan tidak sumpek

2. High Ceiling – Tinggi diatas 4.8m. Tinggi atap di apartemen biasanya hanya 3m

3. Double Floor Window – Jendela luas setinggi 2 lantai demi memaksimalkan pencahayaan sinar matahari bisa menerangi sudut ruangan

dari ujung ke ujung

4. Flexibility Living – Layout ruangan yang cocok untuk hunian

maupun jadi kantor, cocok untuk WFH di masa New Normal.

5. Grand Balcony – Balkon selebar 5.7m, tidak perlu keluar rumah untuk dapat udara segar dan sinar matahari. Saat ini keluar rumah berisiko kena PSBB dan terpapar covid, jadi ini solusi sempurna untuk menjaga hidup tetap sehat di rumah

6. Eco friendly – Fungsi ruangan dimaksimalkan untuk sinar matahari, sehingga tidak perlu energi berlebih untuk menerangi ruangan.

Pada dasarnya, rumah yang nyaman tidak bergantung pada besar dan luasanya tapi dengan siapa kita hidup di dalamnya. Namun tidak menafikan ruangan yang luas dengan interior yang cozy menjadi pendukung kenyaman hidup para penghuninya. Smart Office Home Office di Meikarta Cikarang, wujudkan Hunian Idaman.

Wafatnya The God Mother.

 


Menuliskan ini berat sekali. Kami menjulukinya The God Mother. Perempuan yang terlahir untuk menjadi Ibu bagi kami, 11 anak perempuan, 24 cucu dan 11 cicit. Mama saya baru saja meninggal, 14 Des 2020 dalam usia 91. Beliau menghembuskan napas terakhirnya dalam tidur. Cara kematian yang memang kami harapkan. Almarhumah Mama tidak ada sakit, beliau meninggal karena usia tua. Mungkin, karena Mama tidak sakit, tidak minum obat, aroma tubuhnya harum. Padahal biasanya bau mulut itu nggak enak banget. Tapi, Mama mengeluarkan aroma “enak” yang saya sendiri nggak paham. Berkali-kali saya sampaikan ke adik dan kakak, Kok Mama nggak “bau” ya?

Kami, kakak beradik sangat mensyukuri diberi kesempatan merawat dan membersamai Mama, hingga mau menjemput. Tapi sungguh tak mengira, meninggalnya Mama, mengisap 90 % oksigen dan energi dalam diri kami, anak-anaknya. Ada rasa kosong, sakit yang ngak bisa dijabarkan. Saya pikir, nggak akan ada yang bisa mengetahui rasa itu, sebelum Ibu atau siapapun, orang yang tercinta, meninggal.



Kondisi Mama mulai menurun sejak 28 November.  Saat itu, Kami kakak-beradik cek-cok. Sebagian ingin Mama di bawa ke rumah sakit dan sebagian menolak. Yang menolak bersikeras mama, ngga apa-apa. cuma melemah. Yang biasanya makan nasi, kini yang masuk harus dihaluskan. Persoalannya Mama tidak suka makan halus, akibatnya menolak makan. Dicoba dengan biscuit dan ensure. Masuk. Tapi jumlahnya tetap nggak cukup. Juice buah juga masuk. Saya termasuk yang mengkhawatirkan kondisi melemahnya Mama.



Selama pandemic covid19, saya sangat mengandalkan website kesehatan Halodoc. Soalanya, kami tidak bebas ke puskesmas atau ke rumah sakit. Makanya Halodoc menjadi rujukan. Halodoc menyediakan layanan konsultasi online dengan dokter, pengantaran obat dan lab. Mau praktis bisa unduh aplikasinya dari telepon genggam. Halodoc merupakan sebuah aplikasi dan situs web asal Indonesia yang bergerak di bidang kesehatan.

Sudah tiga bulan, kami, kakak beradik membuat jadwal jaga Mama. Secara keseluruhan rumah kami masih dalam satu lingkungan. Cuma dua yang jauh dari Tangerang. Satu kakak di Bekasi dan satu adik di Kelapa gading. Lainnya cuma sepelemparan batu.



Tanggal 10 Des, Mama kian melemah. Saya meyakini melemahnya Mama karena asupan makannya yang sangat kurang. Saya bilang pada kakak dan adik yang datang ke rumah Mama, bahwa saya memutuskan akan membawa Mama ke Rumah Sakit. Minimal di RS bisa diinfus. Kami segera menyiapkan kartu BPJS, KTP, Kartu keluarga dan telepon RS yang salah satu pengelolanya kenalan baik kakak saya. Kami masih bersiap, ketika salah seorang adik saya yang juga dokter, marah besar. Adik saya minta, jangan bawa ke RS, tunggu sampai dia datang. Setibanya Adik yang datang bersama suami (dua-dua dokter) langsung mengecek kondisi Mama. Mereka bersikeras Mama ok-ok. Kami menghubungi RS dan menginformasikan tidak jadi membawa Mama.

Pertimbangan tidak membawa Mama ke RS. Pertama karena covid19, kedua besar kemungkinanan Mama akan di swab dan nanti Mama tidak bisa dijaga/ditunggu. Maka yang tertinggal hanya doa-doa berharap yang terbaik buat Mama.

11 Des, kami memutuskan untuk memberi pelayanan perjamuan terakhir dan ibadah penguatan. Airmata kami tumpah, berat sekali rasanya. Mama, sosok keras yang humoris. Bersama Mama adalah penuh tawa sukacita dan kegembiraan. Mama anak kedua dari 6 bersaudara, berlatar belakang pendidikan sekolah guru, Mama adalah guru SMP untuk bidang bahasa inggris dan matematika. Mama, perempuan hebat, di usia 80 tahun masih mengerjakan soal matematika bersama cucu-cucu, Mama tanpa alat tulis hanya di benaknya. Dengar soal kuadrat, akar, X-Y, sudah bikin keriting rambut tapi Mama sangat santai. Beberapa cucu masih menerima pelajaran bahas Belanda dari Mama.

Tanggal 13 Des, sejak pukul 03.00 dinihari kesadaran Mama mulai menurun. Yang jaga Mama, kondisinya juga kian lelah. Maka saya memutuskan datang gantian berjaga hingga jaga malam. Mama masih bisa makan regal dengan ensure. Masih sempat kami memindahkan ke kursi roda, memandikan, lalu membawa ke teras. Sementara seprei diganti. Sore menjelang, semua kakak beradik datang.

Saat memberi makan malam malam, Mama mulai jarang bicara. Suara Mama berkata; genoeg/cukup. Niet doen/Jangan. Te weinig/terlalu sedikit. Waarom/mengapa? Makin jarang terdengar

Satu-satu anak menyapa Mama, hanya mata Mama yang bergerak. Lalu Mama mengulurkan kedua tangannya dan kami menyambut memeluknya. Pukul 10.00 Mama mulai tidur. Pukul 11.00, sebagian adik-kakak saya pada pulang. Pukul 11.30 salah satu kakak di Bintaro yang tadi belum datang telepon, saya mengatakan its ok. Datang besok pagi saja.

14 Des. Jam 00.45 Di kamar Mama, tinggal saya dan satu adik. Satu kakak di luar. Anak saya dan anak adik saya di kamar atas. Saya ke luar kamar, menemui kakak. Kakak bertanya, bagaimana kondisi Mama, saya jawab tidur. Jam. 01.00 saya kembali masuk ek kamar Mama. Mencium pipi, kening, mulut dan matanya lalu saya mengusap keningnya, Mama tidak bereaksi. Saya memegang nadi di pangkal leher Mama ada dua denyut lalu berhenti. Saya masih shock dan terdiam, adik di sebelah Mama mengangkat kepala mendekat ke Mama. Saya bilang, sudah nggak ada. Adik saya bersikeras,  masih masih lihat mama bernapas. Refelek kami melihat jam 01.08. kalau 8 detik kami diskusi, Berarti Mama menghembuskan napas terakhir tepat pk. 01.00.

Ada perasaan aneh yang menyelinap dan menggedor dada ini tapi saya tak bisa berbuat apa-apa. Selanjutnya adik dan kakak saya mulai bergerak berkirim kabar. Saya masih duduk di samping Mama dengan memegang tangan Mama. Berkali-kali saya cium tangannya masih hangat. Kami bersebelas, berjanji akan menjaga silturahmi, bisik saya di telinga Mama.



Pemikiran saya melayang. Dan mulai berandai-andai. Andaikan di bawa ke RS, akankah Mama masih ada? Pandemi covid19, sungguh menghancurkan banyak harapan orang. Saya meyakini Mama tidak meninggal karena Covid19. Tapi saya tetap sedih dengan kondisi pandemic ini. Seandainya tidak ada pandemic covid19, pastianya Mama bisa di rawat di RS. Walau saya dan adik-kakak tetap mensyukuri merawat Mama di rumah hingga ajal menjemput.

Saya tetap percaya, vaksin adalah salah satu yang dapat memutus mata rantai pandemic covid19. Vaksin Sinochem adalah vaksin yang dapat digunakan untuk mengatasi covid19. Jangan takut atau jangan ragu. Sambil menunggu vaksin didistribusikan, ada baiknya untuk tetap menrapkan protokol kesehatan. Ingat 3 M, mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, manjaga jarak (Hindari kerumunana) tetap selalu memakai masker.

Mengerikan: Kental manis dipersepsikan sebagai susu pertumbuhan




Dalam konferensi pers secara virtual, Hasil Penelitian Persepsi Masyarakat tentang Kental manis, ditemukan 28,96% dari total responden mengatakan kental manis adalah susu pertumbuhan, dan sebanyak 16,97% ibu memberikan kental manis untuk anak setiap hari. Dari hasil penelitian juga ditemukan sumber kesalahan persepsi ibu, dimana sebanyak 48% ibu mengakui mengetahui  kental manis sebagai minuman untuk anak  adalah dari media, baik TV, majalah/ koran dan juga sosial media dan 16,5% mengatakan informasi tersebut didapat dari tenaga kesehatan.

Penelitian dilakukan YAICI, PP Muslimat NU dan PP Aisyiyah tentang Persepsi Masyarakat Tentang Kental Manis  Dilakukan di  DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, NTT dan Maluku. Total responden adalah 2.068 ibu yang memiliki anak usia 0 – 59 bulan atau 5 tahun. Melihat hasil temuan penelitian ini, kita wajib waspada. karena mempersepsikan kental manis sebagai susu pertumbuhan, bisa jadi awal kegagalan dalam menyiapkan generasi emas di tahun 2045

Dr. Tria Astika Endah Permatasari, SKM.MKM, Dosen Prod. Gizi, Fakultas Kedokteran dan  Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta mengingatkat pemberian susu untuk anak harus disesuaikan dengan kategori usia.  “Untuk usia 0-6 bulan, berikan ASI ekslusif, karena zat gizi yang dibutuhkan anak usia 0-6 bulan pertama tersebut, ada pada ASI,”

Lebih lanjut Dr. Tria menjelaskan: Salah satu jenis produk susu yang sebaiknya tidak diberikan kepada anak terutama bayi dan balita adalah susu kental manis. “Kental manis sebetulnya bukan susu, dilihat dari tabel kandungan gizi, kental manis memiliki kandungan karbohidrat paling tinggi yaitu 55% per 100 gram, sehingga tidak dianjurkan untuk balita.”

Hasil penelitianjuga  menunjukan ada 28% lebih Ibu yang mempersepsikan kental manis sebagai susu pertumbuhan, dan 48 % ibu mengetahui kental manis sebagai minuman untuk anak dari media massa (TV/majalah/koran) dan 16,5% dari media sosial, maka diperlukan kerja ekstra lebih keras untuk mendesak pemangku kebijakan membuat regulasi. 

Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah Chairunnuisa membenarkan  peran penting  media di dalam memberikan persepsi kepada masyarakat. “Termasuk memberikan persepsi kepada masyarakat tentang kental manis adalah susu,”  Nah inikan perlu MENDAPAT PERHATIAN SERIUS, APAKAH SELAMA INI NARASI DI MEDIA TENTANG KENTAL MANIS SUDAH BENAR? kalau sudah benar, mengapa masih banyak ibu yang mempersepsikan sebagai susu, sehingga ditemukan dalam penelitian ini,  1 dari 4 anak, meminum kental manis, setiap hari.

Memang tidak mudah mengubah persepsi kental manis sebagai susu. Erna Yulia Soefihara, selaku Ketua Bidang Kesehatan PP Muslimat NU mengatakan bahwa ia dan kadernya di seluruh Indonesia mencoba untuk merubah persepsi bahwa kental manis itu bukanlah susu yang bisa diminum untuk balita. “Tapi memang sangat sulit ya, saat kita melakukan sosialisasi itu karena sudah begitu lama di mereka itu bahwa susu kental manis itu sehat.  Sudah menjadi kebiasaan, setelah lepas ASI mereka mengganti tidak dengan susu untuk anak, tapi memberikan kental manis,” 

Ketua Harian YAICI Arif Hidayat menjelaskan, sebetulnya sudah ada aturan untuk iklan kental manis, di mana tidak boleh diminum dalam bentuk cairan (Segelas susu), tidak boleh ada anak usia balita. kenyataannya memang baik diklan maupun di kemasan sudah tidak ada sosok anak balita tapi berpindah ke sponsor tayangan sinteron.

Temuan penelitian ini menjadi peringatan sekaligus himbauan buat semua orangtua terutama Ibu yang paham untuk mengedukasi calon ibu atau ibu muda disekitarnya. Karena pemberian kental manis jangka panjang akan mengakibatkan gizi buruk dan stunting. Dua hal yang menjdi kendala besar dalam menyiapkan generasi emas.

Lebih lanjut Arif Hidayat mengatakan, persoalan kental manis tidak hanya sebatas mencukupi gizi anak, namun juga potensi kerugian yang dialami negara akibat stunting bisa mencapai 2 persen sampai 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) setiap tahunnya. “Ini angka yang besar sekali. Kita lihat PDB 2019 sebesar Rp 15.833,9 triliun, maka kerugian stunting bisa mencapai Rp 474,9 triliun.  sayang lah kalau dana sebanyak itu menjdi sia-sia. Karena dengn dana sebanyak itu, justru harus bisa digunakan untuk asupan gizi yang lebih baik lagi bagi balita di Indonesia.

Hail penelitian ini membuat saya sebagai perempuan yang juga ibu dari dua anak remaja, merasa ikut bertanggung jawab untuk mengedukasi orang-orang disekitar saya tentang apa itu kentalk manis, dan dampak buruknya jika diberikan  pada balita dalam waktu yang lama. tapi saya juga tidak menutup mata kalau pandemi covid19 membuat banyak ibu terhambat ekonominya sehingga tidak bisa memberikan susu perumbuhan yang sesungguhnya. 

Informasi membuat masakan rumahan berbahan sederhana dan murah namun mempunyai kandungan gizi yang cukup menjadi tantangan ke depan untuk disosialisasikan. karena sesungguhnya dengancukup  mengkonsumsi makanan bergizi, maka anak di atas usia 2 tahun tidak perlu diberikan susu.






Miracle Kitchen, Sajikan menu Khas Bangka nan Gurih dan Sedap



Indonesia itu besar. Bukan cuma secara geografis dan demografis tapi juga dari ragam budaya dan kulinernya. semua memikat hati dan lidh. Keindahan alam dan hasil budaya di satu daerah dilengkapi dengan ragam kuliner. Saya suka ngetrip, selain menimmati perjalanan, keindahan alam, keramahan penduduk dan pasti makanannya. Ingat bangka, Ingat belitung. Ingat Laskar pelangi, ingat juga Pulau Lengkuas. Keindahan pantai, pulau, danau kaolin an pastinya makanannya.

Singgah dan bersantap Siang di rumah makan @miracle_kitchen2020. Sebuah resto yang menyajikan Aneka menu khas Bangka, halal & non halal. Terletak di kawasan Gading serping, tidak jauh dari sekolah Pho Hoa. Restonya kecil saja tapi bisa dibilang palugada, menu apapun yang diinginkan nyaris semua bisa disajikan. tapi ada beberapa item yang haris PO. kalau berbahan ayam seperti ayam goreng, ada setiap hari juga aneka mie dan bihun. Miracle Kitchen, Sajikan menu Khas Bangka nan Gurih dan Sedap juga terima pemesanan nasi kotak.

Oh ya walau menyanjikan menu non halal dan halal, jangan khawatir karena proses pembuatannya Menggunakan peralatan memasak yang berbeda. apalagi yang non halal nggak setiap hari ada. dan kebanyakan menu berbahan non halal ini menggunakan sistem PO. Ini resto menyajikan banyak menu. Tapi yang Saya coba, bisa jadi rekomendasi nih.






1. Tahu kok,
Semacam tahu baso yang terbuat dari ikan dan ayam. Disajikan Dengan otak-otak goreng Dalam kuah yang gurih.




2. Mpek- mpek. bangka.
yang membuatnya berbeda karena disajikan Dengan kuah cuko merah dan tauco. Rasanya, ajib.


3. Kroket
Mirip roti goreng Dengan isian ikan atau Kelapa Gula Merah'. Enak buat Teman ngopi.



Lempah Nanas

Lempah bakut



4. Lempah Nanas isi Tenggiri.
Ikan Tenggiri dimasak Bumbu kuning Dengan campuran Nanas yang menghasilkan makanan enak. Gurih ikan tenggiri dipadu asem segar dan aroma nanas jadi enak banget.

Untuk yang non halal, ada Lempah bakut. Dimasak Dengan Bumbu yang sama tapi isinya Babi Dan potongan jagung muda. Rasa asamnya dari asam jawa, jeruk dan tomat.



Mie Ayam Bangka

5. Mie ayam Bangka. 
Nggak usah saya jelaskan, pasti sudah tahu. Mie keriting dng campuran telor, disajikan dengan bawang daun, toge dan potongan daging ayam. Spesial order jika suka ayam bisa diganti dengan Babi.


Cukiokpit


Es Kacang Hijau dan es campur 

7. Es campur Dan Es kacang hijau. 







Freja Suites BSD City, Rumah Ideal Masa Kini

 




Salah satu kebutuhan dasar manusia adalah memiliki tempat tinggal.Tempat tinggal yang bukan cuma berfungsi sebagai tempat tinggal tapi tempat tinggal di mana semua anggota keluarga selalu pulang dan berkumpul. Tempat tinggal yang disebut rumah, di mana ada kehangatan yang tercipta dari kasih sayang, perhatian, kenyamanan dan keamanan dari interaksi setiap anggota keluarga. Punya gambaran tempat tinggal atau rumah ideal yang anda inginkan? Jawabannya   #FrejaSuitesBSDCity by  Sinarmas_land. mengusung tag line Truly Urban House, Bikin betah penghuni.

Mengapa harus Freja Suites BSD City? Ada apa di Freja Suites BSD City? Kalau katanya Head of Sales BSD City Residential, Yandri Wahyudi karena Freja Suites BSD City memberikan semua yang diperlukan dan yang diinginan sebuah keluarga. Catat nih, bukan cuma yang dibutuhkan tapi juga diinginkan. Jadi selain memenuhi kebutuhan sebagai tempat tinggal, Freja Suites BSD juga dapat dijadikan sebagai investasi, karena lokasi dan fasilitasnya yang membuat Freja Suites BSD City setiap tahun nilainya makin tinggi.



Ok. Pada dasarnya yang diinginkan dari sebuah tempat tinggal adalah yang mampu memfasilitasi aktifitas penghuni. Freja Suites BSD City, sebuah rumah yang didesain minimalis tapi fungsional.  Hampir setiap bagian rumah dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

Freja Suites BSD diluncurkan setelah Freja House BSD yang sukses dipasarkan dan habis terjua.l hanya dalam tiga minggu. Nah Rumah Freja Suites BSD dijual perdana pada harga jual dari Rp. 1,27 milyaran* (include Ppn). Harga ini adalah setelah diskon 12,.5% selama masih berlaku! Ikuti terus catatn saya karena nanti saya akan memberikan penjelasan skema pembelian Freja Suites BSD City.



 Freja Suites BSD  memiliki luas tanah: 50-60 m2, luas bangunan: 68 m2 Pilihan tipe 5×10 dan 5×12 m. Masing-masing memiliki 3 kamar tidur, 2 kamar mandi . Bangunan terdiri dari dua lantai. Oh ya, Freja Suites BSD City ini FULL Furnish, artinya tinggal masuk badan, bawa baju. Pembangunan Freja Suites BSD City ini di masa pandemic covid19, jadi lingkungannya menyesuaikan. Rumah yang dibangun memiliki ruangan terbuka yang dapat dimanfaatkan untuk berjemur.  Berjemur sangat disarankan di masa pandemic ini. Hal itu juga yang membuat Freja Suites BSD City dibangun dengan kenyamanan untuk bekerja dari rumah (Work From House) dan belajar dari rumah Scholle From House. Jaringan internet dengan kecepatan yang bikin WFH dan SFH nyaman karena nggak bakal tersendat-sendat. Kapasitas listrik 2200 watt, mampu memfasilitasi semua peralatan elektronik.

 

 


Lingkungannya bagaimana? Ok punya, memiliki gerbang sendiri, Row jalan 8 meter dan ada ruang komunal yang bisa digunakan masyarakat berkumpul/ Lingkungan dibangun untuk memfasilitas warga berolahraga lari, jogging atau senam maupun bersepeda.  Freja Suites memiliki interior design minimalis, modern dan fungsional sehingga pastinya cocok bagi keluarga muda dan generasi milenial. Eh  ada yang Tanya, mengapa Freja Suites BSD City harganya lebih mahal? Karena bukaan depan Rumah Freja Suites BSD City lebih lebar, yaitu 5 m. Dibanding Freja House yang cuma 4 m.



Tapi kalau anda melihat Freha Suites BSD, anda nggak akan menilai mahal karena keberadaannya yang menunjang semua apa yang diinginkan dan dibutuhkan warga. Tahu ngga Cuma 2 menit naik mobil atau 10 menit jalan kaki ke AEON mall. Iya pusat perbelanjaan yang besar dan serba ada. Ke the Breeze? ya nggak jauh juga. Bahkan Kampus Prasetya Mulya dan Atmaj Jaya berada dalam lingkungan yang sama. Mau ke intermoda dan Pasar Modern BSD, Green Office Park (GOP) dan The Breeze BSD juga ditempuh Cuma hitungan menit. Enaknya lagi letak Freja Suites BSD City dekat,  exit pintu tol baru BSD, nggak jauh dari stasiun kreta Cisauk. Apa Cuma itu/ ya nggak lah. Transportasi travel ke bandara Soekarno hatta atau ke Bandung, banyak.



Fasilitas kesehatan Freja suites BSD selain ada Eka hospital. RS Mitra keluarga juga akan bergabung di BSD City. Nggak sabar mau tahu cara belinya? Ada 5 skema pembayaran, makin cepat bayarnya makin besar diskonnya.

KPR DP 10% Cicil 15x harga normal.

KPR Express DP 10% diskon 12%.

Tunai Bertahap 12x diskon 7%.

Tunai Bertahap 6x diskon 10%.

Tunai Keras diskon 12.5%.

Hand over dalam 27 bulan

Jangan sampai kehilangan kesempatan. Segera miliki karena apa yang dibanun pengembang sinar Mas land, jaminan sebagai hunian impian.




Sinar UV C, Kawan atau Lawan? Kasih tahu nggak ya?


Signify Indonesia dalam rangka mengedukasi masyarakat terkait penggunaan produk UV-C yang aman dan efektif, menyelenggarakan diskusi virtual  dengan tema: “sinar UV-C, Kawan atau Lawan? Pemanfaatan Teknologi UV C yang aman untuk perlindungan Masyarakat dari Mikro-organisme" Diskusi dipandu Lea Indra, Head of Integrated and Marketing Communication Signify Indonesia. Sinar UV C, Kawan atau Lawan? Kasih tahu nggak ya?

Diskusi virtual menghadirkan narasumber:

1.  Dr. rer. nat. Ir. Aulia Nasution, M.Sc., Kepala Laboratorium Rekayasa Fotonika, Departemen Teknik Fisika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) (kiri);

2.   Dr. Hermawan Saputra, SKM., MARS., CICS., Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) (kedua dari kiri);

3.   Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) (kanan)


.

Tema diskusi ini menarik banget karena kita sedang berada pada masa Pandemi Covid19. Situasi yang memaksa masyarakat mengubah prilaku kehidupan keseharian, terkait kesehatan. Seperti,  menggunakan masker untuk beraktifitas cuci tangan di air mengalir, jaga jarak/Hindari kerumunan. Covid19 ini tak terlihat tapi dapat mematikan. Bahkan pandemic covid19 ini mengaktegorikan masyarakat dalam ketiga kelompok. 

Yaitu yang tahu dari berita, dari kawan dan mengalami sendiri. Yang tahu dari berita dan dari kawan, terbagi dua lagi. Mereka yang menjadi waspada dan peduli pada kesehatan atau  masa bodo. Sedangkan pada kelompok yang tahu karena mengalami (baik diri sendiri, keluarga inti, keluarga besar) pastinya akan meningkatkan kewaspadaan.

Lalu apa kaitannya dengan diskusi virtual bertema, sinar UV-C ini?, Di awal penyebaran Covid19, disarankan untuk selalu cuci tangan atau menggunakan hand sanitizer. Di sarankan untuk membersihkan peralatan/perkakas di rumah atau barang/paket yang datang harus di disenfektan dulu.

Bahkan saat awal-awal Pembatasan  Sosial Skala Besar, di banyak gerbang perumahan di pos penjagaan. Tamu atau kurir Cuma bisa sampai disitu. Kalau terima barang/paket harus di semprot. Termasuk di gerbang perumahan tempat saya tinggal. Jujur saya sebal. Karena pemeriksaan wajib bermasker, ok lah. Ok juga pengukuran suhu tubuh, Ok, juga harus cuci tangan atau disemprot hand sanitaizer tapi jujur saya kesal dan marah karena rada lebay. Lantaran demi sterilisasi jadi ada penyemprotan dengan disenfektan. Lah disenfektankan bukan buat manusia, walau disemprotnya dari belakang dan sekitar punggung ke bawah.

Tahukan sejak dulu kita disarankan berjemur di bawah sinar matahari pagi? Karena sinar matahari pagi, sekitar pk. 10 bermanfaat membantu tubuh mendapatkan vitamin D.  Imunitas tubuh yang baik dapat mencegah terjangkit covid19.



 Country Leader Signify Indonesia, Rami Hajjar,  menjelaskan bahwa produk-produk UV-C Signify menggunakan panjang gelombang 254nm yang sangat efektif untuk melumpuhkan DNA dan RNA dari mikro-organisme. Sinar UV-C yang terpancar akan menghancurkan mikroba dan virus secara langsung dengan merusak DNA dan RNA melalui induksi transformasi molekuler.

Rami mengaku, di rumah dan di tempatnya bekerja ia menggunakan alat-alat yang memancarkan sinar UV-C untuk sterilisasi. Rami mengajak masyarakat untuk peduli dengan kebersihan dan kesehatan. 

Dr. Hermawan Saputra, SKM., MARS., CICS., Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) menjelaskan dalam paparannya,  fakta epidemiologi covid-19. Presentasenya yang terlihat tidak sama dengan kenyataan. Yang terlihat hanya 66% dari 73% jumlah kasus sesungguhnya. 




Covid-19 bukan satu-satunya penyakit yang disebabkan mikro-organisme (seperti cacing, bakteri, virus, jamur, protoza) masih banyak penyakit menular lainnya yang perlu diwaspadai seperti flu atau TBC. Beberapa tahun lalu, beberapa penyakit sempat menarik perhatian publik seperti SARS (2002 - 2003)  MERS (2012), sekarang Covid-19 yang menyerang  seluruh dunia. 

Dr. Hermawan menyebutkan ada empat faktor utama dalam permasalahan kesehatan masyarakat : kapasitas layanan kesehatan, tingkat kesadararan perilaku publik, kebersihan lingkungan, dan permasalahan bawaan atau turunan. Dari keempat faktor ini lingkungan mempunya peran penting dalam menentukan kesehatan seseorang, karena terkait langsung dengan dengan kebersihan lingkungan dan kesadaran setiap individu dalam berperilaku hidup sehat. 



Di masa pandemi covid17, tiba-tiba telinga kita menjadi sering mendengar kata steril. segala-galanya harus disteril. harus disinfeksi.  Cuci tangan saja tidak cukup. dari alam ada yang namanya sinar  ultraviolet. Selain bermanfaat, sinar UV juga berbahaya bagi tubuh.

Jenis-jenis sinar ultra violet

  • Sinar UV-A
  • Sinar UV-A memiliki panjang gelombang 315-400 nm dan memiliki panjang gelombang yang paling panjang diantara sinar UV lainnya. Perlu Anda ketahui, 95% dari sinar ultraviolet yang mencapai bumi adalah sinar UV-A. Sinar ini dianggap sebagai sinar ultraviolet yang paling kuat dan mampu menembus awan serta kaca dan bahkan tetap ada di saat cuaca mendung ataupun hujan. Sinar UV- A juga dapat menyerap lebih dalam hingga ke lapisan dermis. Dermis adalah lapisan kulit kedua setelah epidermis. Dermis berfungsi sebagai pelindung dalam tubuh.
  • Sinar UV-B
  • Sinar UV-B memiliki panjang gelombang 280-315 nm. Sinar UV-B dapat terserap oleh awan dan tidak dapat menembus kaca, namun paparannya hanya dapat menjangkau lapisan epidermis kulit. UV-B dapat menyebabkan kulit memerah, perih,  dan terbakar.
  • Sinar UV-C
  • Sinar UVC memiliki panjang gelombang yang paling pendek yaitu 180-280 nm dan merupakan sinar ultraviolet yang paling berbahaya bagi kulit. Namun sinar UV-C tidak bisa menembus lapisan ozon, sehingga sinar ini tidak bisa mencapai permukaan bumi. Sumber:

Dr. rer. nat. Ir. Aulia Nasution, M.Sc., Kepala Laboratorium Rekayasa Fotonika, Departemen Teknik Fisika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)  dalam paparannya menjelaskan: Meskipun sudah disaring lapisan ozone tapi sinar UV-C dapat saja mengenai kulit manusia langsung meskipun tak kasat mata. Namun dibalik itu, sinar UV-C juga memiliki potensi untuk mengatasi penyebaran Covid-19. Dan tentunya teknologi Sinar UV-C ini sangat diperlukan di area publik seperti pusat perbelanjaan, hotel, mal, kantor, tempat ibadah, sekolah, bandara dan lainnya. 

Untuk mengoptimalkan penggunaan sinar UV-C ini diperlukan rekaya teknologi.Yang perlu diketahui, sinar UV-C digunakan sebagai alat desinfeksi dan hanya dilakukan oleh tenaga profesional. Produk UV-C Philips untuk konsumen dilengkapi dengan perangkat keselamatan yang layak dan dapat diandalkan, seperti: sensor gerak gelombang mikro, pengatur waktu dan alarm suara. Fitur-fitur keselamatan ini diperlukan karena produk UV-C tidak boleh dinyalakan ketika ada orang atau hewan di dalam ruangan. 

Produk UV-C harus dioperasikan di ruangan tertutup untuk meminimalisir resiko paparan. Tindakan keselamatan ini membantu pengguna menghindari paparan langsung terhadap mata dan kulit dari produk tanpa lapisan pelindung.

Memproduksi peralatan yang mampu memberikan manfaat bagi manusia tentu saja sangat diperlukan. Namun ada banyak hal yang harus diperhatikan konsumen sebagai penggunaa produk tersebut.   Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyoroti peran pemerintah selaku regulator.


Tulus, menutup penjelasannya dengan menyarankan perlu adanya perhatian atas:

Aspek standarisasi produk mutlak untuk perlindungan konsumen. Hal ini bertujuan agar konsmuen mengedepankan aspek kehati-hatian dan kecerdasan dalam membeli produk UV-C. Tulus juga menuntut pemerintah untuk melakukan kontrol pre market dan post market control secara konsisten.

Jadi Sinar UV C, Kawan atau Lawan? bisa keduanya namun dengan rekayasa teknologi lawan bisa menjadi kawan.manfaat