Beberapa Kondisi Pada Anak yang Harus Orangtua Bawa Langsung ke Dokter Terdekat


Memiliki buah hati, dambaan hampir semua pasangan suami istri. Walau tujuan sebuah pernikahan, memiliki buah hati bukan satu-satunya atau bukan yang utama. Namun Buah hati tetaplah, sesuatu yang diharapkan. Anak merupakan buah hati sekaligus sebuah amanah yang harus Orangtua jaga dengan sebaik-baiknya. Bagi yang sudah menjadi orangtua, pasti paham benar rasanya kalau buah hati sakit. 

Dibalik keceriaannya, anak-anak mudah terserang penyakit karena umumnya anak-anak suka mengeksplor lingkungan tanpa mereka peduli kebersihannya. Bukan berarti Orangtua harus menjaganya dengan selalu memintanya hanya bermain di rumah saja, namun berikan ia bekal untuk bisa tetap sehat saat bermain di luar. Bekal apa yang bisa Orangtua berikan?   Berikan bekal dalam bentuk kekebalan tubuh yang baik.  Kebiasaan sehat yang baik bisa dimulai dengan hal sederhana seperti mencuci tangan. 

Meski begitu, anak bisa tetap terserang penyakit yang tidak bisa diprediksi dari mana datangnya. Beberapa penyakit bisa sembuh dengan sendirinya sehingga  tak perlu khawatir, akan tetapi penyakit lainnya juga bisa bertambah parah jika Orangtua tidak segera memberikan penanganan yang tepat. Untuk itu sebagai orang tua, kita harus mengetahui kapan saat yang tepat memeriksakan anak ke dokter terdekat.

Anak-anak biasanya mudah terkena serangan virus seperti batuk dan pilek. Kondisi ini umumnya bisa sembuh dengan sendirinya asalkan si kecil banyak beristirahat di rumah.Orangtua juga bisa memberinya obat khusus anak untuk membantu sistem imun melawan bibit penyakit. Selain pilek dan batuk, si kecil juga mudah terkena diare akibat kontaminasi makanan yang kurang higienis. Diare juga bisa membaik dengan sendirinya asalkan efek makanan tersebut sudah hilang. Anak juga bisa diare akibat mengkonsumsi makanan yang membuatnya alergi.



Saat keduanya masih balita





Meski beberapa penyakit yang mudah diderita si kecil bisa sembuh dengan sendirinya, namun bukan berarti Anda tak perlu waspada saat si kecil sakit. Berikut ini adalah beberapa kondisi dimana Anda harus meningkatkan kewaspadaan dan segera membawa si kecil ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut:

  1. Demam.
Saat si kecil demam, merupakan tanda yang normal saat tubuh melawan infeksi. Demam bisa datang dengan gejala lainnya seperti batuk atau pilek. Demam pada anak tidak boleh dibiarkan terlalu lama, batas Anda bisa mentoleransi timbulnya demam hanyalah satu hari dan jika di hari berikutnya demam tidak turun apalagi semakin tinggi maka Anda perlu membawa si kecil ke dokter.

  1. Batuk lebih dari 4 hari.
Batuk meski juga bisa disebabkan oleh virus dan sembuh dengan sendirinya, namun jangan dilupakan bahwa batuk juga bisa disebabkan karena bakteri yang memerlukan obat untuk bisa disembuhkan. Anda bisa menunggu hingga 4 atau 5 hari sebelum membawa si kecil ke dokter jika batuk yang terjadi tidak semakin parah atau dibarengi dengan gejala lainnya.

  1. Diare berkepanjangan.
Diare memiliki akibat yang cukup fatal jika terjadi terlalu lama dan terlalu sering yaitu dehidrasi. Meski begitu dehidrasi bisa diatasi di rumah dengan memberi si kecil minuman mengandung oralit dan makanan yang sehat. Akan tetapi jika diare terus menerus juga akan berakibat ke penyerapan nutrisinya yang mengakibatkan si anak terus menerus merasa lemas. Anda perlu membawa si kecil ke dokter untuk mengetahui sebab diare jika kondisi ini tetap berlanjut lebih dari 2 hari.

Itulah kondisi dimana anak perlu segera mendapatkan pertolongan dokter terdekat saat ia mengalami sakit yang biasanya bisa sembuh sendiri. Dengan memberikan jeda, Orangtua juga bisa membantu si kecil meningkatkan sistem imun tubuhnya sehingga lebih kuat melawan virus atau bakteri yang sama di lain waktu. agar si kecil bisa segera sembuh. Tak ada salahnya menyiapkan obat-obatan khusus untuk anak di kotak obat sehingga dapat langsung digunakan jika dibutuhkan.

Ini diabadikan tidak dimasa Covid-19

Bersatu Lawan Covid-19, Sinar Mas Land Serahkan 12,500 Rapid Test Kit ke Kemenkes RI





Sinar Mas Land diwakili oleh Corporate Governance & Sustainability Division Head, Ignesjz Kemalawarta menyerahkan bantuan 12,500 alat Rapid Test Kit (RTK) secara simbolis kepada dr. Mariya Mubarika – Staf Khusus Kesehatan Bidang Peningkatan Sumber Daya Manusia Kesehatan di Gedung Adhyatama Kementerian Kesehatan, Jakarta (13/04). 12,500 RTK ini merupakan bagian dari 25,000 RTK yang didatangkan Sinar Mas Land untuk disumbangkan kepada berbagai instansi termasuk Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, beberapa Pemerintah Daerah serta instansi terkait lainnya.


Dhony Rahajoe – Managing Director President Office Sinar Mas Land menjelaskan dalam keterangan tertulisnya “Melalui kegiatan ini, kami berupaya membantu pemerintah dalam menangani dan mencegah penyebaran covid-19. Tidak hanya Kemenkes RI, Rapid Test Kit ini juga telah kami serahkan ke beberapa pemda serta beberapa instansi kesehatan.”




Pada hari yang sama, Senin (13/4/2020) Sinar Mas Land bersama Sinar Mas dan Yayasan Temasek yang merupakan bagian dari Temasek Holdings dari Singapura, Pemerintah Kota Batam, TNI-Polri, Tuan Sing Holding Limited mendistribusikan 210,000 liter cairan pembersih tangan (hand sanitizer) kepada warga di 64 kelurahan di kota Batam.

Sebelumnya, Sinar Mas Land juga telah menyerahkan 750 Alat Perlindungan Diri (APD) yang disumbangkan kepada Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan serta beberapa instansi lainnya.

https://www.instagram.com/p/B_AJLHDg9Rs/




Lidah Bergoyang Saat Jelajah Rasa di Food Festival Fleudelys





Mata saya menatap bahagia, hamparan prasmanan yang terdiri dari nasi, aneka lauk, daging, ikan, ayam juga sayur dan sambal. Empal gentong, Nasi Liwet keprabon, coto makssar   Thai Suki, Aneka pasta, Beef Steak, Aneka pastry, cake dan donat, aneka buah dan aneka minuman segar, semua membuat lidah saya bergoyang menjelajah rasa di Food Festival Fleudelys, yang merupakan peluncuran unit usaha baru dari Fleudelys, yaitu catering. 



Ragam menu yang lezat disajikan dengan tampilan sangat menggugah selera. Plus tersaji dengan memperhitungan kebersihan dan kesehatan. Pokoknya juara.

Dok. Tati Suherman
Apapun aktifitas atau kegiatannya, makan-makan menjadi sebuah komponen yang turut menetukan suksesnya aktifitas atau kegiatan tersebut. Itu juga yang menjadi salah satu alasan, bisnis kuliner nggak pernah sepi. Selalu mempunyai peluang yang besar. Tapi tentunya memenuhi standar. Standarnya apa/ macem-macem, tapi kalau dari sisi saya rasa dan harga. Itu yang utama. Lainnya pelengkap, seperti banyaknya variasi menu, tampilan/sajian, sehat, bersih dan cepat (pelayanan)

     
Mezanin Grand tower Slipi didekorasi layaknya hajatan pernikahan. Meja bulat dengan kursi mengeliling, panggung, penyanyi dan pemain music, serta sudut makanan, minuman juga buah-buahan. Malam ini, peluncuran Fleudelys catering. Bagi sebagian besar yang hadir, terasa seperti reuni. Soalnya Fleudelys catering, ekspansi bisnis dari resto Fleudelys yang sudah ada sejak tahu 2017.

Dok. Refika A

Tingginya permintaan ke resto untuk layanan private party, kegiatan kantor maupun gathering membuat Fledelys memperluas cakupan bisnisnya. Bermain di 3 jenis masakan, yaitu: nusantara, asi dan western membawa Fleudelys di kenal karena layanan dan kelezatannya. Beberapa tamu yang hadir membagikan testimony atas siomay, sushi dan steak yang pernah mereka coba di Feludelys resto. Seperti yang saya sebutkan 
menu- menu di atas, sebagian dari yang tersajikan saya coba.



Empal Gentong
Dok: Refika

Saya bukan ahli kuliner tapi saya harus mengakui hampir semua menu yang saya coba, rasanya lezat. Saya melihat beberapa tamu bahkan tambah untuk Empal gentong dan beef steaknya. Saya tahu itu bukan karena lapar. Kepuasan karena enak atau kenyang tuh beda banget loh.

Aneka Snack
Dok: Tati Suherman

Nasi Liwet Keprabon
Dok: Refika
 Kenyang karena enak wajahnya terlihat puas dan rona kebahagiaannya jelas. Tapi kenyang bukan karena makanan enak, mungkin berkeringat juga tapi wajahnya kusam dan sesekali bersungut-sungut. Nah kebanyakan tamu yang hadir dan mencoba berbagai sajian, semua terlihat  tersenyum, berkeringat dengan wajah gembira.



Di atas saya sudah bilang rasa dan harga. Kamu pasti nggak akan percaya kalau Fleudelys dengan prinsip sajian bersih dan sehat bisa memberikan harga yang ramah di kantong. Untuk  menyajikan berbagai aneka jenis produk catering untuk premium menu, buffet, stall, set menu dan staff meal memiliki harga bervariasi, Rp. 80.000/porsi Rp. 110.000  ada juga yang Rp. 175.000 dengan minimal pembelian 100 porsi. Ada banyak paket penawaran, Silahkan kunjungi website  untuk dapatkan Informasi lebih banyak. https://fleudelyscatering.com

              Dirut Fleudelys catering: Anang Sanjay
Dok. Tati Suherman

Dalam sambutannya, Anang Sanjaya - Direktur Utama Fleudelys Catering. Mengatakan “ Akan terus meningkatkan profesionalisme, produktifitas dan efisiensi Fleudelys catering  untuk mencapai kepuasan pelanggan dengan ketepatan waktu dan pelayanan prima,”  . lebih lanjut Anang menegaskan: “Saya berharap dengan hadirnya  Fleudelys Catering  dapat mewarnai bisnis kuliner di Indonesia, sesuai visi Fleudelys catering yaitu:  menjadikan bisnis catering yang terpercaya untuk menghasilkan kepuasan rasa konsumen yang menjadi prioritas.

Tuh Fleudelys Catering Hadir dengan Rasa dan Kualitas Terbaik. Saatnya akhiri Masa jomblo anda dan nikmati sajian mewah dan lezat di pernikahan anda. Nggak Cuma buat pernikahan loh, arisan keluarga, arisan komunitas atau gathering perusahaan juga bisa memanfaatkan jasa Fleudelys.

Fleudelys catering hadir untuk membantu memberikan pelayanan terbaik bagi tamu special anda. Bersama Fleudelys mari  menjadikan moment special anda tak terlupakan.



Festival Kebhinekaan III: Ruang Memelihara Toleransi



Festival Kebhinekaan III telah dilaksanakan di beberapa trempat di Jakarta, Walau dilaksanakan di beberapa tempat, acara berjalan lancar. Kegiatan terlaksana dengan baik 22-24 Februari 2020. Tempat yang digunakan, saat pembukaan di Griya Gus Dur, di pegangsaan, lalu lanjutan di Wisma Rahmat, Petojo, Yoga gembira di Taman Suropati. Kegiatan juga disemarakan dengan wisata kreatif.

Sesudah pembukaan  (Kamis, 22 Feb 2020) dilanjutkan dengan Wisata Kreatif, menggunakan transportasi Transjakarta dan MRT bersama kawan-kawan disabilitas. Lalu ada juga Wisata Kebhinnekaanyaitu mengunjungi berbagai tempat ibadah. Mesjid, Gereja, Kelenteng, dan tempat ibadah kaum Singh.


Festival Kebhinekaan diselenggarakan oleh Yayasan Khairiyah yang digagas Ira Lathief. Sosok yang bergelut sebagai Pramu Wisata ini, terinspirasi dengan Sang Ibu. Sang Ibu yang saat sakit hingga meninggal didampingi kawan-kawan dari berbagai suku dan agama. Ira, melihat hal itu sebagai hal yang harus dijaga sebagai warisan kebaikan dari Sang Bunda. Sebagai pemeluk agama islam, Ira melihat bagaimana Almarhumah Sang Bunda, selama hidupnya bergaul dan berhubungan baik dengan kawan-kawan dengan latar belakang, suku dan agama yang berbeda. Silaturahmi, saling menjaga dan menghormati terjalin mesra.

Dari situlah Ira dengan segala keterbatasannya, bermodal niat dan tekad melakukan hal baik menyelenggarakan Festival Kebhinekaan. Saya melihat apa yang dilakukan Ira, membuka atau menghidupkan harapan bahwa ke depannya Indonesia akan baik-baik saja. Apa yang dilakukan Ira, memang hal kecil tapi saya dan yang lainnya yang hadir dan mengikuti Festival Kebhinnekaan percaya, lingkaran kebaikan nggak akan padam. Lingkaran itu akan bergulir dan membesar.

Buat saya Festival Kebhinekaan adalah ruang-ruang yang harus dibangun dan dihidupkan untuk terus menjaga dan memelihara toleransi. Memang permasalahannya ada pada pembiayaan. Kegiatan ini jauh dari komersial tapi saya percaya Perbuatan baik akan bergulir dan menemukan yang sevisi. Adalah Sasa, perusahaan yang dikenal memproduksi penyedap rasa  dan berbagai bumbu instan, hadir berpartisipasi. Mempopulerkan Generasi Micin, Sasa ikut berpartisipasi dengan membagikan goodie bag berisi beracam-macam produk kepada semua yang hadir selama pelaksanaan Festival kebhinekaan III.

Sebagai bagian yang tak terpisahkan dari keberagaman. Festifval Kebhinekaan berisi acara, Milenial Talk yaitu ruang diskusi dan berbagi dari perwakilan para pemeluk agama di Indonesia. Mewakili anak-anak muda karena memang disampaikan anak-anak muda. Makanya di sebut Milenial Talk. Hadir perwaklan dari agama islam, Kristen Katholik, Keristen Protestan, Budha, Hindu, Kong Hu Chu bahkan Bahai, agama kaum Singh.

Pameran foto: Saya dipercaya memandu acara pembukaan Festifal Kebhinekan III, Kamis 22 Februari 2020 di Griya Gus Dur. Ini kali pertama saya menginjakan kaki di rumah Pergerakan Gus Dur. Saat ini Gus Durian sudah ada di 120 kota. Kita tahu Almarhum Gus Dur dikenal sebagai Bapak Toleransi. Pembukaan Festival Kebhinnekaan III sekaligus pembukaan Pameran Foto, sesuatu yang baru dalam Festival Kebhinekaan III. Karena Pameran foto belum ada di Festival Kebhinekaan I dan II.





Adalah Monique Rijker, pendiri yayasan Hadasah Indonesia. Sebuah yayasan yang mengedukasi dan memberikan banyak informasi tentang Israel, Yahudi, Holocoust. Monique Rijkers bekerja di sebuah stasiun televisi. Foto-foto yang dipamerkan adalah erat kaitannya dengan tujuan Kestival kebhinnekaan. Pameran foto berisi 50 foto dari hasil kunjungan 30 hari di China yang diambil dengan camera telepon genggam.

Foto-foto yang diambil, menggambarkan kehidupan masyarakat China yang beragama islam. Jika media ramai membicarakan Suku Uyghur ternyata itu hanya salah satu masyarakat pemeluk agama islam di China. Masih ada suku-suku lain yang beragama islam. Dan kehidupan beragama islam disana baik-baik saja. Jika ada anggapan ada upaya menekan suku Uyghur karena agama, rasanya kita perlu mencari informasi lebih banyak lagi. Dan sebagai upaya untuk tetap menjaga ketenangan dan kedamaian, meminimalkan pro dan kontra, jauh lebih baik diam jika tidak tahu.


Foto-foto yang merekam kehidupan masyarakat islam di China mungkin Cuma info kecil tapi paling nggak memberi info dari sudut yang lain yang bisa menjadi pertimbangan sebelum kita beropini apalagi menyampaikan opini di media baik social atau massa.

Pemutaran film dokumenter. Ada 4 film yang diputar selama Festival kebhinekaan III berlangsung. Oh ya semua acara ini gratis kecuali acara wisata, ada donasi seikhlasnya.. ke 4 film tersebut adalah SEEKING THE IMAM. Film ini bercerita tentang pengalaman Kombatan ISIS yang bertobat dan kembali ke Indonesia. Usai pemutaran film dilanjutkan dengan diskuis bersama tokoh dalam film tersebut.  film-film lainnya adalah: "Atas Nama Percaya", "Beta Mau Jumpa", dan Of Many".

Inspiring talk, Berdiskusi dan mendengarkan pemapaparan dari kawan-kawan kaum penghayat. Kelompok masyarakat yang Percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa tapi tidak mempercayai agama-agama yang ada. Kaum penghayat ini sendiri terdiri dai bermacam-macam. Ada Kaum Pribaden, Sunda Wiwitan dan kepercayaan Budi Daya.     

Apa sih yang membedakan kaum penghayat dan masyarakat beragama?
Ada 3 hal utama, yang membedakan. 
1. Tidak memiliki Nabi, 
2. Tidak memiliki Kitab Suci dan 
3.Tidak memiliki tempat ibadah.

Ketiga hal tersebut juga yang menyebabkan Negara tidak mengakui sebagai agama pada apa yang dipercaya kaum Penghayat. Apa masalah buat mereka/ Jawabnya nggak. Para penghayat hanya minta hak mereka untuk dapat leluasa menjalankan ibadah sesuai apa yang mereka yakini. Karena dari apa yang dijabarkan perakilan 3 kelompok kaum Penghayat. Semuanya ada dalam agama yang saya percaya, agama saya keristen protestan.

Menurut saya pribadi Festival Kebhinekaan ini ke depannya harus lebih besar dalam arti melibatkan lebih banyak kelompok dan masyarakat. Karena ruang-ruang bertukar informasi dan diskusi akan melahirkan rasa respek antar sesama. Berbeda buakn maslah justru perbedaan adalah harta yang harus diperihara. Perbedaan akan menguatkan kita untuk saling melengkapi kekurangan. Perbedaan akan menyadarkan kita, tidak ada yang sempurna. Dengan bersam-sama kita bisa menjalani kehidupan yang lebih baik dan lebih sempurna.


Natal dan Kunci Taong 2019 Kerukunan Keluarga Kawanua di Jabodetabek





Natal dan Kunci Taong 2019 Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Jabodetabek, dilaksanakan Sabtu, 1 Februari 2020, di Grand Ball Room Integrity Convention Centre (ICC), Kemayoran. Jakarta Pusat. Mengangkat tema “Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang”.  Di hadiri sekitar 4000 masyarakat Kawanua.

Kerukunan Keluarga Kawanua adalah organisasi non profit dibidang sosial dan kemasyarakatan. Dengan tujuan menjaga dan menjalin tali persaudaraan, Serta melestarikan budaya Minahasa. Dan pastinya mempersatukan Tou Minahasa yang hidup tersebar di perantauan (Diaspora). Masyarakat Kawanua adalah masyarakat perantauan, sejak dahulu kala. 

Wakil Ketuaa Winston Tommy watulakil ketua KKK)
,Ketua KKK- Ronnie Franky Sompie dan
Bendahara Panitia Nova rumonodor.
saat memberikan keterangan pada Media dan blogger.


Ketua KKK- Ronnie Franky Sompie periode 2017-2022, kepada media dan blogger, sesaat sebelum acara berlangsung mengatakan: "Perayaan Natal & Kunci Taong adalah kegiatan rutin tahunan. Selain untuk beribadah dan bersyukur,  Sedangkan bagi pengurus dan anggota KKK bisa melaksanakan program-program kerja selama setahun berjalan. kegiatan ini juga untuk menyatukan masyarakat  Kawanua, yang tersebar di luar tanah Kawanua. 

Wakil Ketua KKK, Winston Tommy Watuliyu bersama bendahara KKK, Nova Rumondor yang mendampingi ketua KKK- Ronnie Franky Sompie, mengatakan: "Ada Piere Tendean, Daan Mogot, juga Lembong yang diabadikan sebagai nama-nama jalan di Jakarta dan Jawa barat. Ini menunjukang masyarakat Kawanua berkarya di mana saja".

Saat  awal tahun banjir besar melanda Jakarta dan sekitarnya. KKK- turut berpartisipasi memberi bantuan berupa bahan sembako, baju layak pakai, obat-obatan dan peralatan kebersihan. Aksi Bakti sosial itu dilakukan  4 Januari 2020 di bekasi, khususnya Jati Asih, Tangerang, sekitar Ciledug. Sumbangan yang terkumpul berkat dukungan dari Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, Bupati Minahasa Roy Roring, Wakil Bupati Robby Dondokambey, Perempuan Perempuan Tanah Minahasa (P2TM), masyarakat Kawanua selabodetabek‚ masyarakat Bantik Jabodetabek, Masyarakat Kakas Jabodetabek, lbu Ava Massie, Bpk, Decky Poluan, Bpk. Jackson Kumaat, Bpk. Renny Rorong, RM Detuna, RM Nyong, RM Passo, dan lain-lain.     

Para Tonasa atau masyarakat yang dihormati dan dituakan juga hadir, diantarannya Istri Alm. Laksamana Kasenda, Nyonya Tilly Kasenda, Theo  Sambuaga, EE. Mangindaan dan banyak lagi.



                    
Mengangkat tema “Hiduplah sebagai Sahabat bagi Semua Orang” sesuai dengan slogan orang Minahasa yaitu “Torang Semua Basudara”, diharapkan memberi dampak yang baik dalam membangun kehidupan masyarakat Indonesia pada umumnya dan lebih khususnya Tou Kawanua atau orang Kawanua menjadi lebih baik serta dapat menciptakan rasa cinta tanah air Indonesia.
Tahun ini, panitia  mengangkat kearifan lokal yang ditampilkan dalam tarian lagu. Ada Sanggar Rondor, menampilkan tarian pembukaan dengan terinspirasi tarian Maengket dengan konsep moderm. Tarian Maengket adalah tarian tradisional kawanua yang memiliki filosofi tentang cara bersyukur Suku Minahasa (suku asli Sulawesi Utara). Biasanya ditarikan  ketika panen. 
Pelayan Firman: Pendeta Leonardo Ticoalu
(Dok: Hi Quds)

Acara berlangsung penuh sukacita, beberapa Puji-pujian dan lagu hiburan dibawakan dalam bahasa daerah. Alat musik khas Kawanua, kolintang mengiringi, membuat suasana kental dengan Kawanua. Puji-pujian sengaja dalam bahasa daerah  agar lebih dikenal dan menumbuhkan rasa kebanggaan sebagai Tou Kawanua khususnva anak muda. panitia memang bertekad mengangkat kakar kebudayaan dalam balutan modern, untuk memperkenalkan dan mengedukasi budaya Minahasa kepada warga Kawanua diperantauan.           
Semua yang hadir mengikuti acara, mendapatkan hiburan, snack,  dan berkesempatan memenangangkan door prize. Kegiatan natal & Konci Taong Kerukunan keluarga Kawanua sekaligus sebagai momentum bagi warga Kawanua di perantauan untuk saling silaturahmi dan berbagi serta untuk meningkatkan partisipasi positif bagi kemajuan Provinsi Sulut. 


Sebagian Blogger yang hadir.

  

                  

Temen Kondangan: Mantan Nikah, perlu datang nggak?



Temen Kondangan: Mantan Nikah, perlu datang nggak? MNC Picture, di awal tahun kembali gelar film. Berjudul Temen kondangan disutradari Iip Sariful Hanan. Ini film pertama garapan Iip. Iip sebelumnya biasa menggarapan sinetron. Tapi menurut saya, film ini walau garapan pertama layar lebar Iip tapi ok. Film temen kondangan bakal tayang serenntak di seluruh bioskop pada 30 Jan 2020. 

Tema yang diangkat, dekat banget dengan kehidupan masyarakat Indonesia dalam keseharian. Fenomen sosial media, jomblo dan mantan dicampur bagai es campur yang segar saat diminum dicuaca panas. Nah film #TemenKondangan pas banget diputar di awal tahun 2020. Supaya para jomblo, cepat move on.

Balik lagi ke judul tulisan ini "Temen Kondangan: Mantan Nikah, perlu datang nggak?" Jawabnnya tergantung seberapa yakin kamu sudah move on.

Siapapun yang akan menikah, mustinya akan menyiapkan perencanaan agar pesta pernikahan menjadi sesuatu yang tak terlupakan. Mulai dari busana, dekor, makanan, acara dan tamu undangan sudah disiapkan, sebaik mungkin. Tapi apa yang akan terjadi kalau di pesta pernikahan tersebut, ada mantan yang datang?



     

Pasti kalian sering baca atau lihat foto di media sosial, bagaimana para mantan yang hadir di acara pernikahan, ada yang kocak, mengharu biru bahkan mengacaukan karena bisa jadi pengantin yang belum bisa move on atau malah orangtua si pengantin. Nah Film Temen Kondangan, temanya seperti itu. Pesta pernikahan sang mantan yang penuh kehebohan dan bakal jadi pesta tak terlupakan. Cuma dikarenakan gagal move on para mantan.

Terus kenapa dong para mantan ini datang dipernikahan mantannya? Ya karena diundang.          Selain itu gengsi. apa kata dunia kalau sampai diundang nggak datang? iya kan? padahal di dalam sudut hati terdalam alasan utamanya, ya belum bisa  move on.          

Beruntunglah saya sebagai salah satu blogger dari komunitas ISB diundang untuk menyaksikan film #TemenKondangan bersama media yang lain. Ingin banget menceritakan dengan detil tapi bakal nggak seru. Karena film ini asyiknya ya ditonton. Saya rekomendasi banget untuk hiburan sekaligus pesan moral yang kece untuk para mantan. Eh, kalian punya mantan nggak sih? atau emang jomblo sejati?     




Akting Prisia Nasution, emang nggak diragukan lagi. Demikian juga dengan Gading Martin, Diah Permata Sari, Febi Febiola Izur Mochat, Piere Gruno. Catatn menarik justru datang dari Olivia Jensen dan oline Mendeng. Keduanya lama tak muncul baik di layar kaca maupun di layar lebar, keduanya menggebark dalam film #TemenKondangan. Pokoknya wajib nonton.

Menurut Lukman Sardi, film ini wajib ditonton karena temanya sederhana tapi dekat dengan kehidupan keseharian masyarakat. Fenomena selebgram yang selalu update status dan menganggap jumlah follower suatu yang berharga, dipelihatkan dengan manis. Persaingan antar haters pun nampak.       

Satu lagi, sosok Yusup/Ucup yang diperankan Reza Nangin, membuat komedinya hidup tanpa menyinggung sara. Film Temen kondangan sukses menghibur dan membuat saya tertawa tergelak-gelak. Pesannya...ah nonton ajalah. 


SHEnergy Kreasi, Kolaborasi Wirausaha Para Perempuan untuk Berdaya dan Perluas Jaringan


Senang banget akhirnya bisa bertemu dengan Ibu Bintang Puspayoga. Eh bukan bertemu deh tapi melihat dari jauh. Yup, saya senang banget bersama Komunitas Indonesia Social Enterprenuer, hadr di kegiatan Sharing Moment “SHEnergy Kreasi” bersama Menteri PPPA, Bintang Puspayoga dan wirausaha perempuan di Perpustakaan Nasional, dalam rangka memperingati 91 tahun Hari Ibu.

Dok: Media & Publikasi KPPPA


Acara berlangsung dalam dua sesi Talk Show menghadirkan narsum yang berbagi pengalaman. Mereka adalah:  GambaranBrand Group, Arto Biantoro;  CEO Hijup.com, Diajeng Lestari; untuk Talk Show sessi pertama.

Dan sessi Talk Show kedua menghadirkan: DuitHape, Sara Dhewanto; Gofood Top Merchant Kopi Soe, Silvya Surya; dan Head of Seller Development Blanja.com, Sherlyana. 

Narsum Talk Show Sessi pertama
Dok. Jang Ipan
Mengangkat tema: Perempuan Berdaya Indonesia Maju. Dalam sambutannya Menteri PPPA,Ibu  Bintang Puspayoga mengatakan: “wirausaha perempuan harus bisa berkolaborasi dan menggandeng kaum perempuan lain, utamanya wirausaha perempuan milenial dan wirausaha perempuan di daerah tertinggal untuk berdaya dan memperluas jejaring usaha di era digital”

Penulis bersama Arto Soebiantoro
Dok. Grandys

Arto Biantoro tampil sebagai pembicara pertama, membagikan kisah awal, bagaimana ia terinspirasi dari brand-brand lokal. Ia menceritakan saat berkeliling Indonesia dan mendapati banyak barnd-brand lokal dengan kualitas yang bagus. sayangnya tidak terpublikasikan dengan baik. Dari situ ia bertekad akan membantu dan mengangkat brand lokal sebagai sebuah potensi ekonomi yang baik.

Salah satu kisah yang diceritakan, saat ia menemukan seorang komikus dari Bali yang hanya membuat 90 buku komik tapi buku komiknya sudah menyebar ke seluruh dunia dengan harga yang fantastis. Ya, satu buku komiknya berharga Rp. 30.000.000. Pertanyaannya, kalau laku dengan harga yang bagus, mengapa ia tidak membuat lebih banyak buku komik lagi?

Ternyata, Arto mendapat jawaban, kata si komikus, kalau ia membuat banyak buku komik, maka bukunya bukan buku yang istimewa dan harganya tidaki akan semahal sekarang. Intinya, Unik dan fokus. Pasar akan merespon dengan 
baik.

Foto di ambil dari instagram:

Silahkan intip aktifitas mereka. Oh ya untuk Arto bisa di lihat di
https://www.instagram.com/artobiantoro/ dan GambaraBrand di sini

Diajeng Lestari Founder Hijup.com mengenal bisnis dari kecil. Terbiasa mengikuti Ibunya ke aneka baza, membuat Ajeng kecil sudah berpikir bagaimana mencari uang. Dan itu di mulai saat kelas 3 SD dengan menjual pernak-pernik dari kabel telepon. Sehari ia bisa mendapatkan Rp. 5.000-Rp.16.000. 

Cara berpikirnya teruji saat krisis ekonomi, di mana ia harus menghadapi kenyataan orangtuanya nggak mampu membiaya kuliahnya. Otaknya terus bekerja dan berpikir, hingga akhirnya ia bisa memiliki Hijuo.com yang produknya sudah mendunia. Dan ia memberdayakan banyak perempuan.

Sementara dari Hanna Keraf, Co-Founder Du'Anyam, saya belajar bagaimana menghargai klien. Hanna bercerita banyak klien yang mengeluh ketika berurusan dengan pemasok apalagi pemasok lokal, sulit dihubungi dan nggak konsisiten. Karena itu Du'Anyam berusaha memenuhi kebutuhan klien dengan siaga 24 jam. Perbedaan waktu dengan negara lain tidak menjadi kendala bagi Du'Anyam merespon. Ini demi menjaga hubungan dengan klien dan Du'Anyam bisa terus memberdayakan perempuan-perempuan di NTT untuk menganyam dan menghasilkan uang.

Gofood Top Merchant Kopi Soe, Silvya Surya memulai bisnis kopi kekinian dengan brand Kopisoe sebagai bisnis sampingan. Memanfaatkan semua source yang ada termasuk digital, KopiSoe menjadi salah satu frenchise yang berkembang. Dalam kurun waktu cepat, kini sudah ada 150 outlet seluruh Indonesia. Menurut  Silvya dari ke 150 outlet, ia hanya memiliki 2. Kuncinya, menjaga konsisitensi rasa dan pelayanan.

Sementara founder DuitHape, Sara Dhewanto, membaca peluang bagaimana membantu perempuan lewat Duit Hape untuk membantu pembayaran peralatan elektronik. Peralatan elektronik rumah tangga terbukti membantu kerja banyak orang, khususnya kaum perempuan. tapi salah mengelola keuangan, bisa masuk dalam jebakan hutang.

Head of Seller Development Blanja.com, Sherlyana. Membaca peluang untuk mengajak para perempuan memanfaatkan apa yang dimiliki. menjadi telepon genggam sebagai sarana menghasilkan uang. Bisa dikerjakan kapan saja dari rumah.

Hadir, mendengar pengalaman mereka, saya seperti mendapat energi baru. Perempuan bukan mahluk lemah, nggak perlu juga diberi kesempatan karena kenyataannya para perempuan yang berbagi hari ini membuktikan mereka bisa menjadi isnpirasi setiap orang.


Blogger dari komunitas ISB

Sejatinya perempuan harus terlibat penuh dalam perekonomian. Bukan Pelengkap tapi perempuan harus mandiri. Di jaman serba digital, berkolaborasi dengan banyak pihak bisa memajukan usaha.