Showing posts with label Komunitas ASEAN 2015. Show all posts
Showing posts with label Komunitas ASEAN 2015. Show all posts

Hormati Myanmar Sebagai Sebuah Negara.




Sumber foto di sini:
Mendengar nama Myanmar  atau Burma/Birma maka yang terlintas di benak saya ada dua hal, yaitu Kudeta militer dan Aung San Suu Kyi. Kudeta militer menyebabkan Aung San Suu Kyi ditetapkan sebagai tahanan atas aktivitasnya yang memperjuangkan demokrasi. Aung San Suu Kyi menjalankan 15 tahun sebagai tahanan rumah dari 21 tahun sebagai tahanan Negara. Ia adalah putri dari Jenderal Aung San yang mempunyai peranan penting sebagai pelobi untuk kemerdekaan Myanmar tahun 1947. Di tahun itu pula ia tewas di bunuh saingannya. Terlahir dari seorang pejuang, Aung San Suu Kyi menekuni politik. Ia menjadi seorang aktivis prodemokrasi Myanmar dan pemimpin National League for Democracy (Persatuan Nasional untuk Demokrasi) Sumber dari sini:

Karena ketetapan hati dari perjuangannya yang  rela berpisah dari suami dan kedua anaknya, dan kesetiaannya memperjuangkan demokrasi tanpa kekerasan melawan kekuasaan militer di Myanmar, Aung San Suu Kyi dianuugerahkan Penghargaan Nobel Perdamaian. Nobel yang diberikan tahun 2010, tidak bisa diterima langsung karena statusnya sebagai tahanan.

Perjuangan Aung San Suu Kyi dianggap sangat menginspirasi hingga dibuatkan film dengan judl The Lady tahun 2011. Tokoh Aung San Suu Kyi diperankan oleh aktris Malaysia berdarah Cina, Michelle Yeoh. Mungkin film ini juga membawa pesan dari Myanmar sehingga wisatwan mau datang dan mengunjungi. Tak jauh berbeda dengan Vietnam, Myanmar juga memiliki memiliki bangunan-bangunan dan kota-kota tua. Latar belakang Negara yang lama mengalami peperangan, memberi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.  Tapi Myanmar juga memiliki obyek wisata yang menawan.

Patung Budha, sumber di sini

Peta obyek wisata Myanmar, Sumber di sini:

Candi seribu, sumber di sini


Barangkali film yang memperlihatkan Myanmar cukup berpengaruh pada dampak ingin tahu masyarakat dunia pada situasi dan kondisi Myanmar. Kota, Budaya dan situasi politik Myanmar bisa dilihat di film berjudul. Negara ASEAN lain yang juga bisa dikenali lewat film adalah Kamboja, yang menjadi lokasi pembuatan Film Tom Rider II.  Juga diperlihatkan sekilas di  Film Rambo III. Kalau Negara Vietnam banyak digunakan sebagai latar ceita beberapa film. Diantaranya film Rambo II, dan Missing In Action. Masih banyak lagi, saya lupa judulnya sebuah film yang dibintangi mantan istri Tom Cruise. Memperlihatkan keindangan Negara Thailand. Kelebihan lainnya, Negara-negara ASEAN ini kerap disebut sebagai segitiga emas untuk penghasil bahan narkotika. Jika di Amerika kokain banyak di bawa dari Amerika latin, maka di Asia, Thailand, Myanmar, Kamboja adalah sumber utamanya.
Menuju Komunitas ASEAN 2015, Negara anggota sepakat menerapkan Visa on Arival untuk mempermudah mengunjungi Negara-negara itu. Kebijakan ini dimaksud untuk meningkan kunjungan wisata ke masing-masing Negara. Semua Negara sadar dan meyakini Pariwisata adalah salah satu sumber alternatif pendapatan Negara dari sumber non migas.
Visa adalah tanda/surat izin untuk memasuki sebuah Negara. Untuk  Negara-negara tertentu, agak sulit mendapatkan visa. Jika seseorang memiliki Visa memasuksi suatu Negara, orang tersebut akan mudah dan leluasa melakukan kegiatan sesuai tujuan yang disampaikan pada saat pengajuan Visa. Pelajar untuk belajar, turis untuk berwisata dan pebisnis untuk berbisnis. Untuk masing-masing tujuan memiliki persyaratan yang berbeda. Sebagai wisatawan/turis. Kita wajib memiliki tiket pulang pergi, ada penjamin (Bisa sahabat atau keluarga yang berada di Negara tujuan) dan harus dipastikan mempunyai dana yang cukup. Beberapa Negara menerapkan sistem deposit.
Keribetan itu bisa dimengerti. Negara tujuan seperti Amerika atau Negara-negara Eropa juga Australia mengkhawatirkan para wisatawan/turis ini setelah berada di Negara mereka lalu berubah status dari turis menjadi pencari kerja begitu juga dari pelajar menjadi pencari kerja. Tapi pastinya berbedalah dengan Myanmar. Negara yang masuk kategori Negara berkembang, masih memerlukan bantuan dari luar dan memiliki ekonomi yang tidak stabil, tentu tidak mau dibebani pendatang yang mencari kerja. Situasi dan kondisi Negara yang mengalami keributan secara internal puluhan tahun, tentu belum sempat membangun negaranya. Tapi pemerintahannya sadar perlu mencari sumber keuangan. Maka sektor pariwisata  menjadi andalan.
Selain itu Negara Myanmar belum terlalu stabil, barangkali ini juga yang menyebabkan mereka masih menerapkan aturan visa bagi yang ingin mengunjungi Myanmar. Tak terkecuali para wisatawan. Barangkali pemerintah Myanmar juga tidak ingin bebas masuknya orang asing dengan leluasa. Karena memberikan peluang gangguan bagi kestabilan Negara. Apalagi issue pelanggaran HAM masih marak di sana terkait permasalahan etnis Rohingya.
Lalu bagaimana peran Indonesia dalam membangun upaya komunikasi dan kerjsaama di bidang pariwisata dengan Myanmar? Menghormati keberaadaan Negara Myanmar dan aturan, menjadi nomor satu. Indonesia tidak ikut campur tangan sebagai Negara untuk permasalahan dalam negeri Myanmar. Pengakuan kedaulatan terhadap sebuah Negara harus ditunjukan dengan loyalitas yang benar. Memberikan bantuan tentu diperbolehkan dengan catatan tidak di camur adukan dengan posisi tawar dalam membuat kesepakatan antar dua Negara dalam segala hal.
Pariwisata, seni budaya dan olahraga adalah sector-sektor yang  besar manfaatnya untuk menjalin persahabatan dengan Negara-negara tetangga. Sportifitas dalam olahraga dapat diterapkan pada lobi-lobi politik. Dan sebagai warga dunia yang juga menjunjungi Hak Azasi Manusia, Indonesia harus ambil bagian dengan menawarkan bantuan sebagai fasilitator perundingan damai dengan etnis Rohingya. (Misalnya) Walau secara kuantitas kecil, Etnis Rohingya juga berhak berada di Myanmar dan mendapatkan semua haknya sebagai warga Negara.
Dan bagi kita sebagai wisatawan, fokuslah sebagai wisatawan. Nikmati setiap inchi keindahan ciptaan Tuhan, dimanapun kita berada. Beda Negara tidak berarti beda segalanya. Daripada mencari perbedaan. Lebih baik kita melihat persamaan. Terutama kesamaan tujuan untuk menciptakan perdamaian. Sehingga menikmati keindahan alam dapat dinikmati tanpa rasa was-was. Dan pada saat menjadi Komunitas ASEAN 2015, kita memang sudah siap menerima perbedaan dan persamaan yang ada demi kemakmuran masyarakat ASEAN.

Persamaan Sebagai Dasar Menuju Komunitas ASEAN 2015





Gotong royong, kebersamaan, dan penuh keramahan adalah ciri masyarakat Indonesia. Sejarah membuktikan, rasa memiliki satu sama lain yang akhirnya melahirkan persatuan. Persamaan nasib dan tekad untuk berdaulat menjadi dasar perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia. Maka isi Sumpah Pemuda adalah cerminan dari  keinginan bersatu di bawah naungan negara  Indonesia.


Kalau mengingat pelajaran sejarah waktu SD dan SMP, pasti kita masih ingat bagaimana organisasi kepemudaan yang dipisahkan selat dan lautan punya keinginan besar mempersatukan diri. Kalau menelisik dari hal ini membuat saya berpikir,  keinginan menjadi satu dalam menuju Komunitas ASEAN 2015 nanti, karena masyarakat di 10 negara ASEAN memang memiliki kesamaan. Terutama kesamaan fisik, (Seperti berambut hitam, berkulit coklat/kuning, tidak terlampau tinggi) dan budaya.



 Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Atau saya memahami budaya sebagai hasil olah budi dan akal.


Kebudayaan di Komunitas ASEAN memang mirip. Sempat beredar artikel yang membahas kemiripan Candi Borobudur dengan Candi Angkor Wat dari Kamboja. Buat saya wajar saja, karena kedua candi tersebut awalnya dibangun sebagai tempat ibadah. Bahkan Candi Angkor Wat masih digunakan sebagai tempat ibadah rutin. Sedangkan Candi Borobudur lebih di siapkan sebagai obyek wisata.

Candi Angkor Wat walau sudah pernah di renovasi  tetap mempertahankan “wajah lamanya”. Sedangkan Candi Borobudur sudah beberapa kali direnovasi membuat tampilannya terkesan “mewah dan modern”. Pembangunan fasilitas sekeliling Borobudur yang memang disiapkan sebagai obyek wisata turut menghilangkan kesan kuno/tua. 


Candi Angkor Watt dan candi Borobudur tidak mungkin dibangu oleh arsitek yang sama. Karena waktu pembangunannya selisih 3 abad.  Candi Angkor Wat dibangun 300 tahun kemudian setelah berdirinya Borobudur. Mungkinkah Candi Angkor Wat dibangun oleh arsitek keuturunan arsitek yang membangun Borobudur? Mungkin saja, namun diperlukan penelitian dan data  ilmiah untuk mengklaim hal tersebut.


Candi Angkor Wat awalnya dibangun sebagai tempat ibadah umat Hindu. Namun pada proses perjalanan berubah menjadi tempat ibadah umat Budha. Maka tak heran  alau bentuk lima buah candi di Angkor Wat lebih mirip  dengan candi Perambanan yang juga dibangun sebagai tempat ibadah umat Hindu. Candi Angkor Wat dianggap mirip dengan candi Borobudur karena sama-sama berdiri dalam sebuah kompleks. Tapi tampilan fisik satuan candinya lebih mendekati candi Prambanan. Kompleks Candi Angkor Wat lebih luas disbanding komples Candi Borobudur.


Kembali kepada pemahaman budaya sebagai hasil olah akal dan budi, menurut saya ini yang harus disiapkan menjadi warga ASEAN. Penting meningkatkan kesadaran pemaham budaya, toleransi, ketrampilan dan harga diri. 


Saat kita disatukan lewat internet, membuat dunia tanpa batas. Perkembangan teknologi dan komunikasi membuat kita menjadi warga dunia. Etika perlu dijunjung tinggi, terutama penghormatan toleransi pada budaya dan nilai sosial yang dianut masyarakat ASEAN di luar Indonesia. Menuju Komunitas ASEAN 2015 dengan tagline-nya yaitu One Vision, One Identity, One Community. Penting bagi kita utuk meningkatkan  kebersamaan antar warga masyarakat ASEAN. Kebersamaan bukan slogan jadi harus dibangun, bisa lewat pertukaran budaya, pertandingan olahraga, pertukaran pelajar atau pertukaran teknologi, dll. 


Kuantitas selalu bisa menjadi kekuatan. Ketika Negara serumpun ASEAN, sepakat bersatu mewujudkan visi dan misi yang sama membuat ASEAN memiliki posisi kuat dalam percaturan ekonomi, politik, sosial, budaya dan pertahanan dunia. Kekuatan ini tentu perlu di support semua komponen masyarakat termasuk blogger.

Sumber informasi dan foto:
http://www.langitberita.com/top-lists/24199/10-candi-terindah-di-dunia/ . 

http://www.websejarah.com/2013/05/sejarah-awal-di-bangun-candi-prambanan.html 

http://id.wikipedia.org/wiki/Borobudur