Indosat Ooredo Komit, Fasilitasi Perempuan ke Akses Mobile Internet



Saya mensyukuri terlahir sebagai perempuan. Walau dalam kenyataan hidup di dunia penuh tantangan. Tapi kalau nggak menantang pastinya terasa hambar. Secara inteleketual, Tuhan tidak membedakan antara laki-laki dan perempuan. Karena itu sebetulnya serapan ilmu pengetahuan dan teknologi bisa diterima dengan baik bagi laki-laki dan permpuan.

Namun hukum dunia yang menomor duakan perempuan karena peran kesehariannya, membuat perempuan agak kesulitan dalam menyerap teknologi. Bukan karena ketidak mampuan secara intelektual.  Tapi ini berlaku bagi perempuan-perempuan yang tidak tinggal di kota besar. Di kota besar seperti Jakarta, akses perempuan pada ilmu pengetahuan dan teknologi terbuka luas.

Berbeda halnya dengan perempuan di pelosok Indonesia raya. Dalam rangka Women Internasional Day yang  diperingati setiap tanggal 8 Maret, Indosat Ooredo mengajak perempuan Indonesia Manfaatkan Internet dan Teknologi Digital.  Ajakan ini bukan slogan karena sudah terbukti akses internet dan teknologi digital membantu kembangkan potensi perempuan Indonesia.

Melalui acara Talkshow dan Masterclass bertajuk Women Connected to Mobile internet: Women in Digital Era. Acara ini merupakan tindak lanjut komitmen Indosat Ooredo setelah mendukung inisiatif GSMA Connected Women untuk meningkatkan akses perempuan ke mobile internet menjadi 43% pada tahun 2020.

Dalam Talkshow dan Masterclass, Indosat Ooredo menghadirkan berbagai narasumber perempuan dari berbagai elemen. Dari pemerintahan ada Meutya Hafid, Wakil Ketua Komisi 1, Bidang Telekomunikasi dan IT DPR-RI.  Ada pengusaha Niluh Djelantik (Founder dan CEO Niluh Djelantik) Destriana Cantikadewi (Founder HOPE-House of Perempuan) Kurie Suditomo (Founder Coding Indonesia) dan Nuriyah (Dari Kelompok Soka Ayu)





Era digital memang telah membawa banyak perubahan. Di Jakarta, ternyata perempuan mendominasi penggunaan internet, yakni 73 %. Namun secara nasional masih banyak perempuan yang belum memiliki pengetahuan atau pemahaman bagaimana mengggunakan internet dan teknologi digital yang dapat meningkatkan kwalitas hidup.  Padahal perempuan memiliki peranan penting dalam membangun ekonomi digital Indonesia sejalan dengan semangat untuk mendukung terwujudnya Indonesia Digital Nation.

Faktanya kebanyakan pelaku bisnis online shop adalah perempuan. Jadi memang perempuan sangat besar perannya dalam pembangunan ekonomi secara digital tapi baru di kota besar. Karena itu Indosaat Ooredo peduli dan ingin membantu menyebarluaskan informasi dan penggunaan internet pada seluruh perempuan di Indonesia raya agar terwujud Indonesia Digital Nation.

Indosat Ooredo memilikis CSR yang dikhususkan untuk kaum perempuan, Yakni  Inspirasi Perempuan Indonesia atau disebut INSPERA.  INSPERA focus pada dua program utama, yaitu:

1.        Meningkatkan kemampuan dan ketrampilan perempuan untuk dapat memperoleh penghasilan serta memberikan akses pendanaan dan layanan keuangan.

2.        Meningkatkan jumlah perempuan untuk mendapatkan akses informasi dan fasilitas telekomunikasi melalui berbagai ayanan dan aplikasi, kegiatan komuniyas perempuan, seminar, sharing, pameran digitak dan kewirausahaan.
Chief Human Resource Officer Indosat ooredo, Ripy Mangkoesubroto mengatakan:  Acara yang menghadirkan para Digital Super Women  dengan berbagai latar belakang, bermakud memberikan aneka wacana, mulai dari pemerintahan, sisi bisnis, hingga filantropi untuk  berbagi pengetahuan, pengalaman dan menebarkan inspirasi kepada perempuan yang hadir dan perempuan di seluruh Indonesia agar bisa  memperkaya wacana pemikiran perempuan.


Di era digital, pemberdayaan perempuan harus mancakup aspek digital sehingga perempuan Indonesia mampu berperan dan memiliki digital konwoledge dan skill. Dengan Kowledge dan skil yang mumluni perempuan Indonesia akan mampu meraih berbagai kesempatan yang ditawarkan ekonmi digital, termasuk akses pendanaan.

Indosat Ooredo komit mendukung pembangunan era digital di Indonesia, sebelumnya Indonsat ooredo meluncurkan SCR pilar edukasi “Indonesia Belajar” yang focus pada pendidikan secara digital sebagai upaya mendukung Indonesia Digital Nation. Salah satu inisiatif Indonesia Belajar adalah melakukan kemitraan dengan  Hasri Ainun Habibie ORBIT- Foundation dan CREATE foundation untuk menerapkan CREATE CyberSchool With Iot-Internet of Things di 65 sekolah percontohan yang tersebar di lima wilayah Indonesia- Symatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku-Papua. Usai talkshow dengan para perempuan hebat, dilanjut dengan Masterclass. 

Ada 4 Masterclass dengan tema dan narasumber yang keren. 
Kelas 1: Parenting in digital Era Oleh Vera Itabilina (Psikholog Anak) Kelas 2: Women in digital economy Oleh Cutra Damayanti Agus (EO IMX) Kelas 3: Digital safety & security for women and family Oleh Septiyana Tangkary (Direktur Pemberdayaan Informatika, Dirjen aplikasi dan Informatika Kementrian Komunikasi dan Informasi RI) Kelas 4: Commercial Product Fotography Oleh Ario Mangan (Ario Mangan Fotography)

rencananya Masterclass ini akan di adakan secara reguler di Galeri Indosat. Dengan tema-tema yang akan diidentifikasi berdasarkan kebutuhan perempuan, asyikkan? Nantikan saja informasi selanjutnya.

2 comments:

  1. Benar... tanpa adanya Indosat apalah saya, hanya seorang perempuan kampung. Dengan Indosat saya menjadi ada.

    Btw kalo mau ikut kelasnya syaratnya apa? Hanya di Galeri Indosat Jakarta sajakah?

    ReplyDelete
  2. Sebenarnya bukan perempuan aja sih, rata2 seluruh lapisan masyarakat pedesaan /pelosok masih banyak yg belum terjamah teknologi digital. Andai saja ada operator yg bersedia gambling membangung jaringan hingga pelosok negeri.

    ReplyDelete