Aku Memandikan Ibuku

Ini kali pertama aku memandikan Mama. Perempuan yang sudah melahirkan aku dan 10 saudara perempuanku yang lain. Ya, kami bersaudara, kakak-adik perempuan semua. Mama melahirkan 10 kali, anak ke 10 kembar 2. Jadi kami ber 11.

Siapa diantara kalian yang pernah memandikan orangtua dalam keadaan sehat. Satu minggu terakhir ini, aku menginap di rumah Mama, karena kakak sulungku yang tinggal dan merawat Mama, sedang kurang sehat. Maka aku menawarkan diri untuk tinggal sementara di rumah Mama.

Seumur hidupku, baru kali ini, aku memandikan Mama. Awalnya, saat mempersiapkan air hangat untuk mandi, menyiapkan baju dan pakaian dalam, perasaanku, biasa-biasa saja. Ketika aku membuka semua baju Mama dan melihat tubuh tua di depan mata, perasaan ini campur aduk. inikah tubuh perempuan yang sudah melahirkan aku dan ke 10 saudara-saudaraku? Keriput di seluruh tubuh, buah dadanya sudah turun dan layu. 90 tahun usianya bulan Sept 2019.

Buah dada yang menjadi sumber kehidupan aku dan  saudara-saudaraku. Kami ber 9 semua mendapat ASI selama 18 bulan, Lalu Mama memberikan kami nasi lunak. Itu cerita Mama. Kecuali kembar bungsu. Mama melahirkan diusia yang sudah tua (42 th) Maka si kembar mendapat susu formula. Karena ketika kembar pulang, Mama masih harus tinggal untuk recovery.

Mama sangat senang jalan-jalan, maka kalau lihat lini masaku, banyak foto mama saat jalan-jalan karena itu kesenangannya. Dan kami  bersyukur masih diberi kesempatan menyenangkan Mama.



Mama masih bisa berdiri dan menyiram tubuhnya sendiri dengan gayung. Cipratan air membaurkan airmata di wajahku. Memberikan shampoo di kepala yang rambutnya menipis dan sudah berganti menjadi warna putih, aku mengusap perlahan, seiring nafas yang mendadak sesak. Menyabuni tubuh renta di hadapanku, sungguh mengacau balaukan perasaanku. Antara takljub, sedih, bingung dan bersyukur. Tuhan masih memberikan aku kesempatan dan mengalami, memandikan Mama, saat tubuh Mama masih hangat dan hidup. Banyak kawan-kawanku yang punya kesempatan memandikan orangtua tapi disaat tubuhnya sudah dingin alias sudah meninggal.

Aku jadi teringat satu adegan dalam Film Ambu yang di mainkan Widyawati, Laudia Cyntia Bella dan satu pemain muda dalam peran Nenek, Anak dan cucu. Tiga orang mewakili 3 generasi dengan konflik horizontal, yang memaksa aku ikut berpikir seandainya aku, dalam salah satu peran. Nenek yang kecewa karena anak semata wayangnya menikah dan pergi meninggalkannya. Lalu si anak gagal dalam berumah tangga, pulang dengan membawa anak. Bukan cuma anak tapi juga penyakit kanker payudara.

Nenek yang masih marah karena ditinggal tapi punya rasa rindu yang dalam. Anak yang ingin mengadu dan kembali ke pelukan ibu, namun membawa masalah penyakt dan beban ingin menitipkan anak karena tahu usianya terbatas. Sementara anak alias cucu yahg marah, melihat nenek sulit memaafkan Ibunya (Anak si nenek) masalah demi masalah berakhir dengan kepasrahan untuk saling memaafkan.

Satu bagian ketika si cucu ingin memandikan Ibunya. ketika membuka baju ibu, si anak terkejut melihat payudara yang sudah termakan kanker. Si anak menjerit panik "Ibu, bagaimana memandikannya?: tiba-tiba muncu Si nenek dan berkata "Biar Ambu yang memadikan". Ambu mengambil alih dan mulai menyiram serta mengusap sambun dari lengan.

Pada adegan ini, aku rasakan langsung saat menyambuni tubuh Mama. Tangisku pecah dalam diam. Usai meyambuni dan menyiram air untuk menghapus sabun, tidak menghentikan airmataku. Kuambil handuk dan mulai mengeringi rambut dan tubuh Mama. mengusap lengan, tubuh, dada, bokong hingga kaki, menjadi pekerjaan terlama dan terpanjang karena aku tidak ingin berhenti.


Aku menikmati keintiman ini dengan rasa syukur dan bahagia. Terima kasih Tuhan , untuk kesempatannya. Usai tubuh Mama kering, aku memakaikan celana dalam, baju atasan dan bawahan lalu menyisiri rambutnya. Berulang-ulang aku menciumnya seraya berseru. Terima Kasih Tuhan untuk, perempuan yang Kau pilih menjadi Ibuku.



2 comments:

  1. Saya jadi terharu, 11 bersaudara bisa rukun Salut sekali

    ReplyDelete
  2. Pada dasarnya nanti akan jadi terbalik dan kembali kepada kita,,,,kita dulu pada saat masih bayi yang memandikan kita adalah ibu,,,,tapi nanti saat ibu sudah tua pasti kita yang akan ganti memandikannya,,,

    ReplyDelete